Dispensasionalisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Dispensasionalisme adalah sebuah sistem teologi dalam tradisi Protestan Evangelikal yang membagi sejarah keselamatan ke dalam beberapa “dispensasi” atau periode waktu tertentu, di mana Allah berhubungan dengan manusia melalui cara-cara khusus yang berbeda. Fokus utama sistem ini adalah pembedaan antara Israel dan Gereja, penafsiran literal terhadap nubuatan Alkitab, serta penekanan pada doktrin akhir zaman, termasuk pengangkatan (rapture) dan pemerintahan seribu tahun Kristus di bumi (milenium). Dispensasionalisme mulai berkembang pada abad ke-19 dan menjadi salah satu sistem eskatologi paling berpengaruh di Amerika Utara.

Ajaran Dispensasionalisme

Ajaran Dispensasionalisme mencakup beberapa prinsip teologis sentral yang membentuk kerangka sistematisnya:

  1. Pembagian Sejarah Keselamatan ke Dalam Dispensasi
    Dispensasionalisme membagi sejarah manusia ke dalam periode-periode tertentu, biasanya tujuh, seperti:
    • Ketidakbersalahan (Eden)
    • Hati nurani
    • Pemerintahan manusia
    • Janji
    • Hukum Taurat
    • Kasih karunia (gereja)
    • Kerajaan Seribu Tahun
    Dalam setiap dispensasi, Allah memberikan tanggung jawab tertentu kepada manusia.
  2. Distingsi antara Israel dan Gereja
    Salah satu ciri khas terkuat adalah bahwa Israel etnis dan Gereja adalah dua entitas yang berbeda dalam rencana Allah. Janji-janji kepada Israel dipandang literal dan akan digenapi pada masa depan dalam konteks kerajaan mesianik.
  3. Penafsiran Alkitab Secara Literal
    Dispensasionalisme menekankan pendekatan literal (gramatikal-historis) terutama dalam menafsirkan nubuatan Perjanjian Lama dan Wahyu.
  4. Eschatologi Premilenial dan Pretribulasi
    Banyak dispensasionalis mengajarkan bahwa:
    • Gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi (pre-tribulation rapture).
    • Kristus akan kembali secara fisik untuk memerintah selama seribu tahun di bumi (premillennialism).
  5. Rencana Allah yang Disatukan namun Beraneka
    Walaupun menekankan perbedaan antara Israel dan Gereja, dispensasionalisme tetap melihat adanya rencana Allah yang tunggal dalam sejarah keselamatan.
  6. Pentingnya Nubuatan dalam Teologi
    Dispensasionalisme memberikan porsi besar pada nubuatan Alkitab, terutama mengenai Israel modern, Timur Tengah, dan peristiwa akhir zaman.
Orang lain juga membaca :  Lutheranisme

Sejarah Perkembangan Dispensasionalisme

Gerakan ini bermula pada awal abad ke-19 melalui pelayanan John Nelson Darby, seorang tokoh dari gerakan Plymouth Brethren di Inggris. Darby mengembangkan konsep pengangkatan gereja secara tiba-tiba dan visi eskatologi yang memisahkan Israel dari Gereja.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Dispensasionalisme menyebar luas melalui:

  • Scofield Reference Bible (1909) – Disusun oleh C. I. Scofield, Alkitab ini melampirkan catatan teologis dispensasionalis yang sangat berpengaruh.
  • Dallas Theological Seminary (did. 1924) – Lembaga akademik yang mempromosikan Dispensasionalisme klasik.

Pada pertengahan abad ke-20, Dispensasionalisme menjadi arus utama di lingkungan Evangelikal Amerika melalui para pengajar seperti Lewis Sperry Chafer, John Walvoord, dan Charles Ryrie. Buku populer seperti The Late Great Planet Earth (Hal Lindsey, 1970) dan seri fiksi Left Behind (Tim LaHaye & Jerry B. Jenkins) ikut memperkenalkan eskatologi dispensasionalisme kepada publik global.

Pada akhir abad ke-20, muncul varian Progressive Dispensationalism, yang menekankan kesinambungan lebih besar antara Israel dan Gereja serta menafsirkan beberapa janji Kerajaan sebagai sudah dimulai dalam pelayanan Kristus.

Dispensasionalisme terus memiliki pengaruh signifikan dalam teologi Evangelikal, terutama dalam bidang eskatologi, pendalaman Alkitab, dan interpretasi geopolitik modern.

Tokoh-Tokoh Dispensasionalisme

  1. John Nelson Darby (1800–1882) – Bapak Dispensasionalisme modern.
  2. Cyrus Ingerson Scofield (1843–1921) – Penyusun Scofield Reference Bible yang memperluas pengaruh sistem ini.
  3. Lewis Sperry Chafer (1871–1952) – Pendiri Dallas Theological Seminary, penulis Systematic Theology.
  4. John F. Walvoord (1910–2002) – Teolog eskatologi terkemuka dan presiden DTS.
  5. Charles C. Ryrie (1925–2016) – Penulis Dispensationalism Today, tokoh utama Dispensasionalisme klasik.

Referensi

  • Blaising, C. A., & Bock, D. L. (1993). Progressive Dispensationalism. Baker Academic.
  • Feinberg, J. S. (Ed.). (2001). Continuity and Discontinuity: Perspectives on the Relationship Between the Old and New Testaments. Crossway.
  • Mangum, R., & Sweetnam, M. (2010). The Scofield Bible: Its History and Impact on the Evangelical Church. Hendrickson.
  • Ryrie, C. C. (2007). Dispensationalism. Moody Publishers.
  • Walvoord, J. F. (1966). The Millennial Kingdom. Zondervan.
Orang lain juga membaca :  Anarko-Feminisme

Citation

Previous Article

Donatisme

Next Article

Druisme

Citation copied!