Raymond Kelvin Nando — Bundisme merupakan ideologi sosialisme Yahudi yang berakar pada gerakan General Jewish Labour Bund, organisasi sosialis Yahudi yang berdiri di wilayah Kekaisaran Rusia pada tahun 1897. Ideologi ini menekankan perjuangan kelas kaum pekerja Yahudi, otonomi nasional-kultural dalam diaspora, serta penolakan terhadap Zionisme yang menganggap tanah air Yahudi hanya dapat diwujudkan di Palestina. Bundisme menjadi salah satu pilar penting dalam sejarah sosialisme Eropa Timur dan memainkan peran besar dalam politik Yahudi sekuler di awal abad ke-20.
Daftar Isi
Pengertian Bundisme
Bundisme dapat diartikan sebagai ideologi sosialisme Yahudi yang menggabungkan perjuangan kelas dengan identitas budaya Yahudi dalam kerangka sekuler dan anti-Zionis.
Bundisme muncul sebagai respons terhadap dua tantangan besar yang dihadapi kaum Yahudi pada akhir abad ke-19: penindasan ekonomi di bawah rezim Tsar dan diskriminasi sosial yang bersifat antisemit. Alih-alih mendukung emigrasi ke Palestina seperti kaum Zionis, Bundis percaya bahwa kebebasan Yahudi hanya bisa dicapai melalui perjuangan sosial di tempat mereka tinggal, bersama kelas pekerja non-Yahudi.
“Dimana kami hidup, disitulah tanah air kami.”
— Semboyan General Jewish Labour Bund, dikutip dalam Jack Jacobs, On Socialists and the Jewish Question, hlm. 61
Bagi para Bundis, menjadi Yahudi berarti mempertahankan bahasa, budaya, dan solidaritas komunitas melalui perjuangan politik, bukan agama. Oleh karena itu, Bundisme juga menjadi motor bagi pengakuan bahasa Yiddish sebagai bahasa modern kaum proletar Yahudi.
Tokoh Bundisme
Beberapa tokoh utama Bundisme antara lain Arkadi Kremer, Vladimir Medem, dan Raphael Abramovitch, yang menjadi pemimpin intelektual serta organisator dalam perjuangan buruh Yahudi di Eropa Timur.
“Bund bukan sekadar partai, tetapi gerakan moral bagi kebebasan manusia.”
— Vladimir Medem, Socialism and the National Question, hlm. 18
Arkadi Kremer dikenal sebagai pendiri Bund dan perumus strategi perjuangan politik serta organisasi massa. Sementara Medem adalah teoretikus utama yang mengembangkan konsep otonomi nasional-kultural, yaitu hak suatu bangsa untuk mempertahankan identitasnya tanpa memerlukan negara tersendiri.
“Sosialisme tanpa kebebasan nasional hanyalah bentuk baru dari perbudakan.”
— Vladimir Medem, On the Jewish Question and Social Democracy, hlm. 42
Prinsip dan Gagasan Utama Bundisme
Sosialisme Yahudi dan Perjuangan Kelas
Bundisme berpijak pada prinsip Marxisme, namun dengan penekanan khusus pada kondisi kaum Yahudi di diaspora. Bundis menolak kapitalisme yang menindas kelas pekerja sekaligus menentang antisemitisme yang menindas komunitas Yahudi.
“Perjuangan kami bukan hanya melawan borjuasi, tetapi juga melawan kebencian yang membuat kami terpisah dari sesama pekerja.”
— Arkadi Kremer, Our Program, hlm. 11
Bundisme melihat bahwa emansipasi Yahudi hanya dapat dicapai melalui solidaritas lintas etnis dalam perjuangan kelas, bukan melalui penciptaan negara baru.
Otonomi Nasional-Kultural
Bundisme memperkenalkan gagasan “otonomi nasional-kultural”, yang berarti bahwa setiap kelompok etnis berhak mengatur urusan budaya dan pendidikan mereka sendiri tanpa memisahkan diri secara politik.
“Bangsa adalah komunitas budaya, bukan entitas politik yang terikat pada tanah tertentu.”
— Vladimir Medem, Socialism and the National Question, hlm. 27
Dengan demikian, Bund menolak Zionisme yang berfokus pada nasionalisme teritorial, dan sebaliknya menekankan nasionalisme budaya sebagai bentuk pembebasan.
Anti-Zionisme dan Sekularisme
Bundisme menolak ide Zionisme karena dianggap mengalihkan perhatian dari perjuangan kelas dan memperkuat perpecahan antara kaum Yahudi dan non-Yahudi. Bagi Bundis, masalah Yahudi adalah masalah sosial, bukan masalah nasional.
“Zionisme adalah pelarian dari tanggung jawab sosial, bukan jalan menuju kebebasan.”
— Vladimir Medem, On Zionism and the Jewish Question, hlm. 33
Selain itu, Bundisme bersifat sekuler, menolak campur tangan agama dalam politik, dan menempatkan identitas Yahudi sebagai identitas budaya, bukan religius.
Internasionalisme Proletar
Bundisme mendorong solidaritas lintas bangsa di bawah panji sosialisme internasional. Walau memperjuangkan hak-hak khusus kaum Yahudi, Bundis percaya bahwa pembebasan sejati hanya bisa dicapai jika semua pekerja di dunia bersatu.
“Tidak ada kebebasan bagi Yahudi tanpa kebebasan bagi manusia seluruhnya.”
— Arkadi Kremer, Our Program, hlm. 19
FAQ
Apakah Bundisme sama dengan Zionisme?
Tidak. Bundisme menolak gagasan mendirikan negara Yahudi di Palestina dan justru menekankan perjuangan sosial serta otonomi budaya di negara tempat kaum Yahudi sudah tinggal.
Apakah Bundisme bersifat religius?
Tidak. Bundisme bersifat sekuler, memandang identitas Yahudi sebagai warisan budaya dan sosial, bukan agama.
Apakah Bundisme masih relevan hari ini?
Beberapa gagasan Bundisme, seperti pluralisme budaya, solidaritas lintas etnis, dan hak-hak minoritas, masih relevan dalam konteks perjuangan sosial modern dan politik identitas.
Referensi
- Kremer, A. (1897). Our Program. Vilna: Bund Press.
- Medem, V. (1904). Socialism and the National Question. Warsaw: Bund Publishing.
- Medem, V. (1909). On the Jewish Question and Social Democracy. Vilna: Bund Press.
- Jacobs, J. (1992). On Socialists and the Jewish Question. New York: Cambridge University Press.
- Mendelsohn, E. (1981). Class Struggle in the Pale: The Formative Years of the Jewish Workers’ Movement in Tsarist Russia. Cambridge: Cambridge University Press.
- Frankel, J. (1984). Prophecy and Politics: Socialism, Nationalism, and the Russian Jews, 1862–1917. Cambridge: Cambridge University Press.