Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Base36 merupakan metode encoding yang mengubah data numerik ke dalam representasi teks menggunakan 36 karakter: 0–9 dan A–Z. Teknik ini terutama digunakan untuk kompresi numerik, pembuatan kode identitas pendek, sistem penomoran, dan representasi string yang ringkas namun tetap dapat dibaca manusia. Base36 lebih padat dibanding Base10 dan Base16, menjadikannya pilihan ideal untuk pengkodean data non-kriptografis yang membutuhkan keluaran pendek dan mudah diketik.
Daftar Isi
Base36 adalah sistem encoding yang mewakili angka dalam basis 36, memanfaatkan sepuluh digit dan dua puluh enam huruf alfabet Latin. Dalam konteks komputasi, Base36 digunakan untuk mengompres angka besar menjadi representasi yang lebih pendek. Tidak seperti Base32 atau Base64, Base36 umumnya tidak digunakan untuk encoding biner langsung melainkan untuk representasi numerik, hashing non-kriptografis, pelabelan, dan sistem ID.
Secara matematis, Base36 memungkinkan representasi yang lebih padat:
Setiap digit Base36 mewakili log₂(36) ≈ 5.17 bit informasi, lebih tinggi daripada hex (4 bit).
Karena itu, angka panjang dapat direduksi menjadi string yang lebih ringkas, sekaligus tetap mudah dibaca, ditulis, dan diucapkan oleh manusia.
Base36 mulai muncul pada masa-masa awal komputasi ketika para pengembang mencari cara untuk mewakili angka dalam format string yang kompak namun tetap kompatibel dengan sistem pengetikan berbasis ASCII. Dalam banyak sistem lama, hanya karakter alfanumerik yang diizinkan, sehingga Base36 menjadi pilihan ideal.
Pada tahun 1980–1990-an, Base36 digunakan dalam berbagai sistem indeks database, pelabelan objek komputasi, nomor seri perangkat keras, shortlink URL internal perusahaan, hingga representasi timestamp yang dipadatkan. Dengan berkembangnya web modern dan kebutuhan membuat URL pendek, Base36 semakin populer karena menyediakan keseimbangan antara panjang representasi dan kemudahan penggunaan.
Hingga sekarang, Base36 digunakan dalam banyak skenario: pengkodean primary key database agar tidak mudah ditebak, sistem pelacakan logistik, pembuatan short-code program, identifikasi transaksi internal, dan berbagai platform yang membutuhkan konversi bilangan cepat ke bentuk alfanumerik.
Set karakter Base36 terdiri dari:
0–9 → nilai 0 hingga 9
A–Z → nilai 10 hingga 35
Tidak ada simbol tambahan, sehingga sangat kompatibel dengan hampir semua sistem.
Angka desimal diubah menjadi Base36 melalui proses pembagian berulang:
Contoh: 12345 → 9IX
Setiap karakter dikonversi ke nilai:
A = 10, B = 11, …, Z = 35
Kemudian dihitung dalam basis 36.
Decoder harus menerima huruf besar dan kecil.
abc123 = ABC123
Karena hanya menggunakan karakter alfanumerik, Base36 aman untuk:
Berbeda dengan Base32/64, Base36 tidak menggunakan tanda “=”.
Meski bisa diakali, Base36 tidak didesain untuk memetakan byte langsung. Fokus utamanya adalah representasi angka.
Lebih padat dari Base32, Base16, Base10, namun kurang padat dibanding Base58/Base62/Base64.
Input: 35
Output: Z
Input: 12345
Output: 9IX
Input: 999999999
Output: GJDGXR
Input: 1700000000
Output: Q1N5QK
Input: 123456789012345
Output: 2LSOHXAWJ
Input: ABC
Perhitungan:
A = 10 × 36² = 12960
B = 11 × 36¹ = 396
C = 12 × 36⁰ = 12
Total = 13368
Output: 13368
ID integer: 524288
Base36 output: 8K0
Digunakan untuk memperpendek URL atau API route.
Kelebihan:
Kekurangan: