Buddhisme

Dipublikasikan: 7 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Buddhisme adalah tradisi spiritual dan filsafat yang lahir di India pada abad ke-5 hingga ke-4 SM melalui ajaran Siddhartha Gautama, yang dikenal sebagai Buddha. Buddhisme menekankan pemahaman terhadap penderitaan manusia, penyebabnya, dan jalan menuju pembebasan atau pencerahan (nirvana). Agama ini tidak memusatkan diri pada konsep Tuhan pencipta yang personal, melainkan pada praktik etis, meditasi, dan kebijaksanaan sebagai sarana untuk mengatasi penderitaan dan mencapai kebebasan dari siklus kelahiran kembali (samsara). Buddhisme berkembang menjadi berbagai aliran dan tradisi di Asia, termasuk Theravāda, Mahāyāna, dan Vajrayāna, dan berfokus pada pengembangan moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan sebagai inti kehidupan spiritual.

Ajaran Buddhisme

Ajaran Buddhisme menekankan beberapa prinsip inti:

  1. Empat Kebenaran Mulia – Mengajarkan tentang eksistensi penderitaan (dukkha), sebab penderitaan (tanha atau nafsu), kemungkinan berhentinya penderitaan (nirvana), dan jalan menuju akhir penderitaan (Jalan Mulia Berunsur Delapan).
  2. Jalan Mulia Berunsur Delapan – Panduan etis dan spiritual yang mencakup pandangan benar, niat benar, ucapan benar, tindakan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
  3. Konsep Anatta (Tanpa Diri) – Penekanan bahwa tidak ada inti diri yang kekal dalam individu; eksistensi bersifat sementara dan saling terkait.
  4. Hukum Karma – Tindakan manusia memiliki konsekuensi moral yang mempengaruhi kelahiran kembali dan pengalaman hidup selanjutnya.
  5. Samsara dan Nirvana – Hidup manusia dianggap sebagai bagian dari siklus kelahiran kembali yang penuh penderitaan, dan tujuan spiritual adalah mencapai pencerahan dan pembebasan (nirvana).

Selain itu, Buddhisme mendorong praktik meditasi (samadhi), pengembangan welas asih (karuna), dan kebijaksanaan (prajna) sebagai sarana transformasi diri dan masyarakat.

Orang lain juga membaca :  Jainisme

Sejarah Perkembangan Buddhisme

Buddhisme dimulai di India pada abad ke-5 hingga ke-4 SM, dengan Siddhartha Gautama yang mencapai pencerahan di Bodh Gaya dan mulai mengajarkan Dharma. Setelah kematiannya, ajarannya tersebar ke seluruh India dan Asia melalui misi biksu, perdagangan, dan kontak budaya.

  • Theravāda berkembang di Sri Lanka dan Asia Tenggara, menekankan pemeliharaan ajaran asli Buddha dan praktik monastik.
  • Mahāyāna muncul sekitar abad ke-1 M, menekankan bodhisattva, belas kasih universal, dan akses pencerahan bagi semua makhluk.
  • Vajrayāna berkembang di Tibet dan Mongolia, menggabungkan ritual, mantra, dan meditasi esoterik sebagai jalan pencerahan.

Seiring waktu, Buddhisme menyebar ke Asia Timur (Tiongkok, Jepang, Korea) dan Asia Tenggara, beradaptasi dengan budaya lokal sambil mempertahankan inti ajaran Buddha tentang penderitaan, karma, dan pencerahan.

Tokoh-Tokoh Buddhisme

  1. Siddhartha Gautama (Buddha, 563–483 SM) – Pendiri Buddhisme yang mencapai pencerahan dan mengajarkan Dharma.
  2. Ashoka (304–232 SM) – Kaisar Maurya yang memelopori penyebaran Buddhisme di India dan Asia melalui misi diplomatik dan monastik.
  3. Nāgārjuna (c. 150–250 M) – Filsuf Mahāyāna yang mengembangkan ajaran Madhyamaka tentang kekosongan (śūnyatā).
  4. Bodhidharma (abad ke-5–6) – Guru Buddhisme Zen yang menyebarkan ajaran meditasi di Tiongkok.
  5. Dalai Lama (Tenzin Gyatso, lahir 1935) – Pemimpin spiritual Tibet yang mempromosikan Buddhisme kontemporer, perdamaian, dan dialog antaragama.

Referensi

  • Harvey, P. (2013). An Introduction to Buddhism: Teachings, History and Practices (2nd ed.). Cambridge University Press.
  • Gethin, R. (1998). The Foundations of Buddhism. Oxford University Press.
  • Lopez, D. S. (2002). Buddhism: An Introduction. Penguin Books.
  • Williams, P., & Tribe, A. (2000). Buddhism: Critical Concepts in Religious Studies. Routledge.
  • Keown, D. (2013). Buddhism: A Very Short Introduction (2nd ed.). Oxford University Press.
Orang lain juga membaca :  Gandhisme

Citation

Previous Article

Binitarianisme

Next Article

Theravāda

Citation copied!