Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Audio PCM merupakan salah satu teknik representasi audio digital paling fundamental dalam dunia komputasi, telekomunikasi, dan penyiaran. PCM (Pulse-Code Modulation) mengubah gelombang suara analog menjadi rangkaian sampel digital yang terkuantisasi, menciptakan format audio yang akurat, stabil, dan dapat diproses oleh berbagai perangkat elektronik. Teknik ini menjadi fondasi format audio modern seperti WAV, AIFF, CD Audio, dan berbagai sistem komunikasi suara.
Daftar Isi
Audio PCM adalah metode encoding audio digital yang merepresentasikan sinyal analog sebagai kumpulan sampel amplitude yang diambil secara periodik (sampling) dan dikonversi menjadi nilai digital (quantization). PCM tidak melakukan kompresi; setiap sampel direkam apa adanya sesuai resolusi bit dan laju sampling.
Parameter utama PCM:
PCM digunakan pada audio CD (44.1 kHz, 16-bit, stereo), sistem telepon (8 kHz, 8-bit kompresi μ-law/A-law), studio recording (24-bit / 96 kHz), serta berbagai aplikasi broadcasting dan processing karena kesetiaannya terhadap suara asli.
Konsep Pulse-Code Modulation pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an oleh Alec Reeves, tetapi baru dapat diterapkan secara praktis pada 1940–1950-an ketika teknologi elektronika digital berkembang. Pada awalnya PCM digunakan dalam telekomunikasi militer dan jaringan telepon jarak jauh untuk meningkatkan kualitas transmisi dibanding sebelumnya yang berbasis analog.
Memasuki tahun 1970–1980-an, PCM menjadi standar utama dalam perekaman suara digital setelah munculnya digital audio tape (DAT), CD Audio, dan workstation digital. PCM akhirnya mendominasi hampir seluruh aspek audio digital dan digunakan dalam file format seperti WAV, AIFF, BWF, serta format container multimedia lainnya.
Kini PCM tetap menjadi standar emas untuk mastering audio, penyiaran, dan produksi profesional, sementara berbagai codec kompresi (MP3, AAC, Opus) berperan sebagai format distribusi berbasis lossy.
PCM mengambil sampel amplitudo sinyal audio analog pada interval tetap. Semakin tinggi sampling rate, semakin besar spektrum frekuensi yang dapat direpresentasikan. Berdasarkan Teorema Nyquist:
frekuensi maksimum = sampling rate / 2
Contoh:
44.1 kHz → mampu menangkap hingga ~22 kHz
Setiap sampel ditranslasikan ke nilai numerik diskrit sesuai bit depth. Bit depth menentukan rentang dinamika dan noise floor.
8-bit → 256 level
16-bit → 65.536 level
24-bit → 16.777.216 level
Semakin besar bit depth, semakin halus detail suara dan semakin kecil noise.
Nilai kuantisasi dikonversi ke representasi biner dan disusun sesuai format:
Contoh umum:
16-bit PCM little-endian banyak dipakai di WAV.
Linear PCM (LPCM): nilai amplitudo berbanding lurus dengan sinyal aslinya.
Non-Linear PCM: termasuk μ-law dan A-law yang digunakan pada telepon.
Stereo PCM menggunakan pola interleave:
Left sample, Right sample, Left, Right, dan seterusnya.
PCM hanyalah metode encoding; file seperti WAV hanyalah container yang menyimpan PCM.
Input analog:
Gelombang sinus 440 Hz (nada A4)
Sampling 44.1 kHz, 16-bit → menghasilkan nilai sampel:
0
2052
4097
6126
… (ribuan nilai)
-2052
0
… berulang
Input: kanal kiri dan kanan
Output contoh 16-bit PCM little-endian:
Left: 1522 → F2 05
Right: 301 → 2D 01
Output interleave:
F2 05 2D 01
Input suara ucapan, amplitudo kecil → kuantisasi 8 bit:
50
52
48
44
39
…
Untuk 1 detik stereo 44.1 kHz 16-bit:
44.100 sampel × 2 channel × 2 byte = 176.400 byte data PCM
Penggunaan pada Blu-ray:
48 kHz, 24-bit, 5.1 channel
Kelebihan:
Kekurangan: