Dipublikasikan: 15 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 29 Desember 2025
Dipublikasikan: 15 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 29 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Adam Smith adalah filsuf dan ekonom Skotlandia abad ke-18 yang dikenal sebagai Bapak Ekonomi Modern dan salah satu pemikir utama dalam tradisi Pencerahan Skotlandia. Ia menempuh pendekatan yang menggabungkan filsafat moral dan analisis ekonomi untuk memahami perilaku manusia, pasar, dan masyarakat secara luas. Pemikiran Smith menekankan peran kepentingan pribadi yang diarahkan oleh mekanisme pasar sebagai sarana mencapai kesejahteraan umum, serta pentingnya moralitas, empati, dan norma sosial dalam membentuk interaksi ekonomi. Karya dan gagasannya tetap menjadi fondasi penting dalam ekonomi klasik, filsafat sosial, dan teori etika.
Daftar Isi
Adam Smith lahir pada 16 Juni 1723 di Kirkcaldy, Skotlandia, dan meninggal pada 17 Juli 1790. Ia menempuh pendidikan di University of Glasgow dan kemudian di Balliol College, University of Oxford. Selama hidupnya, Smith mengajar filsafat moral dan terlibat aktif dalam komunitas intelektual Skotlandia, termasuk dalam jaringan pemikir Pencerahan Skotlandia yang meliputi tokoh-tokoh seperti David Hume.
Smith dikenal sebagai profesor di University of Glasgow, di mana ia mengajar retorika dan filsafat moral, serta membangun reputasi sebagai intelektual yang menganalisis hubungan antara etika, masyarakat, dan ekonomi secara mendalam. Pengalaman akademik dan pengamatannya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi Skotlandia abad ke-18 membentuk landasan bagi karya-karyanya yang paling berpengaruh.
Adam Smith memulai refleksi filsafatnya dari etika dan psikologi moral. Dalam The Theory of Moral Sentiments (1759), ia menekankan bahwa empati atau sympathy adalah dasar moralitas manusia. Melalui kemampuan untuk menempatkan diri dalam posisi orang lain, manusia mengembangkan perasaan adil, simpati, dan norma sosial. Smith menekankan bahwa perilaku manusia bukan hanya dipandu oleh kepentingan pribadi, tetapi juga oleh keinginan untuk diterima secara sosial dan diakui oleh orang lain sebagai individu yang adil dan bermoral.
Dalam ekonomi, Smith terkenal dengan gagasan tentang kepentingan pribadi yang diarahkan oleh “tangan tak terlihat”. Ia menegaskan bahwa individu yang mengejar keuntungan pribadi, dalam kerangka aturan hukum dan moral, secara tidak langsung dapat mempromosikan kesejahteraan masyarakat secara luas. Mekanisme pasar, menurut Smith, bekerja secara efisien jika ada kompetisi, kebebasan ekonomi, dan kepatuhan terhadap norma moral. Pandangan ini menekankan interaksi antara etika dan ekonomi, dan menentang pemahaman bahwa pasar bebas bekerja secara otomatis tanpa dasar sosial dan moral.
Smith mengembangkan teori nilai yang berakar pada kerja manusia sebagai sumber utama nilai ekonomi, serta analisis distribusi kekayaan. Ia membedakan antara nilai penggunaan dan nilai tukar, menekankan bahwa harga pasar mencerminkan interaksi kompleks antara kebutuhan, keinginan, dan produktivitas. Dalam pandangan Smith, kemakmuran suatu bangsa bergantung pada produktivitas tenaga kerja, pembagian kerja, dan pengelolaan sumber daya secara efisien.
Salah satu konsep kunci Adam Smith adalah pembagian kerja (division of labor), yang ia jelaskan melalui contoh pabrik peniti dalam The Wealth of Nations (1776). Smith menunjukkan bahwa spesialisasi memungkinkan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Namun, ia juga mengingatkan tentang risiko monoton dan alienasi bagi pekerja yang terjebak dalam rutinitas sempit, menegaskan perlunya perhatian terhadap dimensi sosial dan psikologis dari pembagian kerja.
Smith menekankan bahwa ekonomi tidak dapat dilepaskan dari norma moral dan keadilan. Ia menekankan pentingnya struktur hukum, hak milik, dan aturan yang memungkinkan individu bertindak secara produktif dan etis. Moralitas publik, norma sosial, dan kepercayaan merupakan komponen vital agar pasar berfungsi secara adil dan efisien. Dengan demikian, ekonomi tidak dipahami sebagai sains mekanistik semata, tetapi sebagai sistem yang tertanam dalam konteks sosial dan moral.
Smith membedakan peran negara dalam tiga bidang utama: pertahanan, hukum, dan infrastruktur publik. Ia menekankan bahwa peran negara adalah menyediakan kerangka hukum dan institusi yang memungkinkan pasar berfungsi, tetapi bukan untuk campur tangan secara berlebihan dalam aktivitas ekonomi individu. Konsep ini menjadi dasar liberalisme ekonomi klasik, di mana keseimbangan antara kebebasan individu dan regulasi publik dianggap penting untuk kesejahteraan sosial.
Smith juga menganalisis perdagangan internasional dan keuntungan dari spesialisasi antarbangsa. Ia mengembangkan gagasan bahwa perdagangan bebas memungkinkan negara untuk memanfaatkan keunggulan komparatif masing-masing, meningkatkan produksi, dan memperluas kesejahteraan secara global. Pemikiran ini menjadi fondasi teori ekonomi internasional modern dan liberalisme perdagangan.
Adam Smith adalah seorang filsuf dan ekonom asal Skotlandia yang hidup pada abad ke-18. Ia dikenal sebagai pelopor ilmu ekonomi modern dan penulis karya berpengaruh The Wealth of Nations, yang membahas prinsip dasar ekonomi pasar dan pembagian kerja.
Gagasan utama Adam Smith mencakup konsep pasar bebas dan invisible hand, yang menjelaskan bagaimana kepentingan individu dapat berkontribusi pada kesejahteraan bersama. Ia juga menekankan pentingnya spesialisasi dan efisiensi dalam meningkatkan produktivitas ekonomi.
Pemikiran Adam Smith tetap relevan karena menjadi fondasi bagi teori ekonomi klasik dan kebijakan ekonomi modern. Prinsip-prinsipnya masih digunakan untuk memahami mekanisme pasar, perdagangan, dan peran pemerintah dalam perekonomian.