Dipublikasikan: 17 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Dipublikasikan: 17 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Baba Yaga adalah tokoh folklor terkenal dari tradisi Slavia Timur yang berasal terutama dari Rusia, Ukraina, dan Polandia. Ia digambarkan sebagai sosok perempuan tua misterius dengan kekuatan supranatural yang hidup di hutan liar, jauh dari peradaban manusia. Baba Yaga menempati posisi unik dalam folklor Eropa karena memiliki sifat ambivalen: ia dapat menjadi antagonis yang berbahaya, tetapi juga penolong yang bijaksana tergantung pada perilaku tokoh yang berinteraksi dengannya. Dalam kajian folklor internasional, Baba Yaga dipahami sebagai figur liminal yang mewakili batas antara kehidupan dan kematian, alam dan manusia, serta ketertiban dan kekacauan.
Daftar Isi
Folklor Baba Yaga tidak memiliki satu alur cerita tunggal, melainkan hadir dalam berbagai varian dongeng rakyat Slavia. Umumnya, Baba Yaga tinggal di sebuah pondok ajaib yang berdiri di atas kaki ayam dan dapat berputar sesuai perintah. Ia sering digambarkan terbang menggunakan lesung raksasa, mengayuhnya dengan alu, dan menyapu jejaknya dengan sapu.
Dalam banyak cerita, Baba Yaga berperan sebagai penghalang bagi tokoh utama, biasanya seorang anak muda atau gadis yang tersesat di hutan. Ia menguji keberanian, kecerdikan, dan moralitas tokoh tersebut melalui tugas-tugas sulit atau teka-teki berbahaya. Tokoh yang bersikap sopan, cerdas, dan menghormati aturan sering kali mendapat bantuan atau hadiah dari Baba Yaga. Sebaliknya, mereka yang bersikap sombong, malas, atau melanggar norma akan dihukum atau bahkan dimakan olehnya.
Melalui peran ganda ini, Baba Yaga menjadi figur penguji moral yang menentukan apakah seseorang layak melanjutkan perjalanan hidupnya. Hutan tempat tinggalnya berfungsi sebagai ruang transisi simbolik, di mana tokoh utama mengalami perubahan, pendewasaan, atau pencerahan sebelum kembali ke dunia sosial.
Folklor Baba Yaga termasuk dalam kategori dongeng rakyat, dengan unsur kuat mitos dan legenda. Dalam klasifikasi folklor, Baba Yaga dapat dikelompokkan sebagai:
Kisah-kisah Baba Yaga berfungsi sebagai cerita pengantar nilai-nilai sosial, etika, dan psikologis, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Folklor Baba Yaga berkembang dalam konteks budaya agraris dan hutan masyarakat Slavia kuno. Hutan dipandang sebagai wilayah berbahaya sekaligus sakral, tempat bersemayam kekuatan alam dan roh leluhur. Baba Yaga sering ditafsirkan sebagai sisa figur dewi kuno pra-Kristen yang berhubungan dengan kematian, kelahiran kembali, dan siklus alam.
Dalam masyarakat Slavia, cerita Baba Yaga berfungsi sebagai sarana pendidikan sosial. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua, mematuhi norma, dan bersikap bijaksana saat menghadapi situasi asing. Seiring waktu, Baba Yaga juga mengalami reinterpretasi dalam sastra modern, psikologi Jungian, dan budaya populer, namun tetap mempertahankan esensi simboliknya sebagai penjaga batas dan penguji karakter manusia.
Folklor Baba Yaga mengandung berbagai makna dan fungsi penting dalam kebudayaan Slavia dan kajian folklor global, antara lain:
Baba Yaga adalah tokoh legenda dan folklor dalam tradisi Slavia Timur, sering digambarkan sebagai penyihir tua yang hidup di dalam rumah yang berdiri di atas kaki ayam. Ia dikenal sebagai figur misterius yang memiliki kekuatan sihir dan peran ambivalen antara menolong atau menguji manusia.
Baba Yaga sering muncul sebagai penguji keberanian atau kecerdikan tokoh utama dalam cerita rakyat. Ia bisa menjadi rintangan yang menantang atau sumber bantuan, tergantung pada tindakan dan moralitas karakter yang ditemuinya.
Baba Yaga penting karena menjadi simbol kekuatan alam, misteri, dan ujian moral. Figur ini mencerminkan nilai-nilai budaya Slavia tentang keberanian, kecerdikan, dan konsekuensi tindakan, serta terus memengaruhi sastra dan budaya populer modern.