Manuel DeLanda

Dipublikasikan: 14 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 14 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Manuel DeLanda adalah filsuf kontemporer kelahiran Meksiko yang dikenal luas karena pengembangan filsafat realis berbasis materialisme, teori kompleksitas, dan ontologi proses. Ia menempati posisi penting dalam filsafat abad ke-20 dan ke-21 sebagai pemikir yang secara sistematis menggabungkan filsafat Gilles Deleuze dengan sains modern, khususnya dinamika nonlinier, teori sistem kompleks, dan sejarah material. DeLanda menolak pendekatan filsafat yang berpusat pada bahasa atau subjektivitas, dan sebaliknya mengembangkan ontologi yang menempatkan materi, proses, dan relasi sebagai realitas primer yang otonom dari kesadaran manusia.

Biografi Manuel DeLanda

Manuel DeLanda lahir pada tahun 1952 di Meksiko. Ia awalnya menempuh pendidikan dalam bidang seni dan film sebelum kemudian menetap di Amerika Serikat dan beralih secara serius ke filsafat. Latar belakang lintas disiplin ini sangat memengaruhi gaya berpikirnya yang non-konvensional dan terbuka terhadap sains, teknologi, dan sejarah. DeLanda tidak mengikuti jalur akademik filsafat yang sepenuhnya tradisional, namun justru berkembang sebagai pemikir independen yang produktif dan berpengaruh.

Ia lama mengajar di European Graduate School dan dikenal sebagai figur penting dalam memperkenalkan pemikiran Deleuze ke dunia berbahasa Inggris secara sistematis dan realistis. Berbeda dengan banyak penafsir Deleuze yang menekankan dimensi politik atau semiotik, DeLanda justru menyoroti dimensi ontologis dan ilmiah dari pemikiran Deleuze. Karyanya memiliki pengaruh luas tidak hanya dalam filsafat, tetapi juga dalam arsitektur, teori urban, studi media, dan ilmu sosial.

Orang lain juga membaca :  Heraclitus

Pemikiran Manuel DeLanda

Ontologi Realis dan Penolakan Konstruktivisme

Inti pemikiran Manuel DeLanda adalah pembelaan terhadap ontologi realis yang menegaskan keberadaan dunia material secara independen dari bahasa, representasi, dan kesadaran manusia. Ia secara eksplisit menolak konstruktivisme sosial yang menganggap realitas sebagai hasil diskursus atau praktik simbolik semata. Menurut DeLanda, meskipun praktik sosial dan bahasa memiliki peran penting, dunia material memiliki dinamika dan struktur yang tidak bergantung pada interpretasi manusia. Ontologi harus menjelaskan bagaimana entitas material terbentuk, bertahan, dan berubah melalui proses nyata, bukan melalui konstruksi konseptual semata.

Ontologi Proses dan Individuasi

DeLanda mengembangkan ontologi proses yang menekankan bahwa entitas bukanlah substansi statis, melainkan hasil dari proses individuasi yang berkelanjutan. Mengikuti Deleuze, ia memandang realitas sebagai medan intensitas, aliran energi, dan relasi dinamis yang menghasilkan bentuk-bentuk relatif stabil. Individu, baik biologis, sosial, maupun teknologis, tidak pernah sepenuhnya tertutup atau esensial, melainkan selalu terbuka terhadap transformasi. Dengan demikian, identitas dipahami sebagai efek sementara dari proses material yang lebih dalam.

Teori Kompleksitas dan Sains Nonlinier

Salah satu kontribusi paling khas DeLanda adalah integrasi teori kompleksitas dan sains nonlinier ke dalam filsafat. Ia menggunakan konsep seperti self-organization, emergence, dan dinamika nonlinier untuk menjelaskan bagaimana struktur kompleks muncul dari interaksi lokal tanpa perencana pusat. Bagi DeLanda, sains ini menyediakan model ontologis yang lebih akurat daripada metafisika klasik berbasis substansi atau esensi. Dunia dipahami sebagai jaringan proses yang mampu menghasilkan keteraturan tanpa tujuan final atau desain transenden.

