ASCII

Dipublikasikan: 11 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2026

Raymond Kelvin Nando — ASCII merupakan salah satu standar pengkodean karakter paling fundamental dalam sejarah komputasi modern. Sistem ini memetakan huruf, angka, tanda baca, dan karakter kontrol ke dalam bilangan biner sehingga komputer dapat merepresentasikan teks secara konsisten. ASCII menjadi dasar bagi banyak set karakter lain seperti UTF-8, ISO-8859, dan berbagai sistem encoding modern.

Pengertian ASCII

ASCII (American Standard Code for Information Interchange) adalah skema encoding 7-bit yang terdiri dari 128 karakter, mencakup:

  • Huruf besar A–Z
  • Huruf kecil a–z
  • Angka 0–9
  • Beragam tanda baca
  • Karakter kontrol seperti NUL, BEL, LF, CR

ASCII bertujuan menyediakan cara universal untuk mewakili teks dalam bentuk bilangan sehingga dapat disimpan, ditransmisikan, dan diproses oleh komputer, telekomunikasi, dan perangkat elektronik.

Sejarah Perkembangan ASCII

ASCII dikembangkan oleh ANSI pada awal 1960-an sebagai solusi atas ketidakkonsistenan berbagai kode karakter yang digunakan oleh teleprinter, komputer, dan perangkat komunikasi. Versi pertama dirilis pada tahun 1963, kemudian direvisi pada 1967.

ASCII menjadi standar de facto pada komputer IBM PC, jaringan ARPANET, serta sebagian besar sistem Unix. Popularitasnya terus berlanjut karena kesederhanaan dan kompatibilitasnya, dan ia menjadi dasar bagi Unicode—standar karakter global yang digunakan saat ini.

Prinsip Dasar dan Metode ASCII

Prinsip dasar ASCII meliputi:

  1. Representasi 7-Bit
    Setiap karakter direpresentasikan oleh angka 0–127 (0000000–1111111).
  2. Pemetaan Simbol → Angka → Biner
  • “A” → 65 → 01000001
  • “a” → 97 → 01100001
  • “0” → 48 → 00110000
  1. Karakter Kontrol
    Kode 0–31 dan 127 digunakan untuk fungsi non-teks seperti:
  • 10 → LF (Line Feed)
  • 13 → CR (Carriage Return)
  • 7 → BEL
  1. Kompatibilitas Luas
    Karena sederhana dan stabil, ASCII menjadi fondasi encoding lain seperti UTF-8, yang mempertahankan kompatibilitas penuh untuk karakter 0–127.
  2. Parsing dan Dekoding
    Dekoder cukup membaca 7 bit, menerjemahkannya ke nilai desimal, lalu memetakan nilai itu ke karakter.
Orang lain juga membaca :  A-XDR

Contoh Input dan Output ASCII

Contoh input teks:
Hello

Representasi ASCII:
H → 72 → 01001000
e → 101 → 01100101
l → 108 → 01101100
l → 108 → 01101100
o → 111 → 01101111

Output biner lengkap:
01001000 01100101 01101100 01101100 01101111

Contoh karakter kontrol:
LF → 10 → 00001010
CR → 13 → 00001101

Kelebihan & Kekurangan ASCII

Kelebihan:

  • Sederhana dan mudah diimplementasikan.
  • Standar global selama puluhan tahun.
  • Kompatibel dengan hampir semua sistem komputer.
  • Sangat ringan karena hanya memakai 7 bit.
  • Fondasi untuk UTF-8 dan encoding modern lainnya.

Kekurangan:

  • Hanya mendukung 128 karakter.
  • Tidak mendukung bahasa non-Latin.
  • Tidak memadai untuk standar komunikasi internasional modern.
  • Kode kontrol sering menimbulkan masalah pada parsing teks.
  • Ketergantungan pada karakter Latin membatasi penggunaan global.

Referensi

  • ANSI. (1967). American Standard Code for Information Interchange.
  • ISO. (1986). ISO 646: Information Processing — 7-bit Coded Character Set.
  • Unicode Consortium. (2020). The Unicode Standard.
  • Ceruzzi, P. (2012). Computing: A Concise History. MIT Press.
  • Tanenbaum, A. (2011). Structured Computer Organization. Pearson.

FAQ

Apa itu ASCII?

ASCII adalah singkatan dari American Standard Code for Information Interchange, yaitu sistem pengkodean karakter yang digunakan untuk merepresentasikan huruf, angka, simbol, dan karakter kontrol dalam bentuk bilangan. ASCII menjadi salah satu standar dasar dalam komputasi dan komunikasi digital.

Bagaimana cara kerja ASCII?

ASCII bekerja dengan menetapkan nilai numerik pada setiap karakter, biasanya dalam bentuk bilangan 7-bit. Misalnya, huruf “A” direpresentasikan dengan nilai 65, sedangkan angka “0” direpresentasikan dengan nilai 48, sehingga komputer dapat menyimpan dan memproses teks sebagai data numerik.

Citation

Previous Article

Ensiklopedia Encoding & Decoding

Next Article

ASN.1 BER

Citation copied!