Saul Aaron Kripke

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Saul Aaron Kripke adalah salah satu filsuf paling berpengaruh dalam tradisi analitik modern, terutama melalui kontribusinya dalam logika modal, filsafat bahasa, dan metafisika. Melalui karya-karyanya tentang nama diri, keharusan metafisik, dan identitas esensialis, ia mengubah arah filsafat bahasa dan metafisika di abad ke-20. Pemikirannya, khususnya yang tertuang dalam Naming and Necessity, menjadi landasan bagi hampir seluruh perkembangan kontemporer mengenai referensi, modalitas, serta hubungan antara bahasa dan dunia.

Biografi Saul Aaron Kripke

Saul Aaron Kripke lahir pada 13 November 1940 di Bay Shore, New York, dalam keluarga Yahudi Ortodoks. Ia dianggap sebagai “anak ajaib” dalam filsafat dan matematika: pada usia remaja ia sudah menulis makalah dalam logika modal yang kemudian menjadi dasar sistem Kripkean. Pada usia 17 tahun, ia menolak pekerjaan dari Harvard demi menyelesaikan sekolah menengah. Ia kemudian menempuh pendidikan di Harvard, namun sebagian besar pemikirannya berkembang secara autodidak dan melalui interaksi intelektual yang intens dengan para logikawan.

Pada 1960-an ia melakukan terobosan besar dalam logika modal dengan mengembangkan semantik model Kripke, yang segera menjadi standar dalam analisis modalitas. Ia kemudian mengajar di berbagai kampus bergengsi seperti Rockefeller University, Princeton University, dan City University of New York.

Orang lain juga membaca :  Soekarno

Karya utamanya Naming and Necessity (1970, dipublikasikan 1980) berasal dari serangkaian kuliah di Princeton yang merevolusi filsafat bahasa. Kripke juga berkontribusi besar dalam filsafat pikiran, terutama melalui analisisnya terhadap identitas mental–fisik dan bantahannya terhadap teori identitas reduksionistik. Meskipun gaya penulisannya jarang dan minimalis, setiap makalahnya memiliki pengaruh luas dan mendalam.

Pemikiran Saul Aaron Kripke

Nama Diri dan Referensi Kaku (Rigid Designators)

Nama tidak bermakna deskripsi

Kripke menolak teori deskriptivis tradisional (Frege–Russell) yang menganggap nama sebagai singkatan deskripsi. Menurut Kripke:

  • Nama menunjuk objek secara langsung
  • Tanpa perantara deskriptif
  • Tidak ditentukan oleh ciri-ciri yang diasosiasikan penuturnya

Contoh: Nama “Aristoteles” tidak berarti “guru Alexander” atau “penulis Metafisika.” Seseorang tetap dapat merujuk Aristoteles meskipun tidak tahu apa pun tentangnya.

Rigid designator

Kripke memperkenalkan konsep penunjuk kaku (rigid designator):

  • Nama merujuk pada objek yang sama di semua dunia mungkin di mana objek itu eksis
  • Deskripsi umumnya non-rigid karena dapat menunjuk entitas berbeda di dunia mungkin lain

Implikasinya besar: identitas yang dibentuk oleh nama diri harus dipahami sebagai keharusan metafisik, bukan hasil konvensi linguistik.

Keperluan Metafisik vs Keperluan Epistemik

Necessity a posteriori

Kripke menunjukkan bahwa ada proposisi yang niscaya benar tetapi hanya dapat diketahui melalui pengalaman empiris. Contoh terkenal:

  • “Air adalah H₂O”
  • “Panas adalah gerakan molekuler”
  • “Cahaya adalah gelombang elektromagnetik”

Ini benar di semua dunia mungkin, tetapi tidak dapat diketahui hanya dengan analisis konsep. Ia menyebutnya necessary a posteriori truths.

Contingent a priori

Sebaliknya, ada kebenaran yang kontingen tetapi dapat diketahui a priori, seperti:

  • Konstanta tertentu yang diberi definisi fiat
  • Kasus-kasus tertentu dalam penetapan referensi

Distingsi ini mengguncang batas tradisional Kantian antara a priori/a posteriori dan necessary/contingent.

