Dipublikasikan: 17 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Dipublikasikan: 17 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Dracula adalah figur folklor dan sastra gotik yang berasal dari Eropa Timur, khususnya kawasan Transylvania, Rumania. Tokoh ini dikenal sebagai vampir legendaris yang mengisap darah manusia dan hidup abadi dalam kegelapan. Dracula menempati posisi unik dalam kajian folklor karena merupakan hasil pertemuan antara legenda rakyat vampir Slavia–Balkan dan pengolahan sastra modern abad ke-19. Dalam konteks ensiklopedia folklor, Dracula dipahami sebagai representasi ketakutan kolektif terhadap kematian, penyakit, seksualitas, dan “yang asing”, sekaligus simbol konflik antara rasionalitas modern dan kepercayaan tradisional.
Daftar Isi
Folklor Dracula dikenal luas melalui novel Dracula karya Bram Stoker (1897), yang mengadaptasi dan mengkodifikasi berbagai kepercayaan rakyat tentang vampir. Cerita berpusat pada Count Dracula, bangsawan Transylvania yang tinggal di kastil terpencil di Pegunungan Karpatia. Ia digambarkan sebagai makhluk abadi yang memperoleh kehidupan dengan meminum darah manusia dan memiliki kekuatan supranatural.
Kisah dimulai ketika Jonathan Harker, seorang pengacara Inggris, mengunjungi kastil Dracula untuk mengurus transaksi properti di London. Perlahan, Harker menyadari bahwa tuan rumahnya bukan manusia biasa. Dracula kemudian berlayar ke Inggris dan mulai meneror masyarakat dengan menyebarkan vampirisme, salah satunya melalui tokoh Lucy Westenra.
Sekelompok tokoh yang dipimpin oleh Profesor Abraham Van Helsing berusaha menghentikan Dracula dengan menggabungkan pengetahuan ilmiah modern dan kepercayaan tradisional vampir, seperti penggunaan bawang putih, salib, dan pasak kayu. Pada akhirnya, Dracula berhasil dilacak kembali ke Transylvania dan dihancurkan, memulihkan ketertiban moral dan sosial.
Folklor Dracula termasuk dalam kategori legenda, dengan unsur mitos dan folklor supranatural yang kuat. Dalam klasifikasi folklor, Dracula dapat dikelompokkan sebagai:
Dracula sering pula dikategorikan sebagai folklor modern karena bentuk populernya sangat dipengaruhi oleh sastra dan media, meskipun akarnya berasal dari tradisi lisan.
Folklor Dracula berakar pada kepercayaan rakyat Balkan dan Slavia tentang vampir, yang berkembang pada abad pertengahan hingga awal modern. Masyarakat pada masa itu meyakini bahwa orang mati tertentu dapat bangkit kembali sebagai makhluk pengisap darah akibat kutukan, dosa, atau kematian tidak wajar. Ketakutan ini sering dikaitkan dengan wabah penyakit, terutama pes dan tuberkulosis.
Nama Dracula juga sering dikaitkan dengan Vlad III Țepeș, penguasa Wallachia abad ke-15 yang terkenal kejam. Meskipun hubungan historisnya bersifat simbolik, figur Vlad memperkuat citra Dracula sebagai bangsawan kejam dan menakutkan. Dalam konteks budaya Victoria, Dracula mencerminkan kecemasan terhadap dekadensi moral, kolonialisme balik, dan ancaman dari dunia Timur terhadap Barat.
Folklor Dracula memiliki makna dan fungsi yang kompleks dalam budaya Barat dan global, antara lain:
Dracula adalah tokoh fiksi yang berasal dari novel Dracula (1897) karya Bram Stoker. Ia digambarkan sebagai seorang vampir bangsawan dari Transylvania yang menjadi salah satu figur paling ikonik dalam sastra horor dunia.
Karakter Dracula terinspirasi dari berbagai sumber, termasuk legenda vampir Eropa Timur dan sosok sejarah Vlad III dari Wallachia, yang dikenal dengan julukan Vlad the Impaler. Bram Stoker menggabungkan unsur sejarah, mitos, dan imajinasi untuk menciptakan sosok vampir yang kompleks dan menakutkan.
Dracula berpengaruh karena menjadi model utama bagi penggambaran vampir modern. Tokoh ini telah diadaptasi ke dalam berbagai film, novel, komik, dan karya seni lainnya, sehingga membentuk citra vampir sebagai makhluk abadi yang misterius, aristokratis, dan penuh daya tarik.