Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Anglikanisme adalah tradisi Kekristenan yang muncul dari Reformasi Inggris pada abad ke-16 dan berkembang menjadi sebuah persekutuan global yang dikenal sebagai Anglican Communion. Tradisi ini memadukan unsur Katolik dan Protestan dalam suatu sintesis teologis dan liturgis yang khas. Anglikanisme menekankan otoritas Kitab Suci, rasionalitas, tradisi gereja, serta kehidupan iman yang diungkapkan melalui liturgi yang teratur dan berakar historis.
Daftar Isi
Ajaran Anglikanisme tidak dirumuskan dalam satu dokumen tunggal, tetapi terdapat beberapa prinsip dasar yang menjadi identitasnya:
Anglikanisme bermula pada masa Raja Henry VIII, yang pada tahun 1534 memisahkan Gereja Inggris (Church of England) dari otoritas Paus melalui Act of Supremacy. Meski pemisahan awal bersifat politis, perkembangan selanjutnya dipengaruhi oleh Reformasi Protestan.
Pada masa Edward VI, ajaran Protestan diperkuat, sementara pada masa Ratu Elizabeth I, Anglikanisme mengambil bentuk finalnya melalui Elizabethan Settlement (1559), yang menetapkan struktur episkopal, liturgi, dan teologi yang moderat.
Pada abad ke-17 hingga 18, Anglikanisme berkembang melalui:
Saat ini, Anglican Communion terdiri dari lebih dari 40 provinsi nasional dan regional yang bersekutu secara longgar, dipersatukan oleh spiritualitas liturgis dan hubungan historis dengan Canterbury, namun tanpa otoritas pusat.