Dipublikasikan: 17 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Dipublikasikan: 17 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 23 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Atlantis adalah sebuah kisah legendaris tentang peradaban maju yang hilang dan tenggelam ke dasar laut, pertama kali dicatat dalam dialog filsafat Yunani kuno karya Plato. Sejak kemunculannya pada abad ke-4 SM, Atlantis berkembang menjadi salah satu folklor dan mitos paling berpengaruh dalam sejarah dunia, melintasi batas filsafat, sastra, sejarah, arkeologi spekulatif, hingga budaya populer modern. Dalam kajian folklor internasional, Atlantis dipahami sebagai legenda peradaban hilang yang sarat makna simbolik mengenai kesombongan manusia, kehancuran moral, serta hubungan antara manusia, kekuasaan, dan alam semesta.
Daftar Isi
Folklor Atlantis berasal dari dua dialog Plato, Timaeus dan Critias. Dalam kisah tersebut, Atlantis digambarkan sebagai sebuah pulau besar yang terletak di luar Pilar Herkules (umumnya diidentifikasi sebagai Selat Gibraltar). Peradaban Atlantis dikenal sangat maju, makmur, dan kuat, dengan teknologi, arsitektur, serta sistem pemerintahan yang melampaui bangsa-bangsa lain pada masanya.
Atlantis awalnya merupakan negeri yang diberkahi oleh para dewa, khususnya Poseidon, dewa laut, yang menjadi pelindung utama pulau tersebut. Penduduk Atlantis hidup dalam kemakmuran dan keseimbangan antara kekuatan materi dan kebajikan moral. Namun seiring waktu, masyarakat Atlantis mulai kehilangan nilai kebajikan, terjerumus dalam keserakahan, kesombongan, dan ambisi kekuasaan. Mereka berusaha menaklukkan wilayah lain, termasuk negeri-negeri yang berada di kawasan Mediterania.
Sebagai hukuman atas kemerosotan moral tersebut, para dewa memutuskan untuk menghancurkan Atlantis. Dalam satu malam yang penuh bencana gempa bumi dan banjir besar, pulau Atlantis tenggelam ke dasar laut dan lenyap tanpa jejak. Sejak saat itu, Atlantis menjadi simbol peradaban yang hilang dan misteri besar dalam sejarah umat manusia.
Folklor Atlantis termasuk dalam kategori legenda, dengan karakteristik kuat sebagai legenda kosmologis dan peradaban hilang. Secara lebih spesifik, Atlantis dapat diklasifikasikan sebagai:
Atlantis juga sering diposisikan di antara mitos dan legenda, karena meskipun berasal dari teks filsafat, kisahnya memiliki struktur dan fungsi yang sama dengan cerita rakyat tentang kehancuran dunia akibat pelanggaran nilai moral.
Folklor Atlantis lahir dalam konteks budaya Yunani Kuno, khususnya dalam tradisi filsafat Plato yang menggunakan mitos sebagai sarana penyampaian gagasan etika, politik, dan metafisika. Banyak akademisi menafsirkan Atlantis bukan sebagai catatan sejarah literal, melainkan sebagai alegori politik yang mencerminkan pandangan Plato tentang negara ideal dan bahaya kemerosotan moral dalam suatu peradaban.
Dalam konteks budaya yang lebih luas, Atlantis juga mencerminkan ketakutan manusia terhadap kehancuran besar, bencana alam, dan hilangnya kejayaan. Seiring waktu, cerita Atlantis diserap ke dalam berbagai budaya Barat dan global, mengalami reinterpretasi dalam sastra modern, teori pseudo-arkeologi, hingga narasi esoterik dan fiksi ilmiah. Atlantis menjadi simbol universal tentang kejatuhan peradaban akibat penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral.
Folklor Atlantis memiliki berbagai makna dan fungsi simbolik yang melintasi zaman dan budaya, antara lain:
Atlantis adalah pulau legendaris yang pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Yunani kuno, Plato. Menurut ceritanya, Atlantis adalah peradaban maju yang hilang secara tiba-tiba akibat bencana alam atau banjir besar.
Cerita Atlantis digunakan Plato sebagai alegori untuk menggambarkan kebesaran, moralitas, dan kehancuran akibat keserakahan serta penyimpangan dari kebaikan. Atlantis menjadi simbol peringatan tentang batas kekuasaan manusia dan pentingnya kebajikan.
Legenda Atlantis tetap populer karena misteri keberadaannya dan imajinasi tentang peradaban maju yang hilang. Cerita ini memengaruhi sastra, film, budaya populer, dan penelitian arkeologi spekulatif mengenai kemungkinan peradaban yang hilang di masa lalu.