Baudot

Dipublikasikan: 11 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Baudot merupakan salah satu sistem pengkodean karakter paling awal yang digunakan dalam telekomunikasi, terutama untuk mesin teletype dan transmisi telegraf digital. Baudot, yang kemudian berevolusi menjadi International Telegraph Alphabet No. 2 (ITA2), menggunakan kode 5-bit untuk merepresentasikan huruf dan simbol dengan dua mode utama: LETTERS dan FIGURES. Meskipun sederhana, Baudot adalah fondasi bagi banyak sistem encoding modern.

Pengertian Baudot

Baudot adalah sistem encoding berbasis 5-bit yang memetakan karakter teks ke dalam bitstream untuk keperluan transmisi telegraf dan teleprinter. Setiap karakter direpresentasikan dengan kombinasi lima bit yang menghasilkan 32 kemungkinan pola. Karena 32 pola tidak cukup untuk semua karakter alfabet, Baudot menggunakan mekanisme shift antara dua mode:

  • LETTERS: memuat huruf alfabet
  • FIGURES: memuat angka dan simbol

Proses shift dilakukan dengan dua kode khusus:

  • LTRS → berpindah ke mode huruf
  • FIGS → berpindah ke mode angka/simbol

Baudot dipakai secara luas dalam mesin teletype, radio teletype (RTTY), dan sistem komunikasi awal sebelum masuknya ASCII dan standar 7-bit lainnya.

Sejarah Perkembangan Baudot

Baudot Code diperkenalkan oleh Émile Baudot pada tahun 1870-an sebagai sistem pengkodean telegraf digital pertama yang menggunakan karakter dengan panjang bit tetap. Kode ini menjadi tonggak penting karena memungkinkan transmisi teks secara digital dengan kecepatan tinggi menggunakan keyboard dan distributor mekanis.

Orang lain juga membaca :  APCO-25 IMBE

Pada 1920-an, Baudot mengalami modifikasi besar yang menghasilkan ITA2 (International Telegraph Alphabet No. 2) oleh CCITT. Versi ini menjadi standar global, digunakan oleh teletype (TTY), militer, stasiun radio, hingga layanan diplomatik internasional. Pada masa Perang Dunia II, Baudot digunakan luas untuk komunikasi jarak jauh sebelum diambil alih oleh sistem enkripsi dan mesin teleprinter kriptografi.

Dengan hadirnya komputer modern dan ASCII pada 1960-an, penggunaan Baudot menurun, namun tetap tertanam dalam komunitas radio amatir (RTTY), telekomunikasi radio, dan sistem teletype khusus hingga sekarang.

Prinsip Dasar dan Metode Baudot

Encoding Baudot menggunakan 5-bit fixed-length dengan sifat-sifat berikut:

1. Struktur 5-bit

Setiap karakter direpresentasikan sebagai kombinasi bit:
b1 b2 b3 b4 b5
Total kemungkinan: 32 pola.

2. Dua Mode (Shift System)

Karena 32 pola tidak cukup untuk alfabet + simbol, Baudot memakai mode:

  • LTRS untuk huruf (A–Z)
  • FIGS untuk angka/simbol (0–9, -, ?, !)

Contoh pergeseran:
11111 → LTRS
11011 → FIGS

3. Clocking dan Timing

Baudot digunakan dengan transmisi sinkron maupun asinkron. Dalam RTTY:

  • 5 bit data
  • 1 start bit (0)
  • 1.5 atau 2 stop bit (1)

4. Representasi Karakter

Contoh tabel ITA2 (LTRS):
A → 00011
B → 11001
C → 01110

Mode FIGS:
0 → 01110
1 → 00011
2 → 11001
Simbol lain menggantikan huruf yang sama.

5. Pergantian Mode

Jika ingin mengetik angka, kirim kode FIGS dulu, lalu angka.
Jika kembali ke huruf, kirim kode LTRS.

6. Transmisi Berbasis Line Signal

Sinyal mark dan space digunakan sebagai representasi logis 1 dan 0 dalam RTTY tradisional.

7. Dekoding

Proses membaca bit-stream 5-bit lalu menentukan mode aktif untuk memetakan ke karakter.

8. Sinkronisasi

Beberapa sistem teletype mengirim LTRS secara berkala untuk menjaga mode sinkron antar terminal.

Orang lain juga membaca :  Alphanumeric Encoding

Contoh Input → Output Baudot

Contoh 1: Mengencode huruf

Input: HELLO
Output (LTRS mode):
H → 11010
E → 00001
L → 11100
L → 11100
O → 11000

Bitstream:
11010 00001 11100 11100 11000

Contoh 2: Mengencode angka 123

Masuk mode FIGS:
FIGS → 11011
1 → 00011
2 → 11001
3 → 01110

Output:
11011 00011 11001 01110

Contoh 3: Perpaduan huruf dan angka

Input: A2Z
LTRS → A → FIGS → 2 → LTRS → Z
Pattern:
11111? (LTRS optional)
A → 00011
FIGS → 11011
2 → 11001
LTRS → 11111
Z → 10110

Contoh 4: RTTY dengan start/stop bits

Huruf A (00011)
Transmisi:
0 00011 11
(start) (data) (stop)

Contoh 5: Kode FIGS untuk simbol

Simbol ? menggunakan pola FIGS untuk huruf Y:
Y → 10101 (LTRS)
? → 10101 (FIGS)

Contoh 6: Encoding teks panjang

HELLO 123 →
LTRS → H E L L O → FIGS → 1 2 3

Contoh 7: Dekode bitstream

11010 00001 11100 → H E L

Kelebihan & Kekurangan Baudot

Kelebihan:

  • Sangat sederhana dan cepat.
  • Cocok untuk transmisi jarak jauh dan radio.
  • Hanya membutuhkan 5 bit per karakter.
  • Mendukung mekanisme shift sehingga fleksibel.
  • Sudah terbukti stabil selama lebih dari satu abad.
  • Efisien untuk sistem bandwidth rendah.

Kekurangan:

  • Jumlah karakter terbatas.
  • Bergantung pada mode FIGS/LTRS yang dapat hilang sinkron.
  • Tidak mendukung huruf kecil.
  • Tidak cocok untuk encoding data modern.
  • Sulit digunakan untuk bahasa non-Latin.
  • Representasi simbol terbatas.
  • Rentan kesalahan jika satu bit salah pada shift code.

Referensi

  • Baudot, E. (1874). Telegraphic Coding Principles.
  • ITU-T. International Telegraph Alphabet No. 2 Specification.
  • Schell, B. (2019). Fundamentals of Radio Teletype Systems.
  • Kahn, D. (1996). The Codebreakers.
  • Murray, D. (1925). Development of Teleprinter Codes.
Previous Article

B64URL

Next Article

Base16

Citation copied!