Double Bind Fallacy

Raymond Kelvin Nando Double Bind Fallacy adalah kekeliruan penalaran yang muncul ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama membawa konsekuensi negatif, sementara opsi lain yang sebenarnya mungkin tersedia tetapi disembunyikan, sehingga individu terjebak dalam situasi dilematis yang tidak adil dan tidak rasional.

Pengertian Double Bind Fallacy

Double Bind Fallacy adalah kesalahan logika ketika seseorang dipaksa memilih antara dua opsi yang keduanya merugikan, namun tetap diposisikan seolah-olah itu adalah pilihan bebas, padahal struktur argumen tersebut meniadakan alternatif lain yang lebih masuk akal. Fallacy ini sering muncul dalam manipulasi interpersonal, retorika politik, maupun komunikasi otoritarian, di mana pengendali wacana ingin memastikan bahwa apa pun pilihan lawan bicara, hasil akhirnya menguntungkan pihak yang memberikan dilema.

Ciri-Ciri Double Bind Fallacy

  1. Menyajikan dua pilihan yang tampak mutlak padahal tidak lengkap.
  2. Kedua pilihan memberi hasil negatif bagi pihak yang dipaksa memilih.
  3. Terdapat tekanan psikologis atau moral agar seseorang segera memilih salah satu.
  4. Alternatif rasional lain sengaja dihilangkan atau disembunyikan.
  5. Membentuk situasi lose-lose untuk mengontrol keputusan atau persepsi.

Contoh Double Bind Fallacy

  1. “Kalau kamu setuju berarti kamu tidak kritis, kalau tidak setuju berarti kamu melawan aturan.” Kedua pilihan membuat seseorang tampak salah.
  2. “Jika kamu berbicara, kamu dianggap tidak loyal; jika kamu diam, kamu dianggap menyembunyikan sesuatu.” Dalam kondisi ini, apa pun tindakan seseorang tetap dinilai negatif.
  3. Dalam konteks kerja: “Kalau kamu lembur, berarti kamu tidak efisien; kalau tidak lembur, berarti kamu tidak berdedikasi.” Ini membangun jebakan evaluasi yang tidak adil.
Orang lain juga membaca :  Burden of Proof Fallacy

Cara Menghindari Double Bind Fallacy

  1. Identifikasi apakah benar hanya dua opsi yang tersedia.
  2. Ajukan alternatif ketiga atau keempat yang lebih rasional dan tidak merugikan.
  3. Pertanyakan asumsi dasar: siapa yang menentukan dua pilihan tersebut dan apa motifnya.
  4. Fokus pada konteks, bukan dikotomi, untuk melihat struktur manipulatifnya.
  5. Gunakan bahasa klarifikasi: “Ada kemungkinan lain selain kedua pilihan itu.”

FAQ

Apa bedanya Double Bind Fallacy dengan false dilemma?

False dilemma membatasi pilihan secara keliru, sedangkan Double Bind Fallacy secara khusus membatasi pilihan pada dua opsi yang sama-sama merugikan atau menjebak.

Apakah Double Bind Fallacy selalu bentuk manipulasi?

Tidak selalu, namun sangat sering digunakan untuk manipulasi, terutama dalam komunikasi otoriter atau relasi kuasa timpang.

Bagaimana mengenali Double Bind Fallacy dalam debat?

Perhatikan apakah semua opsi yang diberikan menempatkan Anda pada posisi salah atau kalah, dan apakah alternatif lain sengaja tidak dibahas.

Referensi

  • Baron, J. (2008). Thinking and deciding. Cambridge University Press.
  • Damer, T. E. (2013). Attacking faulty reasoning: A practical guide to fallacy-free arguments. Wadsworth Cengage Learning.
  • Walton, D. (2008). Informal logic: A pragmatic approach. Cambridge University Press.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Double Standard Fallacy

Next Article

Equivocation Fallacy

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *