Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Dipublikasikan: 11 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — B-Tree Serialization Encoding merupakan metode pengkodean terstruktur untuk merepresentasikan sebuah B-Tree ke dalam format linear sehingga dapat disimpan, ditransmisikan, atau direkonstruksi kembali tanpa kehilangan struktur internalnya. Encoding ini penting dalam sistem basis data, indexing, penyimpanan on-disk, serta mekanisme transfer struktur data kompleks antar proses atau antar mesin. B-Tree Serialization Encoding memfokuskan diri pada representasi node, child pointer, nilai kunci, serta metadata tree seperti derajat dan jumlah kunci dalam setiap node.
Daftar Isi
B-Tree Serialization Encoding adalah proses mengubah struktur pohon B-Tree menjadi bentuk serial yang dapat dibaca secara sekuensial, baik dalam format biner maupun teks. Proses ini mencakup penulisan informasi node sebagai blok data yang berisi jumlah kunci, derajat, array kunci, pointer anak, serta penanda apakah node tersebut adalah leaf.
Tujuan utama encoding ini:
Encoding B-Tree harus mempertahankan urutan kunci, struktur anak, dan kemampuan navigasi yang sama seperti saat berada dalam memori.
B-Tree sebagai struktur data diperkenalkan oleh Rudolf Bayer dan Edward McCreight pada tahun 1970-an. Sejak itu, B-Tree digunakan secara luas dalam sistem penyimpanan dan basis data. Kebutuhan untuk menyimpan indeks dalam media disk mendorong lahirnya teknik encoding yang memetakan node ke dalam blok penyimpanan, biasanya diselaraskan dengan ukuran block storage (misalnya 4 KB).
Dengan berkembangnya database modern seperti Berkeley DB, PostgreSQL, dan sistem file seperti ReiserFS, metode serialization B-Tree berkembang menjadi lebih kompleks, termasuk optimisasi:
Di era distribusi data modern (misalnya pada sistem log-structured atau penyimpanan terdistribusi), serialization B-Tree juga digunakan untuk snapshot, checkpoint, dan transport antar node dalam cluster.
Encoding B-Tree biasanya mengikuti struktur node internal yang terdiri dari metadata diikuti dengan data kunci dan pointer anak.
Node umumnya berisi:
Contoh struktur:
LeafFlag
KeyCount
Keys[n]
Children[n+1]
Traversing node dilakukan dengan pola tertentu:
Kunci dapat disimpan dalam:
Pointer anak dapat direpresentasikan sebagai:
Beberapa encoding menyimpan metadata berikut:
Decoder membaca stream secara linear, membangun node, lalu menautkan pointer anak sesuai urutan.
Binary encoding: lebih ringkas, cepat, fixed layout.
Text encoding: lebih mudah dibaca manusia (contoh: JSON, XML).
Untuk menjamin integritas pada disk:
B-Tree:
[10 | 20]
/ | \
[5] [12|18] [25]
Encoding preorder:
Node 1 (root):
LeafFlag=0
KeyCount=2
Keys: 10 20
Children pointer: 1 2 3
Node 2:
LeafFlag=1
KeyCount=1
Keys: 5
Node 3:
LeafFlag=1
KeyCount=2
Keys: 12 18
Node 4:
LeafFlag=1
KeyCount=1
Keys: 25
Representasi biner (sederhana):
00 02 0A 14 00 00 00 01 00 00 00 02 00 00 00 03
01 01 05
01 02 0C 12
01 01 19
{
“leaf”: false,
“keys”: [10,20],
“children”: [
{“leaf”: true, “keys”:[5]},
{“leaf”: true, “keys”:[12,18]},
{“leaf”: true, “keys”:[25]}
]
}
KeyCount=3
Keys: apple banana cherry
Format:
06 apple 06 banana 06 cherry
Node offset list:
Root @0x0000
Child1 @0x0100
Child2 @0x0200
Child3 @0x0300
Output biner berisi offset pointer.
Keys: application, apply, appoint
Stored:
app | lication | ly | oint
Queue: root → children → grandchildren
Output linear:
[10,20] [5] [12,18] [25]
Serialisasi seluruh B-Tree untuk backup database:
Header → Node Count → Nodes → Checksum
Kelebihan:
Kekurangan: