Dipublikasikan: 15 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026
Dipublikasikan: 15 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 6 Januari 2026
Raymond Kelvin Nando — Friedrich Ludwig Gottlob Frege adalah filsuf dan logikawan Jerman abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang dikenal sebagai pendiri logika modern dan filsafat analitik. Ia mengembangkan sistem logika simbolik yang menjadi dasar bagi matematika formal, teori bahasa, dan epistemologi kontemporer. Pemikiran Frege menekankan analisis konseptual yang ketat, hubungan antara bahasa dan makna, serta fondasi logis dari aritmetika, sehingga memengaruhi tokoh-tokoh besar seperti Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan generasi filsuf analitik selanjutnya.
Daftar Isi
Friedrich Ludwig Gottlob Frege lahir pada 8 November 1848 di Wismar, Kerajaan Mecklenburg, Jerman, dan meninggal pada 26 Juli 1925 di Bad Kleinen, Jerman. Ia menempuh pendidikan di University of Jena dan University of Göttingen, kemudian mengajar matematika dan filsafat di University of Jena selama sebagian besar karier akademiknya.
Frege dikenal sebagai figur yang relatif tertutup dan fokus pada penelitian akademik, dengan sedikit keterlibatan dalam debat publik. Meskipun karyanya tidak banyak mendapat perhatian selama hidupnya, pengaruhnya berkembang pesat setelah karya-karyanya diadopsi dan dikembangkan oleh generasi filsuf analitik. Frege meninggalkan warisan besar dalam logika formal, filsafat bahasa, dan teori makna yang menjadi dasar analisis filosofis modern.
Frege mengembangkan logika simbolik modern yang jauh melampaui logika Aristotelian. Dalam karyanya Begriffsschrift, ia memperkenalkan sistem notasi formal untuk proposisi, kuantifikasi, dan inferensi logis. Tujuannya adalah membangun fondasi matematika yang bebas kontradiksi melalui logika murni. Pendekatan ini menekankan pentingnya struktur formal dalam menilai kebenaran, serta memungkinkan analisis yang presisi terhadap argumen matematis dan filosofis.
Frege membedakan antara Sinn (sense) dan Bedeutung (reference) dalam bahasa. Sinn mengacu pada cara suatu ekspresi merepresentasikan objek atau konsep, sedangkan Bedeutung adalah objek atau entitas yang dirujuk. Distingsi ini memungkinkan analisis yang lebih teliti terhadap proposisi, terutama ketika dua ekspresi berbeda merujuk pada entitas yang sama tetapi mengandung makna berbeda. Misalnya, “Bintang pagi” dan “Bintang senja” merujuk pada planet Venus, tetapi memiliki Sinn yang berbeda. Teori ini menjadi fondasi filsafat bahasa analitik modern.
Frege berargumen bahwa aritmetika dapat direduksi menjadi logika, sebuah pendekatan yang dikenal sebagai logisisme. Dalam Grundgesetze der Arithmetik, ia berusaha membangun seluruh sistem bilangan melalui prinsip-prinsip logis dan definisi formal. Meskipun karya ini mengalami krisis akibat paradoks Russell, kontribusi Frege tetap menjadi tonggak penting dalam upaya memahami hubungan antara matematika dan logika.
Frege menolak pendekatan psikologis dalam logika dan matematika, yang menekankan proses berpikir individu. Ia berargumen bahwa kebenaran logis dan matematika bersifat objektif dan independen dari pengalaman mental manusia. Pandangan ini menegaskan bahwa logika adalah bidang universal, rasional, dan bebas dari variasi subjektif, yang menjadi prinsip sentral filsafat analitik.
Frege juga membedakan antara konsep dan objek, serta analisis fungsi dan argumen dalam proposisi. Ia melihat kalimat sebagai kombinasi fungsi dan argumen, memungkinkan analisis formal terhadap struktur logis pernyataan. Pendekatan ini memengaruhi perkembangan teori proposisi, analisis semantik, dan logika predikat modern.
Pemikiran Frege menjadi dasar bagi filsafat analitik, terutama dalam bidang logika, bahasa, dan matematika. Teori makna dan referensinya membentuk titik tolak bagi Bertrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Analisis formal Frege memberikan kerangka metodologis yang presisi bagi generasi filsuf abad ke-20, serta menginspirasi perkembangan logika matematika dan teori komputer modern.
Friedrich Ludwig Gottlob Frege adalah filsuf, logikawan, dan matematikawan Jerman abad ke-19 yang dianggap sebagai pendiri filsafat analitik dan logika modern. Karyanya meletakkan dasar penting bagi logika simbolik dan filsafat bahasa.
Gagasan utama Frege mencakup pembedaan antara sense (Sinn) dan reference (Bedeutung) dalam makna bahasa, serta upayanya untuk mendasarkan aritmetika pada logika. Ia berpendapat bahwa makna pernyataan tidak hanya bergantung pada objek yang dirujuk, tetapi juga pada cara perujukannya.
Pemikiran Frege sangat berpengaruh karena membentuk dasar filsafat analitik, logika matematika, dan teori makna. Ide-idenya memengaruhi filsuf besar seperti Russell, Wittgenstein, dan perkembangan filsafat bahasa serta logika kontemporer.