Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — ATSC A/53 Video Encoding merupakan standar kompresi dan penyiaran video digital yang digunakan terutama dalam televisi digital Amerika Utara. Standar ini mendefinisikan bagaimana sinyal video, audio, dan data multiplex dikodekan dan ditransmisikan melalui sistem penyiaran berbasis 8-VSB. ATSC A/53 merupakan fondasi dari era TV digital modern sebelum digantikan secara bertahap oleh ATSC 3.0. Dengan struktur teknis yang kompleks, standar ini menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan penyiaran digital global.
Daftar Isi
ATSC A/53 Video Encoding adalah metode kompresi dan transmisi video digital yang menggunakan MPEG-2 Video sebagai standar encoding resmi sesuai spesifikasi ATSC A/53. Standar ini menetapkan parameter lengkap mulai dari resolusi, framerate, scan type, chroma subsampling, bitrate, hingga struktur transport stream untuk penyiaran televisi.
ATSC A/53 mendefinisikan penggunaan MPEG-2 MP@HL (Main Profile at High Level) untuk mendukung resolusi maksimum 1920×1080 interlaced, 1280×720 progressive, dan 704/640 SDTV. Encoding disesuaikan dengan kebutuhan broadcasting, bukan penyimpanan, sehingga video dikodekan dalam format yang memaksimalkan efisiensi transmisi, kompatibilitas penerima, dan ketahanan terhadap noise kanal UHF/VHF.
Pengembangan ATSC A/53 dimulai pada awal 1990-an sebagai upaya menggantikan sistem analog NTSC yang digunakan selama beberapa dekade. ATSC bekerja sama dengan organisasi seperti IEEE, SMPTE, dan EIA untuk mengembangkan standar digital yang lebih efisien dan menawarkan kualitas gambar lebih tinggi.
Pada tahun 1995, ATSC A/53 versi awal diperkenalkan, dan pada 1996 standarnya diratifikasi sebagai sistem penyiaran digital resmi. Sistem ini memperkenalkan frame progresif HD 720p, 1080i, EPG berbasis PSIP, dan kompresi audio Dolby AC-3. Selanjutnya, A/53 direvisi beberapa kali untuk menyesuaikan kebutuhan industri, termasuk penyempurnaan field-rate, captioning, sampling chroma, colorimetry ITU-R BT.709, serta aturan multiplex transport stream MPEG-2.
ATSC A/53 digunakan secara luas di AS, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, dan negara lain. Meskipun kini mulai digantikan ATSC 3.0 berbasis OFDM dan video HEVC, standar A/53 tetap menjadi bagian utama infrastruktur penyiaran HD global.
ATSC A/53 menggunakan MPEG-2 Video dengan parameter ketat untuk memastikan interoperabilitas dan kualitas penyiaran yang stabil.
ATSC A/53 mendukung beberapa format resmi:
Encoding wajib menggunakan:
Main Profile @ High Level (MP@HL)
Hal ini menyediakan:
ATSC A/53 biasanya memanfaatkan bitrate antara 10–19 Mbps untuk video HD. Parameter penting:
Menggunakan MPEG-2 Transport Stream (TS) 188-byte packets.
Komponen yang dibawa:
ATSC A/53 menekankan kompatibilitas penerima:
Input:
Video 1920×1080 interlaced, 29.97 fps, sumber kamera TV.
Output MPEG-2:
Profile: MP@HL
Bitrate target: 15 Mbps
GOP: IBBPBBPBBI (12 frames)
Chroma: 4:2:0
Scan: Interlaced top-field-first
Input:
Sumber film 23.976 fps.
Output MPEG-2 ATSC A/53:
Frame-rate output: 29.97 fps dengan 3:2 pulldown
Flag repeat_first_field aktif
Input:
Video 640×480 progressive.
Output:
Encoded pada 4–6 Mbps
Profile tetap MP@HL (kompatibilitas sistem)
Output TS:
Packet video: PID 0x0020
Packet audio AC-3: PID 0x0030
PAT/PMT: PID 0x0000 dan 0x0010
PSIP TVCT: PID 0x1FFB
Kelebihan:
Kekurangan: