Mary Wollstonecraft

Dipublikasikan: 16 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2026

Raymond Kelvin Nando — Mary Wollstonecraft adalah filsuf, penulis, dan aktivis Inggris abad ke-18 yang dikenal sebagai pelopor pemikiran feminis modern. Ia menekankan pentingnya pendidikan, kesetaraan gender, dan hak-hak perempuan sebagai bagian dari kebebasan dan moralitas manusia. Pemikiran Wollstonecraft menjadi fondasi penting bagi teori feminis kontemporer, etika, dan politik liberal, serta memengaruhi wacana tentang hak asasi manusia dan pendidikan universal.

Biografi Mary Wollstonecraft

Mary Wollstonecraft lahir pada 27 April 1759 di Spitalfields, London, Inggris, dan meninggal pada 10 September 1797. Ia berasal dari keluarga kelas menengah yang menghadapi kesulitan ekonomi, namun hal ini mendorongnya untuk mengembangkan minat pada pendidikan dan otonomi individu.

Wollstonecraft menulis dan mengajar di berbagai institusi, serta aktif menulis artikel kritis tentang politik, moralitas, dan hak-hak perempuan. Ia dikenal karena karyanya yang progresif dan kontroversial pada zamannya, terutama A Vindication of the Rights of Woman (1792), yang menjadi karya seminal dalam pemikiran feminis. Meskipun hidupnya singkat, warisannya tetap berpengaruh dalam filsafat sosial, pendidikan, dan gerakan feminis.

Pemikiran Mary Wollstonecraft

Pendidikan dan Kesetaraan Gender

Wollstonecraft menekankan bahwa perempuan harus memiliki akses yang setara terhadap pendidikan sebagaimana laki-laki. Ia berargumen bahwa ketidaksetaraan dalam pendidikan menghasilkan ketergantungan, kelemahan moral, dan hambatan bagi kebebasan individu. Pendidikan, menurut Wollstonecraft, tidak hanya tentang keterampilan praktis, tetapi juga pengembangan rasio, moralitas, dan kemampuan berpikir kritis.

Orang lain juga membaca :  William James

Hak Perempuan dan Kebebasan Individu

Dalam A Vindication of the Rights of Woman, Wollstonecraft mengkritik norma sosial dan hukum yang menindas perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki kapasitas moral dan intelektual yang setara dengan laki-laki, dan oleh karena itu berhak memperoleh kebebasan, pengakuan hukum, dan kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial dan politik. Pemikiran ini menjadi landasan bagi teori hak asasi manusia dan feminisme liberal.

Moralitas dan Rasionalitas

Wollstonecraft percaya bahwa perempuan dan laki-laki harus dikembangkan melalui akal dan moralitas, bukan sekadar peran sosial atau tradisi. Rasionalitas manusia memungkinkan pengambilan keputusan etis, pengembangan kebajikan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Ia menekankan bahwa kesetaraan gender adalah syarat bagi moralitas yang universal dan masyarakat yang adil.

Kritik terhadap Patriarki dan Konvensi Sosial

Wollstonecraft menolak sistem patriarki yang menempatkan perempuan sebagai subjek pasif atau hiasan sosial. Ia menyoroti bagaimana norma budaya, hukum, dan praktik pendidikan membatasi peran perempuan, serta mendorong ketidakadilan struktural. Pemikirannya membuka ruang bagi kritik terhadap hierarki sosial dan praktik diskriminatif, serta menekankan perlunya reformasi sosial yang menyeluruh.

Pandangan terhadap Politik dan Partisipasi

Wollstonecraft mendorong perempuan untuk terlibat dalam kehidupan politik dan publik, karena partisipasi ini merupakan bagian dari kebebasan dan tanggung jawab moral. Ia melihat keterlibatan politik sebagai sarana untuk mengubah struktur sosial yang menindas, meningkatkan pendidikan, dan membangun masyarakat yang lebih adil.

Warisan Filosofis

Pemikiran Wollstonecraft menjadi dasar bagi gerakan feminis abad ke-19 dan ke-20. Ia menginspirasi pemikir feminis seperti John Stuart Mill, Simone de Beauvoir, dan Mary Shelley, serta membuka jalan bagi analisis kritis tentang pendidikan, politik, dan hak-hak perempuan. Pemikiran etis dan sosialnya tetap relevan dalam diskusi kontemporer tentang kesetaraan, pendidikan, dan hak asasi manusia.

Orang lain juga membaca :  Errico Malatesta

Karya Mary Wollstonecraft

  • A Vindication of the Rights of Woman
  • Thoughts on the Education of Daughters
  • A Vindication of the Rights of Men
  • Mary: A Fiction
  • Letters Written During a Short Residence in Sweden, Norway, and Denmark

Referensi

  • Wollstonecraft, M. (1792). A vindication of the rights of woman. London: Joseph Johnson.
  • Wollstonecraft, M. (1787). Thoughts on the education of daughters. London: J. Johnson.
  • Todd, J. (1989). Mary Wollstonecraft: A revolutionary life. London: Routledge.
  • Kelly, G. (2002). Women, writing, and revolution: The legacy of Mary Wollstonecraft. New York: Palgrave Macmillan.
  • Johnson, L. (1991). The Cambridge companion to Mary Wollstonecraft. Cambridge: Cambridge University Press.

FAQ

Siapakah Mary Wollstonecraft?

Mary Wollstonecraft adalah filsuf, penulis, dan pemikir Inggris abad ke-18 yang dikenal sebagai pelopor feminisme modern. Ia menulis tentang hak asasi manusia, pendidikan, dan kesetaraan gender dalam konteks Pencerahan.

Apa gagasan utama Mary Wollstonecraft?

Gagasan utama Mary Wollstonecraft menekankan pentingnya pendidikan dan rasionalitas bagi perempuan. Dalam karyanya A Vindication of the Rights of Woman, ia berargumen bahwa perempuan seharusnya diperlakukan sebagai makhluk rasional yang memiliki hak dan kesempatan yang setara dengan laki-laki.

Mengapa pemikiran Mary Wollstonecraft penting hingga kini?

Pemikiran Mary Wollstonecraft penting karena menjadi dasar bagi gerakan feminisme dan perjuangan kesetaraan gender. Gagasannya terus relevan dalam diskusi tentang pendidikan, hak perempuan, dan keadilan sosial di dunia modern.

Citation

Previous Article

Ludwig Wittgenstein

Next Article

Pythagoras

Citation copied!