Robert Brandom

Dipublikasikan: 12 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Robert Brandom adalah salah satu filsuf terkemuka dalam tradisi analitik kontemporer, terutama dikenal melalui kontribusinya dalam filsafat bahasa, pragmatik inferensial, dan teori normativitas. Ia dianggap sebagai figur sentral dalam “Pittsburgh School” bersama Wilfrid Sellars dan John McDowell. Brandom mengembangkan pendekatan inovatif yang menempatkan praktik sosial, inferensi, dan komitmen normatif sebagai dasar dari makna dan rasionalitas. Pemikirannya merevitalisasi tradisi pragmatisme Amerika dan menghubungkannya kembali dengan Hegelianisme melalui kerangka yang sangat sistematis dan teknis.

Biografi Robert Brandom

Robert Boyce Brandom lahir pada 13 Maret 1950 di Harrisonburg, Virginia, Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan sarjana di Yale University, kemudian melanjutkan studi doktoral di Princeton University di bawah bimbingan Richard Rorty. Masa pendidikannya menempatkannya dalam pengaruh kuat dua tradisi: pragmatisme Amerika dan filsafat analitik.

Pada 1976, Brandom bergabung dengan University of Pittsburgh, salah satu pusat terpenting filsafat analitik yang berorientasi pada normativitas dan pragmatika. Di Pittsburgh, ia bekerja bersama tokoh-tokoh seperti Wilfrid Sellars, John McDowell, dan Nuel Belnap. Ia kemudian menjadi Distinguished Professor of Philosophy dan menerima berbagai penghargaan internasional atas kontribusi intelektualnya.

Orang lain juga membaca :  Ibn Gabirol (Avicebron)

Publikasinya yang paling terkenal, Making It Explicit (1994), adalah karya monumental setebal lebih dari 700 halaman yang membangun sistem lengkap untuk memahami makna, tindakan ujaran, komitmen normatif, dan rasionalitas inferensial. Karya ini menjadikan Brandom salah satu filsuf paling berpengaruh dalam filsafat bahasa dan pragmatisme kontemporer.

Pemikiran Robert Brandom

Inferentialisme

Makna sebagai peran inferensial

Brandom menolak pandangan representasional tradisional yang memahami makna sebagai hubungan antara kata dan objek. Sebaliknya, ia mengembangkan inferentialisme, yaitu gagasan bahwa makna bergantung pada peran inferensial suatu ekspresi dalam praktik penalaran:

  • apa yang dapat disimpulkan darinya
  • apa yang menjadi alasannya
  • apa konsekuensi komitmen yang mengikutinya

Seseorang memahami konsep jika ia mampu menggunakannya dalam jaringan inferensi yang tepat.

Menggantikan semantik referensial

Bagi Brandom, referensi hanyalah fenomena turunan dari norma dan inferensi. Struktur semantik bukanlah cermin dunia, tetapi produk praktik rasional komunitas penutur. Pandangan ini menempatkan normativitas sebagai inti dari makna.

Normativitas dan Praktik Linguistik

Komitmen dan kewajiban sebagai fondasi makna

Dalam berbahasa, menurut Brandom, kita selalu:

  • berkomitmen pada klaim tertentu
  • bertanggung jawab untuk membenarkannya
  • menghadapi keberatan dan tuntutan rasionalitas dari orang lain

Ini membentuk apa yang ia sebut scorekeeping, yaitu mekanisme sosial di mana para partisipan mencatat komitmen dan hak istimewa inferensial satu sama lain.

Praktik sosial sebagai fondasi rasionalitas

Rasionalitas bukanlah kualitas internal individu, melainkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam praktik diskursif yang normatif. Pemahaman seseorang diukur dari apa yang ia anggap dirinya—dan orang lain—bertanggung jawab secara inferensial.

Pragmatism dan Semantik

Brandom mengembangkan pragmatism analitik, menggabungkan pemikiran Sellars, Rorty, dan Hegel.

Prioritas pragmatis atas semantik

Menurut Brandom,
penggunaan mendahului makna.
Kita tidak memahami makna kata sebelum memahami bagaimana kata itu digunakan dalam praktik sosial. Dari penggunaan inilah aturan normatif dan makna semantik muncul.

Orang lain juga membaca :  Jean-Paul Sartre

Bahasa sebagai tindakan, bukan hanya representasi

Berbicara berarti melakukan tindakan dalam dunia sosial—menegaskan, menolak, berjanji, berargumen—bukan sekadar menggambarkan realitas.

Pembacaan Brandom terhadap Hegel

Spirit sebagai jaringan komitmen

Brandom menawarkan interpretasi pragmatis terhadap Hegel dalam A Spirit of Trust (2019):

  • “Spirit” adalah struktur sosial intersubjektif
  • Komunitas rasional terbentuk melalui pengakuan timbal balik
  • Normativitas lahir dari hubungan sosial yang saling menilai

Ia membaca Hegel bukan sebagai metafisikawan absolut, tetapi sebagai teoritikus praktik sosial yang sangat modern.

Konsep pengakuan (recognition)

Brandom menyatakan bahwa otonomi seseorang bergantung pada pengakuan dari komunitas tempat ia berpartisipasi. Ini menghubungkannya dengan pemikiran Axel Honneth dan tradisi teori kritis.

Logika dan Representasi

Logika sebagai sistem normatif, bukan struktur dunia

Brandom menolak pandangan bahwa logika mencerminkan struktur metafisis dunia. Logika adalah kerangka aturan inferensial yang mengatur praktik rasional manusia.

Representasi bersifat derivatif

Representasi dianggap sebagai fenomena tingkat tinggi yang muncul dari praktik linguistik, bukan sebagai fondasi dasar makna.

Hubungan dengan Sellars dan Kritik terhadap Empirisme

Melawan “the myth of the given”

Mengikuti Sellars, Brandom menolak gagasan bahwa pengetahuan dapat didasarkan pada data non-konseptual atau “diberikan.” Semua justifikasi selalu berada dalam ruang alasan (space of reasons), bukan dunia fakta murni.

Pengalaman membutuhkan kerangka inferensial

Pengalaman hanya dapat menjadi alasan bagi keyakinan jika ia dipahami dalam kerangka konseptual yang telah ada.

Karya-Karya Penting Robert Brandom

  • Making It Explicit: Reasoning, Representing, and Discursive Commitment (1994)
  • Articulating Reasons: An Introduction to Inferentialism (2000)
  • Between Saying and Doing: Towards an Analytic Pragmatism (2008)
  • Reason in Philosophy (2009)
  • Perspectives on Pragmatism (2011)
  • A Spirit of Trust: A Reading of Hegel’s Phenomenology (2019)
  • Tales of the Mighty Dead: Historical Essays in the Metaphysics of Intentionality (2002)
Orang lain juga membaca :  Thales

Referensi

  • Brandom, R. (1994). Making it explicit: Reasoning, representing, and discursive commitment. Harvard University Press.
  • Brandom, R. (2000). Articulating reasons: An introduction to inferentialism. Harvard University Press.
  • Brandom, R. (2019). A spirit of trust: A reading of Hegel’s Phenomenology. Harvard University Press.
  • Rosenberg, J. (2007). Wilfrid Sellars: Fusing the images. Oxford University Press.
  • Kukla, R., & Lance, M. (2009). Yo! And lo!: The pragmatic topography of the space of reasons. Harvard University Press.

Citation

Previous Article

John McDowell

Next Article

David Chalmers

Citation copied!