Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Base62 merupakan metode encoding yang menggunakan 62 karakter alfanumerik untuk merepresentasikan data biner menjadi string yang padat, ringkas, dan mudah digunakan dalam berbagai konteks komputasi modern. Dengan memanfaatkan seluruh huruf besar, huruf kecil, dan angka 0–9, Base62 menghasilkan kepadatan data yang lebih baik daripada Base32 atau Base58 dalam kasus tertentu, sekaligus tetap menjaga kompatibilitas dengan sistem yang hanya menerima karakter alfanumerik. Base62 sering digunakan untuk URL shortener, ID unik, hashing non-kriptografis, sistem pelabelan, serial number, dan berbagai aplikasi yang membutuhkan string aman tanpa karakter spesial.
Daftar Isi
Base62 adalah teknik encoding yang mengonversi data biner atau angka besar ke dalam basis 62 dengan alfabet:
0123456789ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz
Metode ini dibuat untuk memberikan representasi yang kompak dan mudah disisipkan dalam berbagai media teks tanpa risiko pemrosesan karakter khusus. Base62 sering dipakai untuk:
Tidak seperti Base64, Base62 tidak menggunakan karakter +, /, atau = sehingga sangat aman untuk URL, path file, sistem kode, dan komunikasi yang sensitif terhadap simbol.
Base62 berkembang secara organik dari berbagai kebutuhan digital modern, terutama pada era web 2.0 ketika layanan seperti TinyURL, Bit.ly, dan penyingkat URL lainnya membutuhkan representasi numerik besar dalam bentuk string yang sangat singkat dan mudah dibaca.
Pada dekade 1990–2000, banyak sistem database dan aplikasi server mulai memanfaatkan teknik internal menggunakan base alfanumerik tertentu (misalnya Base36), namun seiring meningkatnya kebutuhan kepadatan encoding, Base62 menjadi pilihan alami karena menyediakan 62 simbol yang sepenuhnya aman.
Base62 berkembang tanpa satu standar resmi. Beberapa variasi alfabet ada, misalnya memulai huruf kecil terlebih dahulu atau mengubah susunan karakter. Meski begitu, versi yang paling banyak dipakai adalah:
0123456789ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz
Dengan rotasi kasus yang konsisten, penggunaan Base62 menjadi populer dalam pengembangan aplikasi modern, blockchain ringan, manajemen asset digital, hingga sistem cache dan log terdistribusi.
Alfabet standar terdiri atas 62 karakter:
0123456789ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz
Karakter 0–9 → nilai 0–9
Karakter A–Z → nilai 10–35
Karakter a–z → nilai 36–61
Sebuah bilangan besar (big integer) dapat diubah menjadi Base62 melalui pembagian berulang:
Cara ini sering dipakai pada sistem ID otomatis.
Tidak ada standar tunggal. Dua metode populer:
Metode A:
Metode B:
Setiap proyek dapat menerapkan varian mereka sendiri.
Base62 tidak menggunakan padding seperti Base64 sehingga hasil encoding lebih ringkas dan tidak memiliki tanda khusus seperti “=”.
Base62 bersifat reversible selama implementasi mendukung konversi integer atau metode mapping byte yang konsisten.
Beberapa sistem memiliki alfabet berbeda, misalnya:
Sehingga decoding harus menggunakan alfabet yang sesuai spesifikasi pemilik sistem.
Base62 dipilih karena:
Cocok untuk ID unik dan data ringan.
Input: 9999
Konversi ke Base62 → 2Bh
Penjelasan pola:
9999 / 62 = 161 sisa 17
161 / 62 = 2 sisa 37
2 / 62 = 0 sisa 2
Urutan sisa dibalik → 2 (nilai 2), B (nilai 11), h (nilai 43)
Hasil: 2Bh
Input bytes:
AF 03 21
Representasi integer:
AF0321 hex = 11469089 desimal
11469089 → Base62 = 2LyX
Byte:
48 69
Integer:
0x4869 = 18537
18537 → Base62 = 4n9
ID internal: 1234567890
Base62 → 1LY7VK
bytes: 01 02 03 04
Integer = 16909060
Base62 → 2Q3rC
Long URL hash (angka besar):
145927873645
Base62 → 6ZkT9P
Jika alfabet berbeda, hasil encoding berbeda.
Contoh: memulai dengan huruf kecil → hasil berubah.
Kelebihan:
Kekurangan: