Dipublikasikan: 12 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025
Dipublikasikan: 12 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Philippa Ruth Foot adalah salah satu filsuf etika terpenting abad ke-20 yang berperan besar dalam kebangkitan etika kebajikan Aristotelian di dunia modern. Ia terkenal karena kritiknya terhadap teori moral modern seperti utilitarianisme dan Kantianisme, serta penekanan pada hubungan antara moralitas, rasionalitas praktis, dan kehidupan manusia sehari-hari. Foot juga dikenal melalui eksperimen pikiran klasiknya, termasuk varian trolley problem, yang membentuk landasan bagi etika terapan dan bioetika kontemporer.
Daftar Isi
Philippa Foot lahir pada 3 Oktober 1920 di Leeds, Inggris. Ia belajar di Somerville College, Oxford, dan mulai menekuni filsafat moral serta politik. Foot dikenal sebagai anggota lingkaran filsafat analitik Oxford, di mana ia bersinggungan dengan pemikir seperti Elizabeth Anscombe dan Gilbert Ryle. Sepanjang kariernya, Foot menjadi figur sentral dalam menghidupkan kembali etika kebajikan dan mengintegrasikan filosofi moral klasik dengan analisis kontemporer.
Foot mengajar di Oxford selama puluhan tahun, membimbing generasi filsuf analitik, etikus, dan pemikir bioetika. Karyanya menekankan bahwa penilaian moral harus berakar pada realitas manusia dan kehidupan praktis, bukan sekadar abstraksi normatif. Ia meninggal pada 3 Oktober 2010, meninggalkan warisan besar dalam filsafat moral dan etika terapan.
Foot menekankan bahwa penilaian moral harus dipahami melalui konteks telos manusia dan kehidupan yang baik. Menurutnya:
Ia menolak moralitas modern yang terlepas dari teleologi, seperti utilitarianisme yang hanya fokus pada konsekuensi dan Kantianisme yang abstrak.
Bagi Foot, kebajikan merupakan disposisi untuk bertindak dengan cara yang mendukung kehidupan yang baik:
Foot memperkenalkan varian dari masalah trolley problem untuk mengeksplorasi dilema etika:
Foot menekankan bahwa ada perbedaan moral penting antara:
Analisis ini menjadi fondasi bagi etika terapan, termasuk bioetika, hukum, dan kebijakan publik.
Foot mengikuti jejak Anscombe dalam menekankan bahwa alasan moral harus berakar pada keinginan dan disposisi individu:
Foot menekankan bahwa penilaian moral harus mempertimbangkan:
Foot menghubungkan filosofi moral dengan isu kontemporer, termasuk:
Ia menekankan bahwa prinsip moral harus diuji terhadap realitas praktis kehidupan manusia, bukan sekadar teori abstrak.