Argument from Incredulity

Raymond Kelvin NandoArgument from Incredulity adalah kekeliruan logis yang terjadi ketika seseorang menolak suatu klaim karena ia merasa sulit membayangkan, memahami, atau mempercayainya. Dengan kata lain, sebuah argumen dianggap salah hanya karena tampak “tidak masuk akal” bagi individu tersebut, bukan karena adanya sanggahan logis atau bukti yang kuat. Kekeliruan ini berakar dari keterbatasan kognitif manusia, di mana apa yang tidak dapat dipahami sering kali diasumsikan mustahil.*

Definisi Argument from Incredulity

Argument from Incredulity (appeal to personal incredulity) adalah bentuk fallacy yang mengabaikan bukti dengan alasan subjektif seperti “saya tidak bisa membayangkan itu benar” atau “itu terdengar terlalu aneh”. Penolakan ini bukan didasarkan pada analisis objektif, tetapi pada keterbatasan imajinasi atau pengetahuan pribadi. Secara epistemologis, kesulitan memahami suatu fenomena tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kesalahan atau ketidakbenarannya.

Ciri-Ciri Argument from Incredulity

Beberapa indikator kekeliruan ini meliputi:

  1. Penolakan berbasis reaksi emosional atau keheranan, bukan logika.
  2. Penggunaan frasa seperti “tidak mungkin”, “tidak masuk akal”, atau “saya tidak percaya itu”.
  3. Ketidakmampuan pribadi dijadikan tolok ukur universal.
  4. Ada pengabaian bukti yang telah tersedia atau penolakan untuk mengevaluasi argumen secara rinci.

Ciri-ciri tersebut memperlihatkan bahwa batas kemampuan berpikir individu dijadikan dasar penalaran.

Contoh Argument from Incredulity

Contoh umum:
“Evolusi tidak mungkin terjadi. Saya tidak bisa membayangkan manusia berasal dari makhluk lain.”
Ketidakmampuan membayangkan bukanlah bukti ilmiah.

Orang lain juga membaca :  Ad Hominem

Contoh lain:
“Kesadaran muncul dari proses biologis? Mustahil. Itu terlalu aneh.”
Reaksi emosional tersebut tidak menjadi alasan epistemik untuk membantah penelitian ilmiah.

Mengapa Argument from Incredulity Merupakan Kekeliruan?

Kekeliruan ini bermasalah karena:

  • Kesulitan memahami tidak sama dengan ketidakbenaran.
  • Pemahaman manusia terbatas dan berkembang seiring waktu.
  • Penolakan berbasis keheranan menghambat analisis objektif.
  • Ketidakmampuan individu tidak dapat dijadikan standar kebenaran umum.

Dalam filsafat ilmu, kebenaran ditentukan oleh bukti dan metode, bukan oleh batas pengetahuan subjektif.

Dampak Sosial dan Epistemologis

Dampak dari Argument from Incredulity antara lain:

  1. Penghambatan inovasi. Ide baru ditolak karena dianggap “aneh” atau “tidak terbayangkan”.
  2. Misinterpretasi sains. Penemuan ilmiah disalahpahami karena kompleks atau terlihat tidak intuitif.
  3. Dogmatisme sosial. Masyarakat cenderung mempertahankan keyakinan lama karena sulit memahami alternatif baru.
  4. Manipulasi publik. Ketidaktahuan digunakan untuk membangun retorika penolakan tanpa dasar.

Konsekuensinya, kualitas dialog publik menurun dan peluang untuk memperluas wawasan menjadi terhambat.

Cara Menghindari Argument from Incredulity

Beberapa langkah untuk menghindarinya:

  1. Pisahkan pemahaman pribadi dari bukti faktual.
  2. Tanyakan: apakah bukti menyangkal atau mendukung klaim?
  3. Perluas pengetahuan. Banyak hal yang awalnya tidak intuitif menjadi jelas setelah dipelajari.
  4. Gunakan kerendahan epistemik. Akui bahwa ketidaktahuan bukan bukti keliru.

Dengan demikian, penilaian dapat dilakukan secara lebih rasional dan terbuka.

Kesimpulan

Argument from Incredulity adalah kekeliruan yang menolak suatu klaim berdasarkan ketidakmampuan membayangkan atau memahaminya. Kekeliruan ini mengabaikan peran bukti dan logika dalam menentukan kebenaran. Untuk menjaga integritas penalaran, penting memisahkan reaksi subjektif dari evaluasi objektif, serta membuka ruang bagi kemungkinan yang melampaui batas pemahaman pribadi.

FAQ

Mengapa manusia mudah terjebak dalam Argument from Incredulity?

Karena manusia cenderung menjadikan pengalaman dan imajinasi pribadi sebagai standar penilaian kebenaran.

Orang lain juga membaca :  Amphiboly

Apakah sesuatu yang sulit dipercaya selalu salah?

Tidak. Banyak kebenaran ilmiah awalnya tampak tidak intuitif, tetapi terbukti melalui penelitian.

Bagaimana menghadapi orang yang menggunakan Argument from Incredulity?

Ajak mereka fokus pada bukti, bukan pada reaksi emosional atau batas pemahaman pribadi.

Referensi

  • Copi, I. M., Cohen, C., & McMahon, K. (2016). Introduction to Logic (14th ed.). Routledge.
  • Hurley, P. J. (2021). A Concise Introduction to Logic (13th ed.). Cengage Learning.
  • Walton, D. (2008). Informal Logic: A Pragmatic Approach. Cambridge University Press.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Argument from Authority

Next Article

Argument from Silence

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *