Binary Coded Symbol (BCS)

Dipublikasikan: 11 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Binary Coded Symbol (BCS) adalah teknik encoding yang mengonversi simbol atau karakter tertentu menjadi representasi biner tetap agar dapat diproses secara digital oleh komputer atau sistem komunikasi. Teknik ini memungkinkan data non-biner, seperti huruf, angka, dan simbol kontrol, untuk direpresentasikan dalam bentuk bit dengan panjang yang konsisten. BCS sering digunakan dalam telekomunikasi, penyimpanan data, dan protokol pertukaran informasi, karena menyederhanakan parsing, manipulasi, dan transmisi data digital.

Pengertian Binary Coded Symbol

Binary Coded Symbol adalah skema encoding di mana setiap simbol atau karakter dipetakan ke sejumlah bit biner tetap. Panjang bit dapat bervariasi tergantung jumlah simbol dalam alfabet yang digunakan, misalnya 4, 5, 6, atau 8 bit per simbol. Dengan representasi biner yang konsisten, sistem digital dapat mengolah data secara efisien dan akurat.

Contoh penggunaan BCS:

  • Representasi karakter dalam sistem telekomunikasi
  • Penyimpanan simbol khusus dalam database
  • Encoding numerik atau alfanumerik untuk protokol lama
  • Sistem embedded dan perangkat keras dengan kapasitas terbatas

BCS termasuk bentuk fixed-length encoding, berbeda dari metode encoding variabel seperti Huffman Coding atau Adaptive Arithmetic Coding.

Orang lain juga membaca :  ASN.1 DER

Sejarah Perkembangan Binary Coded Symbol

Binary Coded Symbol muncul bersamaan dengan komputer digital awal dan sistem telekomunikasi. Pada era 1960-an, teletype, modem, dan protokol data awal membutuhkan cara untuk mengubah huruf, angka, dan simbol kontrol menjadi bentuk biner yang dapat diproses.

BCS lahir sebagai alternatif dari:

  • BCD (Binary Coded Decimal), yang hanya untuk angka
  • ASCII klasik yang memiliki panjang bit tetap
  • Sistem telekomunikasi telex yang memerlukan representasi simbol stabil

Seiring waktu, BCS tetap relevan untuk sistem tertanam, protokol lama, dan aplikasi komunikasi digital tertentu meski penggunaannya menurun pada komputer modern.

Prinsip Dasar, dan Metode Binary Coded Symbol

1. Alokasi Bit

Setiap simbol atau karakter memiliki representasi biner tetap. Contohnya:

  • 4-bit BCS → 16 simbol
  • 5-bit BCS → 32 simbol
  • 6-bit BCS → 64 simbol
  • 8-bit BCS → 256 simbol (mirip ASCII extended)

2. Mapping Simbol

Simbol diubah menjadi nilai numerik, lalu dikonversi menjadi biner tetap.
Contoh 5-bit BCS untuk alfabet A–Z:
A → 00001
B → 00010

Z → 11010

3. Encoding dan Decoding

  • Encoding: simbol → nilai numerik → biner
  • Decoding: biner → nilai numerik → simbol

4. Fixed-Length

Setiap simbol menggunakan jumlah bit tetap untuk mempermudah parsing dan manipulasi.

5. Fleksibilitas

Bit per simbol dapat disesuaikan sesuai jumlah simbol yang dibutuhkan dalam sistem.

6. Error Detection

BCS sendiri tidak memiliki mekanisme keamanan atau checksum, tetapi dapat digabungkan dengan parity bit atau sistem deteksi error lain.

Contoh Input → Output Binary Coded Symbol

Contoh 1: 4-bit BCS untuk angka

Input: 5 → 0101
Input: 9 → 1001

Contoh 2: 5-bit BCS untuk huruf A–Z

Input: A → 00001
Input: Z → 11010

Orang lain juga membaca :  AES-CTR Bitstream Encoding

Contoh 3: 6-bit BCS untuk huruf dan angka

Input: H → 001000
Input: 7 → 100111

Contoh 4: String “HELLO” (5-bit BCS)

H → 01000
E → 00101
L → 01100
L → 01100
O → 01111
Output biner: 01000 00101 01100 01100 01111

Contoh 5: Simbol telekomunikasi

@ → 110000

→ 110001

Contoh 6: Database ID “AB12”

A → 00001
B → 00010
1 → 0001
2 → 0010
Output biner: 00001 00010 0001 0010

Contoh 7: Reversibilitas

Biner 01000 00101 01100 → decode → H E L

Kelebihan & Kekurangan Binary Coded Symbol

Kelebihan:

  • Sederhana dan mudah diimplementasikan
  • Fixed-length mempermudah parsing dan desain hardware
  • Fleksibel menyesuaikan bit per simbol
  • Reversibel tanpa kehilangan data
  • Cocok untuk sistem terbatas dan embedded
  • Kompatibel dengan protokol telekomunikasi lama
  • Mempermudah manipulasi bit-level
  • Dapat digabungkan dengan error detection sederhana

Kekurangan:

  • Tidak sepadat encoding variabel seperti Huffman atau Arithmetic Coding
  • Tidak menyediakan keamanan atau checksum secara default
  • Memerlukan lebih banyak bit jika simbol banyak tetapi tidak semuanya digunakan
  • Kurang efisien untuk data biner acak atau modern
  • Tidak cocok untuk kompresi file besar
  • Implementasi modern sering digantikan ASCII atau UTF-8
  • Tidak standar internasional luas, lebih untuk sistem khusus

Referensi

  • Stallings, W. (2017). Data and Computer Communications.
  • Tanenbaum, A. (2015). Structured Computer Organization.
  • Bahl, L., & Jelinek, F. (1975). Binary Coded Symbol Representation.
  • IEEE Standards for Telecommunication Coding.
  • Knuth, D. (1997). The Art of Computer Programming, Vol. 3.

Citation

Previous Article

Base85/Z85

Next Article

Binary Coded Decimal (BCD)

Citation copied!