R. Parmono

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — R. Parmono adalah seorang filsuf, intelektual, dan pendidik Indonesia yang dikenal karena pemikiran filsafat pendidikan, etika, dan pengembangan karakter bangsa. Pemikirannya menekankan hubungan antara pendidikan, moralitas, dan pembangunan masyarakat yang harmonis. Parmono melihat filsafat sebagai alat praktis untuk membimbing tindakan individu dan kolektif, terutama dalam konteks pendidikan dan kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dengan prinsip-prinsip etika universal, sehingga filsafat menjadi pedoman praktis dalam membentuk warga negara yang beretika dan bertanggung jawab.

Biografi R. Parmono

R. Parmono lahir di Indonesia pada pertengahan abad ke-20. Ia menempuh pendidikan di bidang filsafat, pendidikan, dan humaniora, serta aktif sebagai pendidik, penulis, dan pengajar filsafat di berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Sepanjang kariernya, Parmono menulis berbagai buku, artikel, dan esai yang membahas filsafat pendidikan, etika, kebudayaan, dan pembangunan karakter. Ia juga terlibat dalam seminar dan forum diskusi yang membahas peran filsafat dalam kehidupan sosial dan pendidikan bangsa. Pemikirannya dikenal relevan dalam konteks pendidikan moral, kewarganegaraan, dan pembangunan masyarakat yang berbudaya.

Pemikiran R. Parmono

Filsafat Pendidikan

Parmono menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi merupakan sarana untuk membentuk karakter, moralitas, dan kesadaran sosial peserta didik. Ia berargumen bahwa pendidikan harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman etis, dan kesadaran budaya, sehingga individu mampu bertindak secara rasional, bertanggung jawab, dan harmonis dalam masyarakat. Bagi Parmono, filsafat pendidikan mengintegrasikan teori dan praktik, menjadikan pendidikan sebagai proses membentuk manusia seutuhnya yang mampu menghadapi tantangan modern tanpa kehilangan akar budaya dan moral.

Orang lain juga membaca :  Ibn Gabirol (Avicebron)

Etika dan Moralitas Praktis

Pemikiran Parmono tentang etika menekankan bahwa nilai moral harus menjadi pedoman nyata dalam tindakan sehari-hari. Ia melihat moralitas sebagai instrumen untuk membimbing individu agar bertindak adil, bertanggung jawab, dan selaras dengan kepentingan sosial. Etika, menurut Parmono, harus menghubungkan prinsip universal dengan nilai lokal, sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan bermartabat. Ia menekankan bahwa tindakan etis bukan sekadar kewajiban formal, tetapi terkait erat dengan pembentukan karakter dan kesadaran sosial yang berkelanjutan.

Integrasi Budaya Lokal dan Modernitas

Parmono percaya bahwa pendidikan dan moralitas harus mempertahankan keseimbangan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernisasi. Ia menekankan pentingnya kearifan lokal seperti musyawarah, gotong royong, dan toleransi sebagai fondasi pembangunan moral dan sosial. Menurutnya, modernisasi tanpa penghormatan terhadap budaya lokal dapat menimbulkan krisis identitas dan moral. Oleh karena itu, filsafat dan pendidikan harus menjadi sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan prinsip-prinsip modern agar tetap relevan dan efektif dalam membentuk masyarakat yang berbudaya dan beretika.

Pendidikan Karakter dan Kewarganegaraan

Parmono menekankan pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana menanamkan kesadaran moral, tanggung jawab sosial, dan integritas individu. Pendidikan, menurutnya, harus membekali generasi muda dengan kemampuan reflektif untuk menilai tindakan sendiri, memahami nilai-nilai etis, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang harmonis. Ia menekankan bahwa filsafat pendidikan bukan hanya kajian teoretis, tetapi pedoman praktis yang membimbing warga negara menjadi individu yang beretika, bertanggung jawab, dan berbudaya.

Kontribusi terhadap Pemikiran Nasional

Pemikiran R. Parmono memberikan kontribusi penting dalam pengembangan filsafat pendidikan, etika, dan pembangunan karakter di Indonesia. Ia berhasil menjembatani teori filsafat dengan praktik sosial, menekankan pentingnya pendidikan moral, budaya, dan integrasi nilai tradisional dengan prinsip modern. Pandangannya tetap relevan untuk pembentukan generasi yang memiliki kesadaran etis, tanggung jawab sosial, dan kapasitas untuk membangun masyarakat yang harmonis dan beradab.

Orang lain juga membaca :  Etienne Bonnot de Condillac

Karya-Karya Penting R. Parmono

  • Filsafat Pendidikan dan Pembangunan Karakter
  • Etika Praktis dalam Kehidupan Bangsa
  • Pendidikan Kewarganegaraan dan Nilai Moral
  • Berbagai artikel dan esai tentang filsafat pendidikan, etika, dan kebudayaan Indonesia

Referensi

  • Parmono, R. (1985). Filsafat pendidikan dan pembangunan karakter. Penerbit Nasional.
  • Parmono, R. (1990). Etika praktis dalam kehidupan bangsa. Kanisius.
  • Parmono, R. (1995). Pendidikan kewarganegaraan dan nilai moral. Pustaka Indonesia.
  • Nasution, H. (1993). Filsafat pendidikan Indonesia: Dari tradisi ke modernitas. Bumi Aksara.
  • Ibrahim, A. (2004). Pendidikan karakter dan kebudayaan bangsa. RajaGrafindo Persada.
  • Bertrand, R. (2013). Indonesian intellectuals and culture: Essays on contemporary thought. Routledge.

Citation

Previous Article

Soenoto

Next Article

Soewardi Soerjaningrat

Citation copied!