Raymond Kelvin Nando — Anarkisme Platformisme merupakan aliran dalam gerakan anarkis yang menekankan pentingnya organisasi, disiplin kolektif, dan kesatuan strategis di antara para anarkis. Ideologi ini lahir sebagai tanggapan terhadap kelemahan gerakan anarkis awal abad ke-20 yang dianggap terlalu terpecah, tidak terkoordinasi, dan kurang efektif dalam perjuangan sosial. Platformisme berupaya membangun anarkisme yang terorganisir secara ideologis dan praktis tanpa kehilangan esensi kebebasan individual.
Daftar Isi
Pengertian Anarkisme Platformisme
Anarkisme Platformisme berasal dari gagasan sekelompok anarkis Rusia yang hidup di pengasingan setelah Revolusi 1917, terutama Nestor Makhno, Piotr Arshinov, dan Ida Mett. Mereka menulis dokumen berjudul Organizational Platform of the General Union of Anarchists (Draft) pada tahun 1926, yang dikenal sebagai Platform.
Platform ini menyoroti kelemahan utama dalam gerakan anarkis saat itu — kurangnya kesatuan politik, koordinasi, dan tanggung jawab kolektif. Platformisme menegaskan bahwa agar anarkisme mampu bersaing dengan kekuatan politik lain seperti Marxisme-Leninisme, ia memerlukan struktur organisasi yang solid namun tetap berdasarkan prinsip sukarela dan otonomi.
Platformisme tidak berarti menciptakan hierarki baru; melainkan membangun kesatuan ideologi dan tindakan di antara kelompok anarkis untuk memperkuat efektivitas perjuangan sosial.
Tokoh Anarkisme Platformisme
Tokoh utama dari platformisme adalah Nestor Makhno, seorang anarkis Ukraina yang memimpin Revolusi Makhnovist (1918–1921) melawan pasukan Bolshevik dan penjajah asing. Ia percaya bahwa anarkisme memerlukan basis massa dan organisasi militer yang disiplin tanpa mengorbankan prinsip kebebasan.
“Tanpa organisasi, anarkisme tetap menjadi ide yang indah tetapi tidak berdaya.”
— Nestor Makhno, The Organizational Platform of the General Union of Anarchists, hlm. 3
Piotr Arshinov, rekan Makhno dan penulis utama Platform, menegaskan perlunya “kesatuan teoritis dan taktis” agar gerakan anarkis dapat bergerak secara efektif.
“Kesatuan ide dan kesatuan aksi adalah jantung dari perjuangan revolusioner.”
— Piotr Arshinov, The Platform, hlm. 7
Ida Mett, salah satu intelektual perempuan dalam gerakan tersebut, menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam aksi sosial dan menolak fragmentasi gerakan anarkis menjadi kelompok kecil yang tidak terkoordinasi.
Prinsip dan Gagasan Utama Anarkisme Platformisme
Kesatuan Teoritis dan Taktis
Platformisme menekankan bahwa seluruh anggota organisasi anarkis harus memiliki dasar teori dan strategi yang sama untuk menghindari disorientasi politik.
“Kesatuan teoritis adalah kompas yang menjaga arah perjuangan dari kebingungan dan oportunisme.”
— Piotr Arshinov, The Platform, hlm. 9
Hal ini tidak berarti penyeragaman pemikiran, melainkan membangun konsensus atas prinsip dan metode perjuangan agar tindakan kolektif lebih efektif dalam mencapai tujuan sosial revolusioner.
Tanggung Jawab Kolektif
Berbeda dari bentuk anarkisme individualis, platformisme menekankan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab terhadap keputusan dan tindakan kolektif organisasi.
“Kebebasan sejati hanya ada dalam tanggung jawab bersama.”
— Ida Mett, Memories and Critique of the Platform, hlm. 14
Prinsip ini memastikan bahwa tindakan individu tidak merusak kesatuan organisasi atau menimbulkan kontradiksi internal.
Federalisme Organisasi
Platformisme mengusung model organisasi berbentuk federasi — kumpulan kelompok otonom yang terhubung dalam struktur koordinatif, bukan hierarkis.
“Federalisme adalah bentuk organisasi di mana koordinasi menggantikan komando.”
— Nestor Makhno, Letters from Exile, hlm. 22
Dalam sistem ini, setiap kelompok memiliki kebebasan internal, tetapi tetap berkomitmen pada keputusan bersama yang dihasilkan melalui kesepakatan kolektif.
Basis Massa dan Perjuangan Sosial
Platformisme menolak isolasi anarkisme dari perjuangan rakyat. Gerakan ini harus berakar pada kelas pekerja dan petani serta aktif dalam serikat buruh, komunitas lokal, dan perjuangan rakyat.
“Anarkisme harus menjadi bagian dari rakyat, bukan di atas mereka.”
— Piotr Arshinov, The Platform, hlm. 12
Platformis percaya bahwa perubahan sosial sejati tidak mungkin dicapai hanya melalui propaganda, tetapi melalui partisipasi langsung dalam gerakan massa yang terorganisir.
FAQ
Apakah platformisme bertentangan dengan prinsip kebebasan anarkis?
Tidak. Platformisme justru berusaha menyeimbangkan kebebasan individu dengan efektivitas kolektif. Organisasi platformis dibangun atas dasar sukarela, bukan paksaan hierarkis.
Apa perbedaan antara platformisme dan anarkisme sintetis?
Platformisme menekankan kesatuan ideologis dan taktis yang ketat, sedangkan anarkisme sintetis (dikembangkan oleh Voline dan Faure) lebih terbuka terhadap keragaman pandangan di dalam satu organisasi.
Apakah masih ada organisasi platformis di dunia saat ini?
Ya. Beberapa organisasi modern seperti Workers Solidarity Movement (Irlandia) dan Federation Anarchiste Communiste (Prancis) mengklaim sebagai penerus tradisi platformisme, menerapkannya dalam konteks perjuangan sosial kontemporer.
Referensi
- Makhno, N., Arshinov, P., Mett, I. (1926). The Organizational Platform of the General Union of Anarchists (Draft). Paris: Dielo Truda.
- Skirda, A. (2004). Nestor Makhno: Anarchy’s Cossack. Oakland: AK Press.
- Darch, C. (2019). Nestor Makhno and Rural Anarchism in Ukraine, 1917–1921. London: Palgrave Macmillan.
- Guérin, D. (1970). Anarchism: From Theory to Practice. New York: Monthly Review Press.
- Schmidt, M., & van der Walt, L. (2009). Black Flame: The Revolutionary Class Politics of Anarchism and Syndicalism. Oakland: AK Press.
- Price, W. (2013). The Value of Organization: The Platformist Tradition. Boston: Anarkismo.net Press.