Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Dispensasionalisme adalah sebuah sistem teologi dalam tradisi Protestan Evangelikal yang membagi sejarah keselamatan ke dalam beberapa “dispensasi” atau periode waktu tertentu, di mana Allah berhubungan dengan manusia melalui cara-cara khusus yang berbeda. Fokus utama sistem ini adalah pembedaan antara Israel dan Gereja, penafsiran literal terhadap nubuatan Alkitab, serta penekanan pada doktrin akhir zaman, termasuk pengangkatan (rapture) dan pemerintahan seribu tahun Kristus di bumi (milenium). Dispensasionalisme mulai berkembang pada abad ke-19 dan menjadi salah satu sistem eskatologi paling berpengaruh di Amerika Utara.
Daftar Isi
Ajaran Dispensasionalisme mencakup beberapa prinsip teologis sentral yang membentuk kerangka sistematisnya:
Gerakan ini bermula pada awal abad ke-19 melalui pelayanan John Nelson Darby, seorang tokoh dari gerakan Plymouth Brethren di Inggris. Darby mengembangkan konsep pengangkatan gereja secara tiba-tiba dan visi eskatologi yang memisahkan Israel dari Gereja.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Dispensasionalisme menyebar luas melalui:
Pada pertengahan abad ke-20, Dispensasionalisme menjadi arus utama di lingkungan Evangelikal Amerika melalui para pengajar seperti Lewis Sperry Chafer, John Walvoord, dan Charles Ryrie. Buku populer seperti The Late Great Planet Earth (Hal Lindsey, 1970) dan seri fiksi Left Behind (Tim LaHaye & Jerry B. Jenkins) ikut memperkenalkan eskatologi dispensasionalisme kepada publik global.
Pada akhir abad ke-20, muncul varian Progressive Dispensationalism, yang menekankan kesinambungan lebih besar antara Israel dan Gereja serta menafsirkan beberapa janji Kerajaan sebagai sudah dimulai dalam pelayanan Kristus.
Dispensasionalisme terus memiliki pengaruh signifikan dalam teologi Evangelikal, terutama dalam bidang eskatologi, pendalaman Alkitab, dan interpretasi geopolitik modern.