Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Deisme adalah suatu aliran filsafat dan kepercayaan religius yang menegaskan keberadaan Tuhan sebagai Pencipta alam semesta, namun menolak wahyu supernatural, mukjizat, dan intervensi ilahi dalam kehidupan manusia. Dalam pandangan Deis, Tuhan menciptakan dunia dengan hukum-hukum alam yang teratur lalu membiarkannya berfungsi secara mandiri. Deisme berkembang kuat pada Zaman Pencerahan sebagai reaksi terhadap dogmatisme gereja dan munculnya rasionalisme modern.
Daftar Isi
Ajaran Deisme didasarkan pada keyakinan bahwa akal budi manusia adalah jalan utama untuk mengenal Tuhan. Prinsip-prinsip utamanya meliputi:
Deisme tidak membentuk sistem doktrin yang ketat, sehingga terdapat variasi pemikiran di antara para penganutnya. Namun, semuanya sepakat bahwa Tuhan tidak terlibat langsung dalam sejarah atau kehidupan manusia setelah proses penciptaan.
Akar Deisme muncul pada abad ke-17 di Inggris sebagai respons terhadap ketegangan antara gereja dan ilmu pengetahuan. Tokoh awal seperti Edward Herbert of Cherbury merumuskan dasar-dasar Deisme melalui “agama alam” (natural religion), yang menyatakan bahwa semua manusia dapat mengenal Tuhan tanpa wahyu.
Pada abad ke-18, Deisme mencapai puncaknya dalam konteks Zaman Pencerahan. Di Inggris, Prancis, dan Amerika, Deisme menjadi fondasi bagi banyak pemikir yang mengedepankan rasionalisme, sains, dan kebebasan berpikir. Tokoh seperti John Toland dan Matthew Tindal menulis karya-karya yang mengkritik agama institusional dan mengusulkan agama rasional sebagai alternatif.
Di Amerika, Deisme memengaruhi para pemikir pendiri negara, seperti Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, dan Thomas Paine. Bagi mereka, Deisme memberikan kerangka etis dan filosofis untuk negara yang memisahkan agama dari politik.
Meskipun menurun pada abad ke-19, Deisme tetap memengaruhi humanisme sekuler, liberalisme agama, Unitarianisme, dan gagasan tentang “spiritualitas tanpa agama”. Pada abad ke-21, elemen-elemen Deisme muncul dalam gerakan non-religious spirituality, teisme rasional, dan agama alam modern.