Druisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Druisme adalah sebuah sistem kepercayaan dan praktik spiritual kuno yang dianut oleh kaum Druid, yaitu golongan pemuka agama, ahli hukum, dan penasihat dalam masyarakat Keltik di Eropa Barat sebelum masuknya Kekristenan. Druisme bukan hanya agama, tetapi juga mencakup filsafat, kebijaksanaan alam, kosmologi, dan tradisi lisan yang sangat kaya. Karena hampir seluruh ajarannya diturunkan secara lisan, pengetahuan modern tentang Druisme sebagian besar berasal dari sumber Romawi, arkeologi, dan rekonstruksi modern.

Ajaran Druisme

Ajaran Druisme dapat disimpulkan dari tradisi Keltik kuno dan praktik neopagan modern yang berusaha menghidupkannya kembali:

  1. Kesucian Alam
    Alam dipandang sebagai manifestasi spiritual. Pohon—terutama pohon ek—sangat dihormati. Hutan dianggap sebagai tempat sakral untuk ritual.
  2. Kepercayaan kepada Banyak Dewa (Politeisme Keltik)
    Druisme memuja berbagai dewa dan dewi, seperti:
    • Lugh (dewa cahaya dan keahlian)
    • Brigid (dewi puisi, penyembuhan, dan api)
    • Cernunnos (dewa kesuburan dan alam liar)
  3. Kehidupan Setelah Kematian
    Orang Keltik percaya pada kelanjutan hidup setelah mati, sering dipandang sebagai perjalanan ke dunia lain (Otherworld), seperti Annwn.
  4. Ritual dan Upacara Musiman
    Empat festival besar Keltik per tahun:
    • Samhain (awal musim dingin)
    • Imbolc (awal musim semi)
    • Beltane (awal musim panas)
    • Lughnasadh (musim panen)
    Ritual dilakukan di alam terbuka, sering melibatkan api, pohon, dan simbol-simbol kosmik.
  5. Tradisi Lisan dan Kebijaksanaan
    Pengetahuan disampaikan melalui puisi, cerita rakyat, dan penghafalan. Para Druid memiliki peran:
    • Druid (imam, ahli kosmologi)
    • Bard (penyair, penjaga sejarah)
    • Ovates (peramal dan tabib)
  6. Etika dan Filosofi
    Menekankan keseimbangan, keharmonisan dengan alam, kearifan, dan peran komunitas.
  7. Praktik Penyembuhan
    Ovates menggunakan tanaman obat dan ritual penyembuhan, mencerminkan pemahaman herbal Keltik yang maju.
Orang lain juga membaca :  Neoliberalisme

Sejarah Perkembangan Druisme

  1. Asal-usul Kuno (abad ke-4 SM – 1 M)
    Druisme berkembang di wilayah Keltik seperti Irlandia, Inggris, Wales, dan Galia.
    Penulis Romawi seperti Julius Caesar mencatat para Druid sebagai kelas terdidik yang berpengaruh, tetapi catatannya bias karena kepentingan politik.
  2. Penindasan oleh Romawi (abad ke-1 M)
    Kekaisaran Romawi menganggap para Druid sebagai ancaman politik dan menindas mereka, terutama di Galia dan Britania.
  3. Transformasi dan Hilangnya Tradisi Asli (abad ke-5 M)
    Masuknya Kekristenan menyebabkan ritual Druis menjadi berkurang, meski unsur-unsur tradisi Keltik tetap bertahan dalam budaya lokal.
  4. Kebangkitan Modern (abad ke-18 hingga sekarang)
    Romantisisme Eropa menyalakan kembali minat pada Druid kuno. Organisasi seperti:
    • The Ancient Order of Druids (1781)
    • Order of Bards, Ovates and Druids (OBOD) (1964)
    menghidupkan kembali praktik spiritual berdasarkan penelitian historis dan minat neopaganisme.

Saat ini, Druisme modern cenderung bersifat rekonstruksionis, filosofis, ekologis, dan tidak identik dengan Druisme kuno, namun tetap terinspirasi olehnya.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Druisme Modern

  1. Iolo Morganwg (Edward Williams) – Tokoh penting kebangkitan Druisme Wales (kontroversial karena banyak rekonstruksi kreatif).
  2. Ross Nichols – Pendiri OBOD, berpengaruh dalam Druisme kontemporer.
  3. Philip Carr-Gomm – Pemimpin OBOD modern, penulis tentang Druisme dan spiritualitas alam.
  4. Nora Chadwick – Sarjana yang memberikan kontribusi penting tentang sejarah Druisme.
  5. Miranda Aldhouse-Green – Arkeolog dan penulis yang meneliti Druid dan budaya Keltik kuno.

Referensi

  • Aldhouse-Green, M. (2010). The World of the Druids. Thames & Hudson.
  • Chadwick, N. K. (1966). The Druids. University of Wales Press.
  • Hutton, R. (2009). Blood and Mistletoe: The History of the Druids in Britain. Yale University Press.
  • Carr-Gomm, P. (2014). Druid Mysteries. HarperCollins.
  • Cunliffe, B. (1997). The Ancient Celts. Oxford University Press.
Orang lain juga membaca :  Christian Science

Citation

Previous Article

Dispensasionalisme

Next Article

Ebionitisme

Citation copied!