Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Baptisme adalah sebuah tradisi dan aliran dalam Kekristenan Protestan yang menekankan baptisan orang percaya (believer’s baptism), kebebasan jemaat lokal, serta otoritas Kitab Suci dalam kehidupan gereja. Istilah “Baptis” sering digunakan untuk menyebut denominasi-denominasi yang tergabung dalam tradisi Baptis, yang berakar pada gerakan pembaruan gerejawi di Inggris pada abad ke-17. Baptisme berkembang menjadi salah satu tradisi Protestan terbesar di dunia dan memiliki pengaruh signifikan dalam misi global, pendidikan, dan kehidupan masyarakat sipil.
Daftar Isi
Tradisi Baptis dikenal karena beberapa prinsip teologis yang khas, antara lain:
Akar historis Baptisme ditemukan dalam gerakan Separatis Inggris pada awal abad ke-17. Kelompok-kelompok ini ingin memisahkan diri dari Gereja Inggris karena mereka meyakini perlunya gereja yang benar-benar berdasarkan Kitab Suci.
Tokoh awal seperti John Smyth dan Thomas Helwys membentuk komunitas Baptis pertama di Amsterdam (1609), sebelum gerakan ini menyebar kembali ke Inggris. Baptisme kemudian berkembang dalam dua cabang utama:
Pada abad ke-18 dan 19, gerakan Baptis berkembang pesat di Amerika Utara, menjadi salah satu denominasi terbesar di negara tersebut. Southern Baptist Convention kemudian menjadi kelompok Baptis terbesar di dunia. Tradisi Baptis juga menyebar melalui misi ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Abad ke-20 menyaksikan kemunculan gelombang Baptis yang lebih beragam secara teologis: dari fundamentalis, konservatif, hingga gereja Baptis yang moderat dan progresif. Meski heterogen, mereka tetap bersatu dalam prinsip baptisan orang percaya dan kebebasan jemaat.