Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — AX.25 Encoding merupakan teknik pengkodean data yang digunakan dalam protokol komunikasi paket radio amatir. AX.25 sendiri adalah adaptasi dari protokol X.25 Layer 2 (LAPB) yang dimodifikasi untuk kebutuhan komunikasi radio, termasuk dukungan untuk alamat berbasis callsign dan penanganan frame yang tahan terhadap kondisi kanal yang bising. Encoding dalam AX.25 berfokus pada pembentukan frame, representasi alamat, bit stuffing, serta mekanisme FCS untuk menjaga integritas data.
Daftar Isi
AX.25 Encoding adalah proses pengkodean frame AX.25 ke dalam bitstream yang siap ditransmisikan melalui medium radio. Encoding ini mencakup penyusunan frame dalam format HDLC-like, pembentukan alamat dalam 7-byte callsign field, bit stuffing untuk menghindari konflik pola flag, dan penambahan Frame Check Sequence (FCS) menggunakan CRC-16.
Ciri utama AX.25 Encoding:
AX.25 dikembangkan pada akhir 1970-an oleh radio amatir Kanada berdasarkan LAPB (Link Access Procedure Balanced) milik X.25. Pada saat itu, kebutuhan komunikasi paket melalui radio meningkat seiring berkembangnya teknologi komputer. AX.25 memperkenalkan modifikasi utama pada struktur alamat dan fleksibilitas untuk jaringan non-komersial.
Pada 1980–1990-an, AX.25 menjadi standar de facto jaringan packet radio, digunakan dalam BBS radio amatir, gateway internet awal, hingga telemetri satelit amatir. Versi 2.0 dan 2.2 memperkenalkan perbaikan efisiensi, frame tanpa koneksi (UI frame), serta kompatibilitas dengan APRS. Encoding AX.25 terus dipakai hingga sekarang, terutama dalam APRS, CubeSat, telemetri eksperimen, serta sistem darurat berbasis radio amatir.
Encoding AX.25 mengikuti pola frame HDLC dengan beberapa modifikasi untuk penggunaan radio.
Flag
Address Field
Control Field
Protocol ID (PID)
Information Field
FCS
Flag
Flag:
01111110 (7E) di awal dan akhir frame.
Setiap alamat berukuran 7 byte:
6 karakter callsign (A–Z, 0–9, spasi)
1 byte SSID
Karakter diencode dalam 7-bit ASCII yang digeser satu bit ke kiri.
Bit terakhir byte SSID mengandung bit “End of Address”.
Contoh:
CALLSIGN: YG2AAA-3
Setiap karakter di-shift 1 bit ke kiri.
Untuk UI frame APRS: F0
Untuk protokol lain digunakan nilai berbeda.
Payload atau data APRS/telemetri.
Tidak memiliki panjang tetap.
Untuk memastikan flag tidak muncul di tengah frame:
Setelah lima bit ‘1’ berturut-turut → sisipkan satu ‘0’.
Contoh bit stuffing:
11111 + 0 disisipkan sebelum bit ‘1’ berikutnya.
Polinomial:
X^16 + X^12 + X^5 + 1
Inisialisasi: FFFF
Output dibalik (bitwise inverted), kemudian dikirim LSB terlebih dahulu.
AX.25 sering digunakan bersama NRZ-I dan modulasi AFSK 1200 baud dalam aplikasi APRS.
Source: YG2AAA-3
Destination: APRS
Control: 03
PID: F0
Info: Hello
Encoding alamat (setiap karakter shift left 1 bit):
Y → 0xB8
G → 0x8E
2 → 0x64
A → 0x82
A → 0x82
A → 0x82
SSID untuk -3 → 0x62
Destination: APRS SSID-0
A → 0x82
P → 0xA0
R → 0xA4
S → 0xA6
Spasi → 0x40
Spasi → 0x40
SSID → 0x60
Frame sebelum FCS (disederhanakan):
7E 82 A0 A4 A6 40 40 60 B8 8E 64 82 82 82 62 03 F0 48 65 6C 6C 6F XX XX 7E
XX XX adalah FCS CRC-16.
01111110 10000010 10100000 … 01001000 01100101 01101100 01101100 01101111 (FCS) 01111110
B8 → shift right → Y
8E → G
64 → 2
Contoh hitung untuk pesan “12345”:
CRC awal FFFF → diproses → hasil misal: 0x6F91
Dikirim sebagai byte: 91 6F
UI frame tidak memerlukan handshake, sehingga ideal untuk APRS.
Kelebihan:
Kekurangan: