Dipublikasikan: 12 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025
Dipublikasikan: 12 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Mohammad Hatta adalah seorang negarawan, ekonom, dan pemikir politik Indonesia yang dikenal sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus proklamator kemerdekaan bersama Soekarno. Pemikiran Hatta berfokus pada nasionalisme, demokrasi ekonomi, dan pembangunan sosial-politik yang adil. Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, keadilan sosial, dan partisipasi rakyat dalam pemerintahan sebagai fondasi bagi pembangunan bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pemikiran Hatta tetap menjadi rujukan utama dalam studi politik, ekonomi, dan demokrasi di Indonesia.
Daftar Isi
Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia menempuh pendidikan di sekolah Belanda di Hindia Belanda dan kemudian melanjutkan studi di Belanda, khususnya dalam bidang ekonomi politik dan hukum. Sejak muda, Hatta aktif dalam organisasi pergerakan kemerdekaan, termasuk Perhimpunan Indonesia di Belanda, di mana ia memperjuangkan kemerdekaan dan kesetaraan rakyat Indonesia.
Pada 17 Agustus 1945, Hatta bersama Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan kemudian menjabat sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia (1945–1956). Selain itu, Hatta juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Menteri Pertahanan. Ia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, rasional, dan mengedepankan demokrasi serta etika politik. Hatta wafat pada 14 Maret 1980, meninggalkan warisan pemikiran politik dan ekonomi yang mendalam bagi bangsa Indonesia.
Hatta menekankan nasionalisme sebagai fondasi persatuan dan pembangunan bangsa. Ia percaya bahwa kedaulatan bangsa harus dijaga melalui partisipasi aktif rakyat dalam pemerintahan dan pengambilan keputusan politik. Demokrasi, menurut Hatta, bukan hanya mekanisme politik, tetapi juga proses untuk menegakkan keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Pemikirannya menekankan pentingnya keseimbangan antara kepemimpinan yang visioner dan hak-hak rakyat untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.
Salah satu kontribusi utama Hatta adalah pemikiran tentang ekonomi kerakyatan (cooperative economy). Ia menekankan pentingnya koperasi dan usaha rakyat sebagai sarana pemberdayaan ekonomi dan pengurangan kesenjangan sosial. Menurut Hatta, pembangunan ekonomi harus berlandaskan keadilan sosial, tidak hanya menguntungkan segelintir elit, tetapi memperkuat kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Pemikiran ini menjadi dasar bagi pengembangan koperasi dan ekonomi rakyat di Indonesia.
Hatta menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana membangun karakter, moral, dan kesadaran sosial warga negara. Pendidikan harus menanamkan nilai-nilai nasionalisme, demokrasi, dan tanggung jawab sosial, sehingga generasi muda mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Pemikiran Hatta menekankan hubungan antara pendidikan dan pembangunan masyarakat yang adil, cerdas, dan berbudaya.
Hatta percaya bahwa kepemimpinan harus berlandaskan etika, kejujuran, dan pengabdian pada rakyat. Ia menekankan bahwa kekuasaan bukan alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, tetapi sarana untuk melayani masyarakat secara adil dan bertanggung jawab. Dalam berbagai pidato dan tulisan, Hatta menekankan integritas moral, rasionalitas, dan etika sebagai fondasi bagi pengambilan keputusan politik.
Pemikiran Hatta menekankan pentingnya kemandirian nasional dan keadilan sosial. Ia percaya bahwa kemerdekaan politik harus diiringi dengan pembangunan ekonomi yang adil dan merata. Negara dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan kesejahteraan rakyat dan mengurangi kesenjangan sosial. Pemikiran ini mencerminkan pandangan Hatta bahwa pembangunan bangsa harus berlandaskan prinsip moral, etika, dan keadilan sosial.