Orang lain juga membaca :  Francis Hutcheson

Teori Referensi Kausal–Sejarah

Penetapan referensi melalui “baptisan”

Menurut Kripke, penamaan objek dimulai melalui “initial baptism” — tindakan penetapan referensi awal, baik melalui persepsi langsung maupun deskripsi sementara.

Kausal chain of reference

Nama kemudian berpindah melalui rantai kausal:

  • Penutur modern merujuk objek yang sama karena terhubung secara historis dengan penggunaan sebelumnya
  • Bukan karena hubungan semantik-deskriptif internal

Ini menjadi dasar causal theory of reference, yang kini menjadi paradigma utama dalam filsafat bahasa.

Metafisika Esensialis

Esensi dan identitas

Kripke menghidupkan kembali gagasan esensialisme metafisik:

  • Suatu objek memiliki sifat esensial yang dimilikinya di semua dunia mungkin
  • Sifat-sifat ini tidak kontingen, tetapi menentukan identitas objek tersebut

Contoh:

  • Sapi esensialnya adalah makhluk biologis tertentu; tidak dapat menjadi mesin
  • Air esensialnya adalah H₂O; tidak mungkin zat lain menjadi “air” di dunia mungkin lain

Ini mengembalikan metafisika esensial ke pusat teori modal.

Argumen Anti-Identitas dalam Filsafat Pikiran

Kritik terhadap teori identitas mental–fisik

Kripke menunjukkan bahwa klaim “sensasi nyeri = aktivasi saraf tertentu” tidak memiliki status niscaya seperti identitas fisik lainnya. Karena:

  • Kita dapat membayangkan seseorang mengalami nyeri tanpa aktivasi saraf
  • Modalitas konseptual menunjukkan non-identitas
  • Maka teori identitas menghadapi masalah analog dengan definisi ayan yang salah

Kesadaran tidak dapat direduksi secara sederhana ke keadaan fisik.

Logika Modal Kripkean

Semantik model-relational

Kripke merevolusi logika modal dengan model possible worlds dan relasi aksesibilitas. Ide-idenya:

  • Kebenaran modal diinterpretasikan melalui dunia mungkin
  • Operator “mungkin” dan “perlu” diberi kondisi kebenaran formal
  • Relasi aksesibilitas menentukan kekuatan modalitas

Kerangka ini menjadi standar di logika, linguistik, metafisika, dan ilmu komputer.

Teori Kebenaran dan Paradox

Kerangka kerja alternatif untuk semantik kebenaran

Kripke mengembangkan teori kebenaran bebas kontradiksi menggunakan pendekatan partial valuation yang memungkinkan:

  • Pernyataan mengacu pada dirinya sendiri
  • Menangani paradoks kebohongan (liar paradox)
  • Tetap menjaga koherensi sistem formal
Orang lain juga membaca :  Herbert Marcuse

Ini menjadi fondasi bagi teori semantik non-klasik.

Karya-Karya Penting Saul Aaron Kripke

  • Naming and Necessity (1980; kuliah 1970)
  • Wittgenstein on Rules and Private Language (1982)
  • Semantical Considerations on Modal Logic (1959; artikel awal terkait modal)
  • Outline of a Theory of Truth (1975)
  • Reference and Existence (2013, kuliah John Locke)
  • Berbagai makalah yang membentuk logika modal modern

Referensi

  • Kripke, S. A. (1980). Naming and necessity. Harvard University Press.
  • Kripke, S. A. (1982). Wittgenstein on rules and private language. Harvard University Press.
  • Gamut, L. T. F. (1991). Logic, language, and meaning. University of Chicago Press.
  • Devitt, M., & Sterelny, K. (1999). Language and reality: An introduction to the philosophy of language. MIT Press.
  • Soames, S. (2003). Philosophical analysis in the twentieth century. Princeton University Press.
  • Salmon, N. (1981). Reference and essence. Princeton University Press.

Citation

Previous Article

Timothy Williamson

Next Article

Peter Frederick Strawson

Citation copied!