Ebionitisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Ebionitisme adalah sebuah aliran awal dalam Kekristenan-Yahudi yang berkembang pada abad pertama hingga ketiga Masehi. Kaum Ebionit umumnya dipandang sebagai komunitas Kristen Yahudi yang mempertahankan ketaatan penuh terhadap Hukum Taurat dan memiliki pandangan kristologi yang berbeda dari arus utama Kekristenan. Dalam pandangan mereka, Yesus adalah Mesias yang dipilih Allah, namun bukan Tuhan dalam pengertian metafisika sebagaimana diajarkan oleh ortodoksi kemudian. Ebionitisme sering dianggap sebagai salah satu bentuk paling awal dari kristologi adopsionis.

Ajaran Ebionitisme

Ajaran kaum Ebionit berakar pada tradisi Yahudi yang kuat. Beberapa ciri utamanya meliputi:

  1. Monoteisme Ketat dalam Tradisi Yahudi
    Ebionit menolak doktrin keilahian Kristus. Bagi mereka, Yesus adalah manusia biasa yang diangkat dan diurapi oleh Allah sebagai Mesias, selaras dengan pandangan adopsionis.
  2. Ketaatan Penuh kepada Taurat
    Mereka mewajibkan sunat, makanan kosher, Sabat Yahudi, dan semua peraturan Hukum Musa. Keselamatan dipahami sebagai hasil dari ketaatan pada Taurat yang ditafsirkan dalam terang ajaran Yesus.
  3. Pandangan terhadap Yesus
    • Yesus adalah manusia yang lahir secara alami dari Yosef dan Maria.
    • Ia dipilih Allah karena kebenarannya.
    • Tidak mengakui praeksistensi Kristus.
  4. Penolakan terhadap Rasul Paulus
    Kaum Ebionit memandang Paulus sebagai penyimpang dari ajaran Yesus yang asli. Mereka menolak surat-surat Paulus dan menyebutnya sebagai penyesat.
  5. Kitab Suci dan Tradisi
    Mereka menggunakan bentuk Injil Ibrani, sering diidentifikasi sebagai Gospel of the Hebrews atau Gospel of the Ebionites, versi yang berbeda dari keempat Injil kanonik.
    Penafsiran mereka sangat dipengaruhi oleh tradisi Yahudi dan identitas etnis Israel.
  6. Etika dan Askese
    Banyak sumber patristik menyebut bahwa Ebionit menjalankan askese, hidup sederhana, beberapa bahkan vegetarian, dan menekankan moralitas ketat.
Orang lain juga membaca :  Revolusionisme

Sejarah Perkembangan Ebionitisme

  1. Asal-usul (abad ke-1 M)
    Ebionitisme kemungkinan muncul dari komunitas Kristen Yahudi yang tetap mempertahankan tradisi Yudaisme setelah kehancuran Bait Allah pada tahun 70 M. Komunitas ini berpusat di wilayah Palestina, terutama di sekitar Pella.
  2. Pemisahan dari Kekristenan Arus Utama (abad ke-2 M)
    Seiring berkembangnya Kekristenan non-Yahudi, ketegangan muncul, terutama menyangkut kewajiban Taurat bagi orang percaya. Kekristenan arus utama menganggap Taurat tidak lagi mengikat secara liturgis bagi non-Yahudi, sedangkan kaum Ebionit tetap bersikeras mempertahankannya.
  3. Kecaman dari Para Bapa Gereja
    Tokoh seperti Irenaeus, Eusebius, dan Epifanius mencatat keberadaan mereka dan menganggapnya sebagai bidat. Penulisan patristik adalah salah satu sumber utama mengenai komunitas ini, meski bersifat polemis.
  4. Kemunduran dan Hilangnya Komunitas (abad ke-3 hingga ke-5 M)
    Dengan meluasnya Kekristenan arus utama dan berkurangnya populasi Yahudi Kristen, komunitas Ebionit perlahan menghilang. Pada abad ke-5 M, mereka hampir tidak terdengar lagi dalam catatan sejarah.
  5. Interpretasi Modern
    Beberapa sarjana modern melihat Ebionit sebagai saksi historis penting terhadap keberagaman awal Kekristenan, terutama dalam kristologi dan hubungan gereja dengan Yudaisme.

Tokoh-Tokoh Terkait Ebionitisme

Tidak ada tokoh Ebionit yang tercatat secara jelas dalam sumber sejarah, namun beberapa tokoh dan penulis kuno berperan dalam dokumentasi mengenai mereka:

  1. Irenaeus dari Lyon – Penulis Against Heresies yang membahas ajaran Ebionit.
  2. Eusebius dari Caesarea – Sejarawan gereja yang menuliskan keberadaan komunitas Yahudi Kristen.
  3. Epifanius dari Salamis – Penulis Panarion, catatan paling detail tentang klaim doktrinal Ebionit.
  4. Hegesippus – Sumber Yahudi-Kristen awal yang mungkin mencerminkan tradisi sejenis Ebionit.
  5. James the Just (Yakobus) – Meskipun bukan Ebionit, beberapa aliran Yahudi Kristen menganggap Yakobus sebagai figur sentral.
Orang lain juga membaca :  Etnofasisme

Referensi

  • Dunn, J. D. G. (1992). The Partings of the Ways Between Christianity and Judaism. SCM Press.
  • Pagels, E. (1988). The Gnostic Gospels. Vintage.
  • Ehrman, B. D. (2003). Lost Christianities: The Battles for Scripture and the Faiths We Never Knew. Oxford University Press.
  • Klijn, A. F. J., & Reinink, G. J. (1973). Patristic Evidence for Jewish-Christian Sects. Brill.
  • Wilson, S. G. (1995). Related Strangers: Jews and Christians 70–170 C.E. Fortress Press.

Citation

Previous Article

Druisme

Next Article

Eklesiologi

Citation copied!