Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Base64 merupakan salah satu teknik encoding paling terkenal dan paling banyak digunakan di dunia komputasi modern. Metode ini mengonversi data biner menjadi representasi teks menggunakan 64 karakter yang aman untuk ditransmisikan melalui protokol berbasis teks. Base64 digunakan secara luas dalam email (MIME), HTTP, JSON, XML, penyimpanan token autentikasi, sertifikat digital, data URI, dan berbagai sistem yang membutuhkan cara standar untuk merepresentasikan data biner dalam bentuk karakter ASCII. Popularitas Base64 datang dari sifatnya yang stabil, interoperabel, lintas platform, mendukung sistem lama, dan tetap mudah digunakan dalam berbagai skenario perangkat lunak dan komunikasi.
Daftar Isi
Base64 adalah teknik encoding yang mengubah data biner menjadi rangkaian karakter ASCII menggunakan 64 simbol dalam alfabet standar:
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+/
Setiap 3 byte input (24 bit) dipecah menjadi 4 kelompok 6-bit sehingga dapat dipetakan ke 64 karakter tersebut. Bila jumlah byte tidak habis dibagi 3, Base64 menambahkan padding karakter “=” untuk menandai sisa data.
Base64 bukanlah metode kompresi ataupun enkripsi. Fungsinya adalah transport encoding — cara aman untuk memindahkan data biner melalui protokol yang hanya mendukung karakter teks. Karena sifatnya ini, Base64 menjadi fondasi dalam banyak protokol dan format data internet.
Base64 pertama kali dikembangkan sebagai bagian dari spesifikasi MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions) pada awal 1990-an oleh internet engineering community. Pada masa itu, sistem email lama hanya mendukung ASCII 7-bit sehingga file biner seperti gambar, dokumen, dan lampiran harus dikonversi menjadi format teks.
RFC 1421 dan RFC 1521 menjadi dasar popularisasi teknik Base64 sebagai encoding standar untuk:
Seiring berkembangnya internet, Base64 meluas ke berbagai domain seperti:
Standar resmi modern Base64 didefinisikan dalam RFC 4648.
Base64 memproses data dalam grup 3 byte (24 bit):
AAAA AAAA BBBB BBBB CCCC CCCC
→ dipecah menjadi 4 grup 6 bit:
xx xxxx xx xxxx xx xxxx xx xxxx
Setiap 6 bit dipetakan ke karakter dalam alfabet Base64.
ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+/
Total 64 karakter.
Jika input tidak habis dibagi 3 byte:
Padding memastikan bahwa output tetap dapat di-decode secara deterministik.
Base64 aman untuk protokol berbasis teks karena hanya menggunakan karakter huruf, angka, dan dua simbol (+ dan /).
Beberapa varian terkenal:
Varian ini dibuat untuk konteks berbeda, seperti URL, email, dan sertifikat kripto.
Dekoding Base64 mengumpulkan 4 karakter Base64 (24 bit) → dikemas kembali menjadi 3 byte biner.
Base64 menambah ukuran data:
Meskipun bertambah besar, encoding ini menjadi standar interoperabilitas global.
Input byte:
41
Binary:
01000001
Dikelompokkan menjadi 6 bit:
010000 01xxxx
Tambahkan padding → total 2 karakter + “==”
Base64:
QQ==
Byte:
48 69
Binary → 16 bit
Base64:
SGk=
Bytes: 48 65 6C 6C 6F
Base64:
SGVsbG8=
Bytes:
01 02 03
Base64:
AQID
Bytes (3 bytes pertama PNG):
89 50 4E
Base64:
iVBQ
{“name”: “Alice”}
Base64:
eyJuYW1lIjogIkFsaWNlIn0=
Input: PNG file biner
Output Base64 digunakan sebagai:
data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAA…
Kelebihan:
Kekurangan: