Anglikanisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Anglikanisme adalah tradisi Kekristenan yang muncul dari Reformasi Inggris pada abad ke-16 dan berkembang menjadi sebuah persekutuan global yang dikenal sebagai Anglican Communion. Tradisi ini memadukan unsur Katolik dan Protestan dalam suatu sintesis teologis dan liturgis yang khas. Anglikanisme menekankan otoritas Kitab Suci, rasionalitas, tradisi gereja, serta kehidupan iman yang diungkapkan melalui liturgi yang teratur dan berakar historis.

Ajaran Anglikanisme

Ajaran Anglikanisme tidak dirumuskan dalam satu dokumen tunggal, tetapi terdapat beberapa prinsip dasar yang menjadi identitasnya:

  1. Via Media (Jalan Tengah)
    Anglikanisme dipandang sebagai jalan tengah antara Katolisisme dan Protestanisme, menggabungkan tradisi liturgis kuno dengan ajaran Reformasi.
  2. Otoritas Tiga Pilar: Kitab Suci, Tradisi, dan Nalar
    • Kitab Suci sebagai sumber utama iman.
    • Tradisi sebagai warisan gereja sepanjang sejarah.
    • Nalar digunakan untuk menafsirkan iman dalam konteks baru.
  3. Pengakuan Iman Kuno
    Anglikan menerima Kredo Para Rasul dan Kredo Nicea sebagai ringkasan iman Kristen.
  4. Sakramen
    Anglikanisme mengakui dua sakramen utama (Baptisan dan Ekaristi) yang diperintahkan Kristus, serta lima sakramen tambahan yang dihargai sebagai praktik gerejawi.
  5. Liturgi Khas
    Ibadah Anglikan menggunakan Book of Common Prayer (BCP), yang menekankan keteraturan, bahasa liturgis yang indah, dan partisipasi umat.
  6. Otoritas Episkopal dalam Bentuk Sinodal
    Gereja dipimpin oleh para uskup, tetapi keputusan diambil melalui sinodalitas yang melibatkan imam dan awam.
  7. Kebebasan Teologis
    Anglikanisme memberi ruang bagi keragaman pemikiran dalam batas pengakuan iman dasar, sehingga memiliki spektrum teologi: Evangelikal, Anglo-Katolik, hingga Liberal.

Sejarah Perkembangan Anglikanisme

Anglikanisme bermula pada masa Raja Henry VIII, yang pada tahun 1534 memisahkan Gereja Inggris (Church of England) dari otoritas Paus melalui Act of Supremacy. Meski pemisahan awal bersifat politis, perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh Reformasi Protestan.

Orang lain juga membaca :  Demokratisme Radikal

Pada masa Edward VI, ajaran Protestan diperkuat, sementara pada masa Ratu Elizabeth I, Anglikanisme mengambil bentuk finalnya melalui Elizabethan Settlement (1559), yang menetapkan struktur episkopal, liturgi, dan teologi yang moderat.

Pada abad ke-17 hingga 18, Anglikanisme berkembang melalui:

  • Gerakan Puritan, yang mendorong pembaruan moral dan kesederhanaan gereja.
  • Gerakan Oxford (abad ke-19), yang menghidupkan kembali spiritualitas Katolik dalam Anglikanisme.
  • Misionaris Anglikan, yang memperluas tradisi ini ke Amerika, Afrika, Asia, dan Oseania.

Saat ini, Anglican Communion terdiri dari lebih dari 40 provinsi nasional dan regional yang bersekutu secara longgar, dipersatukan oleh spiritualitas liturgis dan hubungan historis dengan Canterbury, namun tanpa otoritas pusat.

Tokoh-Tokoh Anglikanisme

  1. Thomas Cranmer (1489–1556) – Arsitek Book of Common Prayer dan pemimpin Reformasi Inggris.
  2. Richard Hooker (1554–1600) – Teolog yang merumuskan model Anglikan melalui Kitab Suci, Tradisi, dan Nalar.
  3. John Henry Newman (1801–1890) – Tokoh Gerakan Oxford; kemudian masuk Katolik tetapi sangat memengaruhi teologi Anglikan.
  4. C. S. Lewis (1898–1963) – Teolog dan penulis Kristen yang dikenal secara global.
  5. Desmond Tutu (1931–2021) – Uskup Agung Afrika Selatan dan tokoh perdamaian dunia.

Referensi

  • Booty, J. E. (1998). The Church in History: Anglicanism Through the Ages. Morehouse Publishing.
  • Chapman, M. (2006). Anglicanism: A Very Short Introduction. Oxford University Press.
  • Noll, M. A. (2012). Turning Points: Decisive Moments in the History of Christianity. Baker Academic.
  • Sykes, S., Booty, J., & Knight, J. (Eds.). (1998). The Study of Anglicanism. Fortress Press.
  • Spurr, J. (2006). The Post-Reformation: Religion, Politics and Society in Britain 1603–1714. Pearson Education.
Previous Article

Lutheranisme

Next Article

Metodisme

Citation copied!