Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Base32 merupakan metode encoding biner-ke-teks yang memetakan data ke dalam 32 simbol karakter yang aman untuk sistem file, URL, protokol jaringan, dan berbagai mekanisme transport modern. Base32 dirancang agar lebih efisien dibanding Base16 namun tetap lebih mudah dibaca manusia dibanding Base64. Dengan daya tahan terhadap kesalahan visual, kejelasan karakter, dan kompatibilitas lintas platform, Base32 menjadi salah satu metode encoding yang paling banyak digunakan di sistem autentikasi, penyimpanan konfigurasi, dan serialisasi data.
Daftar Isi
Base32 adalah skema encoding yang mengonversi data biner ke dalam rangkaian karakter teks menggunakan alfabet 32 simbol. Standar yang paling umum, sebagaimana didefinisikan dalam RFC 4648, menggunakan set karakter berikut:
A–Z (26 karakter)
2–7 (6 karakter)
Dengan demikian, total 32 karakter dipakai untuk mewakili kelompok data sebesar 5 bit. Data input diambil dalam blok 40 bit (5 byte), kemudian dipetakan menjadi 8 output Base32 karakter. Jika ukuran data tidak genap, padding menggunakan karakter “=” ditambahkan untuk menjaga keselarasan blok. Base32 memberikan keseimbangan antara keterbacaan dan efisiensi sehingga ideal untuk sistem yang tidak toleran terhadap karakter ambigu.
Base32 mulai populer pada awal perkembangan internet modern ketika para pengembang membutuhkan metode encoding yang aman untuk sistem berbasis teks namun lebih efisien daripada Base16. Sebelum kemunculan standarisasi, berbagai varian Base32 telah digunakan secara tidak resmi di sistem tertentu—seperti encoding kunci PGP, format hashing UNIX, dan mekanisme identifikasi internal berbagai perangkat jaringan.
Pada tahun 2006, Internet Engineering Task Force (IETF) memperkenalkan Base32 dalam RFC 4648, yang sekaligus menetapkan standar global untuk Base16, Base32, Base64, dan Base64URL. Setelah standardisasi tersebut, Base32 digunakan luas dalam berbagai teknologi, termasuk Google Authenticator (TOTP), DNS (dalam mekanisme hashing dan encoding nama), protokol git, hingga berbagai platform cloud untuk identitas objek. Kejelasan alfabet dan ketahanannya terhadap kesalahan baca menjadikannya favorit dalam dunia sistem keamanan dan otentikasi.
Base32 bekerja dengan mengelompokkan data biner menjadi blok-blok yang dapat dipetakan ke 5-bit unit.
Setiap karakter Base32 mewakili 5 bit.
Contoh:
00000 → A
00001 → B
11111 → 7
5 byte biner (40 bit) dipetakan menjadi 8 karakter Base32.
Jika data tidak kelipatan 5 byte, padding “=” digunakan:
1 byte → 2 padding
2 byte → 4 padding
3 byte → 3 padding
4 byte → 1 padding
Base32 menghindari karakter ambigu seperti:
0 (angka nol)
1 (angka satu)
O (huruf O besar)
L (huruf L besar)
Decoder Base32 harus menerima huruf kecil maupun besar.
Dalam kondisi normal, Base32 selalu bisa didekode ulang ke data asli tanpa kehilangan bit.
Banyak protokol, filesystem, dan bahasa tidak mengizinkan karakter seperti “/+” pada Base64 sehingga Base32 menjadi pilihan aman.
Base32 bukan enkripsi. Base32 hanya memetakan biner ke teks yang mudah diserialisasi.
Input: hi
ASCII bytes: 68 69 (hex)
Bit: 01101000 01101001
Output Base32: NRSQ====
Input: OK
O = 4F
K = 4B
Output Base32: IFBE====
Input bytes: F0 A4 10
Bit: 11110000 10100100 00010000
Output Base32: 7JIQ====
Input: 0102030405
Output Base32: AEBAGBAF
Secret Base32: JBSWY3DPEHPK3PXP
Decode menghasilkan 10-byte secret.
UUID biner 16 byte ketika di-encode Base32 menghasilkan string 26–32 karakter tergantung format.
Input: IFBEGRCF
Output bytes: 48 65 6C 6C 6F
Output teks: Hello
Kelebihan:
Kekurangan: