Anarkisme Komunis

Raymond Kelvin Nando — Anarkisme Komunis merupakan salah satu aliran utama dalam tradisi anarkisme sosial yang menolak baik kapitalisme maupun sistem negara. Ideologi ini menegaskan bahwa kebebasan sejati hanya dapat dicapai melalui penghapusan kepemilikan pribadi atas alat produksi dan pembagian hasil kerja berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan upah atau kontribusi individu. Ia memadukan cita-cita anarkisme tentang kebebasan tanpa otoritas dengan prinsip komunis tentang kepemilikan bersama dan distribusi egaliter.

Pengertian Anarkisme Komunis

Anarkisme Komunis adalah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat produksi dan distribusi hasil kerja berdasarkan kebutuhan. Dalam sistem ini, masyarakat diorganisasi melalui federasi bebas antara komunitas dan serikat pekerja tanpa adanya negara atau kelas sosial.

Berbeda dengan sosialisme negara atau komunisme Marxis yang melihat negara sebagai alat transisi menuju masyarakat tanpa kelas, anarkisme komunis menolak keberadaan negara sama sekali. Negara dianggap sebagai bentuk dominasi yang harus dihapus bersamaan dengan kapitalisme.

Tujuan akhir anarkisme komunis bukan hanya menghapus eksploitasi ekonomi, tetapi juga menciptakan masyarakat di mana kerja, pendidikan, dan kehidupan sosial dijalankan berdasarkan prinsip solidaritas dan saling membantu.

Tokoh Anarkisme Komunis

Pyotr Kropotkin adalah tokoh paling berpengaruh dalam pengembangan anarkisme komunis. Dalam karya monumentalnya The Conquest of Bread (1892), Kropotkin mengajukan kritik tajam terhadap sistem ekonomi kapitalis dan menekankan pentingnya kerja sama sukarela dalam masyarakat bebas.

“Kebebasan sejati dimulai ketika kekuasaan berhenti; keadilan sejati dimulai ketika hak milik pribadi berakhir.”
— Pyotr Kropotkin, The Conquest of Bread, hlm. 34

Errico Malatesta, seorang revolusioner Italia, menegaskan bahwa revolusi sosial harus langsung menuju masyarakat tanpa kelas tanpa melalui fase peralihan yang bersifat otoriter. Dalam Anarchy (1891), ia menulis bahwa kebebasan individu dan kolektivitas harus berjalan beriringan.

Orang lain juga membaca :  Agnostisisme Politik

Peter Arshinov, tokoh anarko-komunis Rusia yang menulis The Organizational Platform of the General Union of Anarchists (1926), menekankan pentingnya koordinasi dan kesadaran kolektif dalam gerakan anarkis tanpa mengorbankan prinsip anti-otoritarianisme.

Ketiga tokoh ini membentuk dasar konseptual anarkisme komunis sebagai sistem yang menolak semua bentuk kekuasaan hierarkis, menggantinya dengan jaringan sosial yang dibangun atas dasar kebersamaan dan kepercayaan.

Prinsip dan Gagasan Utama Anarkisme Komunis

Penghapusan Kepemilikan Pribadi atas Alat Produksi

Anarkisme komunis menolak kepemilikan pribadi atas tanah, pabrik, dan sumber daya produksi. Semua sarana produksi dianggap sebagai milik bersama yang dikelola oleh komunitas melalui prinsip kesepakatan dan demokrasi langsung.

“Tidak ada kebebasan sejati dalam masyarakat di mana seseorang memiliki lebih banyak karena yang lain memiliki lebih sedikit.”
— Pyotr Kropotkin, Fields, Factories, and Workshops, hlm. 71

Dalam sistem ini, masyarakat beroperasi berdasarkan kebutuhan, bukan keuntungan. Setiap individu bekerja sesuai kemampuan dan menerima sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, kerja tidak lagi menjadi kewajiban, tetapi ekspresi sosial dari kebebasan.

Solidaritas dan Prinsip Saling Membantu

Kropotkin menekankan bahwa evolusi manusia didorong oleh kerja sama, bukan kompetisi. Dalam bukunya Mutual Aid: A Factor of Evolution (1902), ia menunjukkan bahwa prinsip saling membantu merupakan dasar moral dan biologis bagi masyarakat bebas.

“Saling membantu, bukan perjuangan, adalah hukum tertinggi kehidupan.”
— Pyotr Kropotkin, Mutual Aid: A Factor of Evolution, hlm. 102

Solidaritas sosial dalam anarkisme komunis bukan hanya etika, tetapi juga strategi sosial. Dengan menghapus hierarki ekonomi, manusia dapat membangun jaringan kehidupan bersama yang otonom dan saling menopang.

Komunitas Bebas dan Federasi Desentralistik

Anarkisme komunis menggantikan negara dengan federasi komunitas bebas yang mengatur diri sendiri. Setiap komunitas bersifat otonom, tetapi terhubung melalui jaringan solidaritas horizontal.

“Organisasi sejati lahir dari bawah, dari kebebasan individu yang bersatu untuk tujuan bersama.”
— Errico Malatesta, Anarchy, hlm. 59

Model federatif ini menolak bentuk sentralisasi apa pun, baik politik maupun ekonomi. Dalam praktiknya, keputusan diambil melalui musyawarah langsung, dan setiap komunitas memiliki hak untuk mengatur kehidupannya sesuai dengan kesepakatan bersama.

Orang lain juga membaca :  Fasisme

FAQ

Apa perbedaan antara anarkisme komunis dan komunisme Marxis?

Komunisme Marxis menganggap negara sebagai alat sementara menuju masyarakat tanpa kelas, sedangkan anarkisme komunis menolak negara sepenuhnya. Ia menilai bahwa kekuasaan negara, sekecil apa pun, akan selalu berujung pada penindasan.

Bagaimana prinsip “dari masing-masing menurut kemampuannya, kepada masing-masing menurut kebutuhannya” diterapkan?

Prinsip ini dijalankan melalui sistem distribusi kolektif yang mengutamakan kebutuhan sosial daripada keuntungan individu. Produksi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bersama, dan keputusan ekonomi diambil secara demokratis oleh komunitas.

Apakah anarkisme komunis masih relevan saat ini?

Sangat relevan. Dalam konteks krisis iklim, ketimpangan global, dan eksploitasi tenaga kerja, gagasan tentang ekonomi berbasis solidaritas dan kepemilikan bersama semakin penting. Banyak gerakan ekonomi alternatif, seperti koperasi komunitas dan jaringan pangan lokal, mengadaptasi prinsip anarkisme komunis.

Referensi

  • Arshinov, P. (1926). The Organizational Platform of the General Union of Anarchists. Paris: Delo Truda Group.
  • Kropotkin, P. (1892). The Conquest of Bread. London: Chapman & Hall.
  • Kropotkin, P. (1902). Mutual Aid: A Factor of Evolution. London: McClure, Phillips & Co.
  • Kropotkin, P. (1912). Fields, Factories, and Workshops. London: Thomas Nelson & Sons.
  • Malatesta, E. (1891). Anarchy. London: Freedom Press.

Dukung berbagai Project Raymond Kelvin Nando kedepannya


Citation


Previous Article

Anarkisme Kolektivis

Next Article

Anarkisme Ekonomi