Dipublikasikan: 7 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025
Dipublikasikan: 7 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Christian Science adalah sebuah gerakan keagamaan yang didirikan pada abad ke-19 oleh Mary Baker Eddy, yang menekankan bahwa realitas sejati adalah spiritual, bukan material, serta menegaskan bahwa penyakit dan penderitaan dapat diatasi melalui pemahaman rohani dan doa. Ajaran ini tertuang dalam karya Eddy Science and Health with Key to the Scriptures, yang dianggap sebagai teks utama selain Alkitab. Christian Science berupaya memadukan konsep penyembuhan rohani dengan interpretasi metafisik terhadap Kitab Suci, sehingga menempatkan kesadaran akan kebenaran ilahi sebagai jalan menuju kebebasan dari kondisi-kondisi fisik maupun mental.
Daftar Isi
Christian Science menegaskan bahwa Allah adalah Roh yang sempurna, dan karena itu ciptaan Allah juga bersifat spiritual dan sempurna. Materi, penderitaan, dosa, dan penyakit dipandang sebagai kesalahpahaman atau ilusi dalam kesadaran manusia, bukan realitas mutlak. Beberapa pokok ajaran utama Christian Science meliputi:
Meskipun demikian, gereja ini tidak secara eksplisit melarang anggotanya mencari pertolongan medis, tetapi lebih menekankan bahwa penyembuhan rohani adalah metode yang lebih konsisten dengan pengajaran mereka.
Christian Science berawal ketika Mary Baker Eddy mengalami pemulihan kesehatan dramatis pada tahun 1866, yang kemudian ia yakini sebagai hasil dari pemahaman rohani mendalam terhadap kuasa Allah. Pengalaman ini mendorongnya untuk mengembangkan suatu sistem teologi dan penyembuhan yang ia dokumentasikan dalam Science and Health (1875), yang hingga kini menjadi sumber utama pengajaran Christian Science.
Pada tahun 1879, Church of Christ, Scientist resmi didirikan di Boston, Massachusetts. Gerakan ini berkembang pesat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, bersamaan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap spiritualisme, sains rohani, dan penyembuhan alternatif. Christian Science juga mendirikan The Christian Science Monitor (1908), sebuah surat kabar internasional yang hingga kini dikenal karena kualitas jurnalisme profesionalnya.
Memasuki abad ke-20 dan 21, pertumbuhan gereja ini mulai melambat karena tantangan modern seperti perkembangan ilmu kedokteran, kritik terhadap ajaran metafisik, serta penurunan keanggotaan. Namun demikian, Christian Science tetap bertahan sebagai tradisi keagamaan yang mempengaruhi pemikiran spiritual Barat, terutama dalam bidang penyembuhan rohani dan metafisika Kristen.