Baháʼí

Dipublikasikan: 4 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 4 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Baháʼí adalah sebuah agama monoteistik global yang muncul pada abad ke-19 di Persia (sekarang Iran), yang menekankan kesatuan umat manusia, persatuan agama, dan kedamaian dunia. Agama ini didirikan oleh Bahá’u’lláh (1817–1892), yang dianggap pengikutnya sebagai Manifestasi Allah dan penyampai wahyu ilahi untuk zaman modern. Ajaran Baháʼí menekankan persatuan spiritual dan sosial, penghapusan prasangka, kesetaraan gender, pendidikan universal, dan keharmonisan antara sains dan agama. Baháʼí menolak diskriminasi agama, ras, dan etnis, dan mendorong pemahaman bahwa semua agama besar dunia berasal dari sumber ilahi yang sama, yang menyampaikan pesan Allah sesuai konteks zaman mereka.

Ajaran Baháʼí

Ajaran Baháʼí memiliki beberapa prinsip utama:

  1. Kesatuan umat manusia – Semua manusia adalah bagian dari satu keluarga besar, dan persatuan sosial merupakan tujuan spiritual dan moral.
  2. Persatuan agama – Semua agama besar dunia berasal dari sumber ilahi yang sama dan merupakan tahap perkembangan spiritual umat manusia.
  3. Penghapusan prasangka – Agama ini menekankan penghapusan prasangka berdasarkan ras, etnis, kelas sosial, atau gender.
  4. Kesetaraan gender – Baháʼí menekankan pentingnya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sebagai prinsip moral dan sosial.
  5. Pendidikan universal – Pendidikan dianggap hak setiap individu dan sarana penting untuk kemajuan manusia.
  6. Harmoni antara sains dan agama – Sains dan agama dipandang sebagai dua sumber kebenaran yang saling melengkapi.

Selain itu, Baháʼí menekankan pengembangan spiritual individu, doa, ibadah, dan pelayanan kepada masyarakat sebagai manifestasi dari keyakinan dan pengabdian mereka.

Orang lain juga membaca :  Hegelianisme

Sejarah Perkembangan Baháʼí

Baháʼí lahir dari latar belakang keagamaan Persia abad ke-19, yang sebelumnya dikenal sebagai Bábisme, sebuah gerakan reformis yang dipimpin oleh Báb. Bahá’u’lláh, murid utama Báb, mengklaim menerima wahyu ilahi pada tahun 1863 dan mulai mengajarkan prinsip-prinsip kesatuan dan perdamaian.

Agama ini menghadapi penganiayaan di Persia dan kemudian di Timur Tengah, tetapi menyebar ke seluruh dunia melalui pengikutnya. Pada abad ke-20, komunitas Baháʼí berkembang di Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia, menjadikannya salah satu agama global dengan komunitas internasional yang terorganisir melalui lembaga-lembaga seperti Universial House of Justice.

Baháʼí menekankan peran organisasi kolektif dalam membangun masyarakat, dan pendidikan serta pengembangan sosial sebagai cara mewujudkan prinsip-prinsip persatuan dan keadilan yang diajarkan oleh Bahá’u’lláh.

Tokoh-Tokoh Baháʼí

  1. Bahá’u’lláh (1817–1892) – Pendiri agama Baháʼí dan dianggap sebagai Manifestasi Allah oleh para pengikutnya.
  2. The Báb (1819–1850) – Tokoh pendahulu Bahá’u’lláh yang memulai gerakan Bábisme dan menyiapkan jalan bagi wahyu Bahá’u’lláh.
  3. ‘Abdu’l-Bahá (1844–1921) – Putra Bahá’u’lláh, penerus spiritual dan pengajar internasional agama Baháʼí.
  4. Shoghi Effendi (1897–1957) – Penjaga Baháʼí yang mengembangkan administrasi global dan terjemahan kitab suci Baháʼí.
  5. Universal House of Justice – Lembaga administratif tertinggi Baháʼí yang mengatur urusan komunitas global.

FAQ

Apakah agama Baháʼí termasuk agama Islam?

Tidak. Agama Baháʼí adalah agama independen yang muncul di abad ke-19 di Persia. Meskipun lahir dari konteks Islam, Baháʼí memiliki ajaran, kitab suci, dan nabi sendiri, yaitu Baháʼu’lláh, sehingga bukan bagian dari Islam.

Agama Baháʼí diakui di Indonesia?

Ya, agama Baháʼí diakui secara resmi di Indonesia sebagai salah satu agama resmi, meski pengikutnya relatif sedikit dan terkonsentrasi di beberapa daerah tertentu.

Apa kitab agama Baháʼí?

Kitab suci agama Baháʼí adalah Kitáb-i-Aqdas, yang ditulis oleh Baháʼu’lláh. Kitab ini memuat ajaran pokok, hukum, dan prinsip-prinsip moral serta spiritual bagi pengikut Baháʼí.

Referensi

  • Smith, P. (2000). An Introduction to the Baha’i Faith. Cambridge University Press.
  • Momen, M. (2007). The Baha’i Faith: A Short Introduction. Oneworld Publications.
  • Esslemont, J. E. (2006). Bahá’u’lláh and the New Era. Baha’i Publishing Trust.
  • Hatcher, W. S., & Martin, J. (1998). The Bahá’í Faith: The Emerging Global Religion. HarperSanFrancisco.
  • Universal House of Justice. (1998). Century of Light: A History of the Bahá’í Faith. Bahá’í World Centre.

Citation

Previous Article

Atheisme

Next Article

Yuval Noah Harari – Homo Deus (Terjemahan) [PDF]

Citation copied!