Raymond Kelvin Nando — Bolshevisme merupakan ideologi politik revolusioner yang berakar pada ajaran Marxisme dan dikembangkan oleh Vladimir Ilyich Lenin pada awal abad ke-20. Ideologi ini menekankan perlunya perebutan kekuasaan oleh partai pelopor proletariat untuk menggulingkan sistem kapitalisme dan mendirikan negara sosialis sebagai tahap menuju komunisme. Lahir dari perpecahan dalam Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia tahun 1903, Bolshevisme menjadi dasar ideologis bagi berdirinya Uni Soviet dan membentuk arah revolusi komunis global sepanjang abad ke-20.
Daftar Isi
Pengertian Bolshevisme
Bolshevisme dapat diartikan sebagai ideologi revolusioner Marxis-Leninis yang menekankan kepemimpinan partai pelopor, sentralisme demokratik, dan perjuangan kelas bersenjata untuk mencapai sosialisme.
Lenin mengembangkan gagasan ini dengan berpandangan bahwa revolusi tidak akan lahir secara spontan dari kelas pekerja, melainkan harus dipimpin oleh partai yang sadar secara teori dan disiplin secara organisasi. Partai tersebut bertugas menyadarkan, memimpin, dan mengorganisasi proletariat dalam perjuangan melawan borjuasi.
“Tanpa teori revolusioner, tidak ada gerakan revolusioner.”
— Vladimir I. Lenin, What Is To Be Done?, hlm. 28
Ideologi ini memandang negara sebagai alat kelas penguasa. Karena itu, proletariat harus merebut negara dan menjadikannya alat sementara untuk menghancurkan sisa-sisa kapitalisme—suatu konsep yang dikenal sebagai “kediktatoran proletariat.”
Tokoh Bolshevisme
Tokoh utama dari ideologi ini adalah Vladimir Ilyich Lenin (1870–1924), pemimpin revolusi Rusia tahun 1917 dan pendiri negara Soviet. Lenin berhasil menerjemahkan teori Marxisme ke dalam konteks Rusia yang feodal dan agraris, menciptakan model revolusi yang menekankan disiplin organisasi dan tindakan cepat.
“Revolusi adalah festival tertinggi rakyat.”
— Vladimir I. Lenin, The State and Revolution, hlm. 53
Selain Lenin, tokoh penting lainnya termasuk Leon Trotsky, yang mengembangkan teori revolusi permanen, dan Joseph Stalin, yang kemudian menginstitusionalisasi Bolshevisme dalam bentuk pemerintahan totaliter di Uni Soviet.
“Tanpa disiplin besi dalam partai, kemenangan proletariat adalah mustahil.”
— Vladimir I. Lenin, Left-Wing Communism: An Infantile Disorder, hlm. 44
Prinsip dan Gagasan Utama Bolshevisme
Partai Pelopor dan Sentralisme Demokratik
Inti dari Bolshevisme adalah partai pelopor (vanguard party) yang beranggotakan kaum revolusioner profesional. Partai ini bukan organisasi massa biasa, melainkan alat perjuangan yang disiplin dan memiliki kesadaran ideologis tinggi.
“Partai harus menjadi otak dan hati dari revolusi proletariat.”
— Vladimir I. Lenin, What Is To Be Done?, hlm. 35
Konsep sentralisme demokratik berarti setiap anggota bebas berdiskusi dan berdebat, tetapi setelah keputusan diambil, semua wajib patuh tanpa kecuali. Prinsip ini bertujuan menjaga kesatuan tindakan di tengah perjuangan revolusioner.
Kediktatoran Proletariat
Bolshevisme menolak demokrasi borjuis dan menggantinya dengan kediktatoran proletariat, yaitu kekuasaan politik yang dipegang oleh kelas pekerja untuk menghancurkan kekuatan kapitalis.
“Demokrasi bagi kaum miskin, penindasan bagi para penindas—itulah arti sejati kediktatoran proletariat.”
— Vladimir I. Lenin, The State and Revolution, hlm. 67
Menurut Lenin, bentuk ini hanyalah tahap sementara menuju masyarakat tanpa kelas di mana negara akhirnya akan lenyap.
Internasionalisme Proletar
Bolshevisme menolak nasionalisme sempit dan mengusung gagasan solidaritas internasional antarpekerja di seluruh dunia. Revolusi Rusia dianggap sebagai awal dari revolusi global yang akan menggulingkan kapitalisme internasional.
“Pekerja tidak memiliki tanah air. Mereka memiliki dunia untuk dimenangkan.”
— Karl Marx & Friedrich Engels, Manifesto of the Communist Party, hlm. 50 (dikutip oleh Lenin dalam Imperialism: The Highest Stage of Capitalism, hlm. 22)
Lenin juga menentang imperialisme dan kolonialisme, menyebutnya sebagai bentuk tertinggi dari kapitalisme.
Anti-Imperialisme dan Revolusi Dunia
Dalam analisis Lenin, kapitalisme telah berkembang menjadi imperialisme yang mengeksploitasi negara-negara kolonial. Maka, perjuangan nasional di dunia kolonial merupakan bagian dari revolusi proletar global.
“Imperialisme adalah kapitalisme yang telah mencapai tahap tertingginya—monopoli dan perang.”
— Vladimir I. Lenin, Imperialism: The Highest Stage of Capitalism, hlm. 11
FAQ
Apakah Bolshevisme sama dengan Komunisme?
Tidak sepenuhnya. Bolshevisme adalah bentuk praksis politik dari komunisme yang dikembangkan oleh Lenin. Ia adalah jalan spesifik menuju komunisme melalui partai pelopor dan kediktatoran proletariat.
Mengapa Bolshevisme sering dianggap otoriter?
Karena menekankan kedisiplinan mutlak dalam partai dan kekuasaan politik yang terpusat. Namun, bagi Lenin, ini diperlukan agar revolusi dapat bertahan menghadapi musuh internal dan eksternal.
Apakah Bolshevisme masih relevan di abad ke-21?
Meskipun konteksnya telah berubah, gagasan tentang perlawanan terhadap kapitalisme global, anti-imperialisme, dan organisasi politik disiplin masih memengaruhi gerakan kiri dan aktivisme di seluruh dunia.
Referensi
- Lenin, V. I. (1902). What Is To Be Done? Moscow: Progress Publishers.
- Lenin, V. I. (1917). The State and Revolution. Moscow: Progress Publishers.
- Lenin, V. I. (1920). Left-Wing Communism: An Infantile Disorder. Moscow: Progress Publishers.
- Lenin, V. I. (1916). Imperialism: The Highest Stage of Capitalism. Moscow: Progress Publishers.
- Trotsky, L. (1930). History of the Russian Revolution. London: Pluto Press.
- Service, R. (2000). Lenin: A Biography. Cambridge: Harvard University Press.
- Löwy, M. (2005). The Politics of Combined and Uneven Development. London: Verso.