Assemblage Theory

DeLanda dikenal luas sebagai pengembang assemblage theory, sebuah konsep yang berakar pada pemikiran Deleuze dan Félix Guattari namun dikembangkan secara sistematis dan realistis. Assemblage dipahami sebagai konfigurasi heterogen dari elemen-elemen material dan ekspresif yang berinteraksi tanpa kehilangan otonomi masing-masing. Dalam assemblage, relasi antar unsur bersifat eksternal, sehingga suatu elemen dapat berpindah dari satu konfigurasi ke konfigurasi lain tanpa kehilangan identitas sepenuhnya. Teori ini digunakan DeLanda untuk menganalisis fenomena sosial, politik, urban, dan teknologi tanpa mereduksinya pada struktur totalitas atau subjek kolektif.

Orang lain juga membaca :  Aristoteles

Materialisme Historis Baru

Berbeda dari materialisme historis klasik yang sering bersifat teleologis dan reduksionis, DeLanda mengusulkan bentuk materialisme historis baru yang non-deterministik. Ia menafsirkan sejarah sebagai hasil interaksi kontingen antara proses ekonomi, teknologi, biologis, dan geografis. Tidak ada hukum sejarah universal atau arah kemajuan yang niscaya. Dengan pendekatan ini, DeLanda menolak narasi besar sejarah dan menggantinya dengan analisis konkret atas proses material yang membentuk institusi, negara, dan masyarakat.

Kritik terhadap Humanisme dan Antroposentrisme

DeLanda secara konsisten mengkritik humanisme filosofis yang menempatkan manusia sebagai pusat makna dan agen utama sejarah. Dalam ontologinya, manusia hanyalah salah satu jenis entitas dalam jaringan proses material yang jauh lebih luas. Bahasa, budaya, dan kesadaran tidak memiliki status ontologis istimewa, melainkan merupakan hasil evolusi material dan biologis. Kritik ini tidak bertujuan merendahkan manusia, tetapi untuk menempatkannya secara realistis dalam kosmos material yang kompleks dan tidak berpusat pada kepentingan manusia.

Implikasi Sosial, Politik, dan Urban

Pemikiran DeLanda memiliki implikasi luas dalam teori sosial dan politik, khususnya melalui analisis kota, negara, dan institusi sebagai assemblage. Negara, misalnya, tidak dipahami sebagai entitas monolitik, melainkan sebagai konfigurasi sementara dari aparat, teknologi, hukum, dan praktik sosial. Pendekatan ini memungkinkan analisis politik yang lebih fleksibel dan empiris, serta membuka ruang bagi perubahan tanpa mengandaikan revolusi total atau struktur dominan tunggal. Dalam studi urban, DeLanda melihat kota sebagai sistem kompleks yang berkembang melalui interaksi material, ekonomi, dan ekologis.

Karya Manuel DeLanda

  • Intensive Science and Virtual Philosophy
  • A New Philosophy of Society: Assemblage Theory and Social Complexity
  • Philosophy and Simulation
  • Assemblage Theory
  • War in the Age of Intelligent Machines

Referensi

  • DeLanda, M. (2002). Intensive science and virtual philosophy. London: Continuum.
  • DeLanda, M. (2006). A new philosophy of society: Assemblage theory and social complexity. London: Continuum.
  • DeLanda, M. (2011). Philosophy and simulation. London: Continuum.
  • DeLanda, M. (2016). Assemblage theory. Edinburgh: Edinburgh University Press.
  • Deleuze, G. (1994). Difference and repetition. New York: Columbia University Press.
Orang lain juga membaca :  Soekarno

Citation

Previous Article

Iain Hamilton Grant

Next Article

Gloria Jean Watkins (bell hooks)

Citation copied!