Division Fallacy

Dipublikasikan: 19 November 2025

Terakhir diperbarui: 19 November 2025

Raymond Kelvin NandoDivision fallacy adalah kekeliruan berpikir ketika seseorang menyimpulkan bahwa sifat yang dimiliki suatu keseluruhan pasti dimiliki juga oleh setiap bagian di dalamnya, sehingga menimbulkan generalisasi terbalik yang tidak sah secara logis.

Pengertian Division Fallacy

Division fallacy adalah bentuk kesalahan penalaran di mana karakteristik suatu kelompok, objek keseluruhan, atau entitas kompleks diasumsikan berlaku bagi setiap bagian penyusunnya. Kekeliruan ini terjadi karena penalaran yang membalikkan hubungan antara whole dan parts tanpa mempertimbangkan bahwa beberapa sifat hanya muncul pada level keseluruhan dan tidak ada pada komponen-komponennya. Kekeliruan ini sering muncul dalam politik, sains, psikologi sosial, hingga kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang mengira bahwa apa yang benar untuk kelompok pasti benar untuk individu.

Ciri-ciri Division Fallacy

Ciri-ciri utama kekeliruan ini meliputi:

  1. Kesimpulan ditarik dari keseluruhan ke bagian tanpa penjelasan yang valid.
  2. Mengabaikan perbedaan sifat emergen antara sistem dan komponennya.
  3. Menganggap hubungan analogis tanpa dasar logis.
  4. Bias generalisasi bahwa identitas kolektif pasti menentukan identitas individu.
  5. Menggunakan stereotipe kelompok sebagai dasar penilaian bagian.

Contoh Division Fallacy

  1. “Tim sepak bola itu sangat kuat, jadi setiap pemainnya pasti sangat kuat.”
    Padahal kekuatan tim dapat berasal dari strategi, bukan kekuatan individual.
  2. “Universitas itu bergengsi, jadi semua mahasiswanya pasti pintar.”
    Reputasi institusi tidak menentukan kualitas masing-masing mahasiswa.
  3. “Perusahaan itu kaya, berarti setiap karyawannya pasti kaya.”
    Kekayaan perusahaan tidak otomatis mengalir ke tingkat individual.
  4. “Negara itu makmur, jadi seluruh warganya pasti makmur.”
    Kesejahteraan makro tidak selalu mencerminkan kesejahteraan mikro.
Orang lain juga membaca :  Wishful Thinking Fallacy

Cara Menghindari Division Fallacy

Beberapa langkah untuk menghindari kekeliruan ini:

  1. Bedakan antara sifat kolektif dan sifat individual—tidak semua sifat dapat diturunkan ke tingkat bagian.
  2. Evaluasi apakah klaim memiliki dasar empiris untuk setiap bagian, bukan hanya untuk keseluruhan.
  3. Pertimbangkan konsep sifat emergen: sesuatu yang muncul pada tingkat keseluruhan dapat hilang pada tingkat bagian.
  4. Hindari penilaian berbasis stereotipe kelompok atau institusi.
  5. Ajukan pertanyaan klarifikasi: “Apakah ada bukti bahwa bagian memiliki sifat yang sama?”

FAQ

Apa perbedaan division fallacy dengan composition fallacy?

Composition fallacy menarik kesimpulan dari bagian ke keseluruhan, sedangkan division fallacy menarik kesimpulan dari keseluruhan ke bagian.

Mengapa division fallacy sering tidak disadari?

Karena manusia cenderung menggunakan heuristik asosiasi—menganggap bahwa bagian merepresentasikan keseluruhan atau sebaliknya tanpa analisis logis mendalam.

Apakah semua generalisasi dari kelompok ke individu salah?

Tidak. Generalisasi hanya salah jika tidak memiliki dasar logis atau empiris. Pernyataan yang didukung data atau statistik tidak termasuk fallacy.

Referensi

  • Copi, I. M., Cohen, C., & McMahon, K. (2016). Introduction to Logic. Pearson.
  • Damer, T. E. (2013). Attacking Faulty Reasoning. Wadsworth.
  • Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. Farrar, Straus and Giroux.

Citation

Previous Article

Cum Hoc Ergo Propter Hoc Fallacy

Next Article

Double Standard Fallacy

Citation copied!