ASN.1 BER

Dipublikasikan: 11 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — ASN.1 BER merupakan format pengkodean data berbasis model TLV (Tag–Length–Value) yang digunakan untuk merepresentasikan struktur data secara fleksibel dalam sistem komunikasi, kriptografi, dan protokol jaringan. BER (Basic Encoding Rules) adalah aturan encoding paling awal dalam keluarga ASN.1 dan menyediakan mekanisme yang luas dan bervariasi untuk memformat data, sehingga dapat digunakan dalam berbagai konteks yang membutuhkan interoperabilitas lintas perangkat dan platform.

Pengertian ASN.1 BER

ASN.1 BER adalah metode encoding yang memetakan struktur data ASN.1 ke dalam rangkaian byte melalui mekanisme TLV. Proses ini mencakup penentuan tag untuk tipe data tertentu, panjang nilai yang akan dituliskan, serta isi nilai itu sendiri. BER mendukung berbagai gaya encoding, termasuk bentuk panjang pendek (short form) dan bentuk panjang panjang (long form), serta tipe primitif maupun konstruktif.

BER digunakan dalam banyak protokol lama seperti SNMP v1/v2, LDAP versi awal, protokol telekomunikasi ITU-T, sistem sertifikat, dan beberapa format pesan kriptografis. Karena fleksibilitasnya, BER memungkinkan representasi data kompleks tanpa batasan determinisme ketat.

Sejarah Perkembangan ASN.1 BER

ASN.1 (Abstract Syntax Notation One) dikembangkan oleh ISO dan ITU-T pada awal 1980-an sebagai pendekatan universal untuk menjelaskan struktur data lintas sistem. Saat itu, industri telekomunikasi menghadapi masalah pertukaran data antarperangkat yang memiliki format berbeda. BER menjadi aturan encoding pertama dalam keluarga ASN.1 yang hadir untuk mengatasi kebutuhan interoperabilitas tersebut.

Orang lain juga membaca :  ASCII

Pada masa tersebut, protokol jaringan seperti X.400 (sistem email), X.500 (direktori), dan berbagai protokol telekomunikasi memerlukan encoding yang fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi. BER memenuhi kebutuhan ini. Namun, fleksibilitas BER juga membawa tantangan, terutama terkait konsistensi dan keamanan. Ini memunculkan aturan encoding lanjutan seperti CER (Canonical Encoding Rules) dan DER (Distinguished Encoding Rules), keduanya lebih deterministik.

Meskipun banyak protokol modern sekarang lebih memilih DER, BER tetap digunakan luas pada sistem lama, implementasi telekomunikasi tertentu, dan aplikasi yang tidak memerlukan determinisme ketat.

Prinsip Dasar dan Metode ASN.1 BER

ASN.1 BER bekerja berdasarkan konsep inti Tag–Length–Value (TLV). Prinsipnya mencakup beberapa bagian teknis berikut:

  1. Tag (T)
    Tag menjelaskan jenis data ASN.1 yang sedang di-encode. Tag terdiri dari:
  • Class: Universal, Application, Context-specific, Private.
  • Type: Primitive atau Constructed.
  • Number: Nomor tag yang merepresentasikan tipe, misalnya INTEGER = 2, BOOLEAN = 1.
  1. Length (L)
    Bagian length menentukan jumlah byte pada nilai:
  • Short form: panjang ≤ 127 → 1 byte.
  • Long form: byte pertama menunjukkan jumlah byte panjang, sisanya berisi nilai panjang sebenarnya.
  1. Value (V)
    Merupakan isi aktual data. Untuk tipe konstruktif seperti SEQUENCE, bagian value berisi TLV lainnya secara berurutan.
  2. Primitive vs Constructed Encoding
  • Primitive: tipe sederhana (INTEGER, OCTET STRING).
  • Constructed: tipe kompleks yang berisi blok TLV lain (SEQUENCE, SET).
  1. Multiple Valid Encodings
    BER memungkinkan data yang sama memiliki beberapa representasi berbeda, karena panjang value dapat ditulis dalam berbagai kombinasi bentuk panjang dan konstruktif.
  2. Indefinite Length Encoding
    BER mendukung panjang tidak terbatas yang ditutup dengan tag khusus EOC (End-of-Content). Ini memberikan fleksibilitas tinggi namun tidak deterministik.

Contoh Input → Output ASN.1 BER

Contoh 1: INTEGER bernilai 10

Tag: 02
Length: 01
Value: 0A
Output BER:
02 01 0A

Orang lain juga membaca :  Affine Cipher

Contoh 2: BOOLEAN TRUE

Tag: 01
Length: 01
Value: FF
Output BER:
01 01 FF

Contoh 3: SEQUENCE berisi INTEGER 5 dan BOOLEAN TRUE

INTEGER 5 → 02 01 05
BOOLEAN TRUE → 01 01 FF

SEQUENCE:
Tag: 30
Length: 06
Value: 02 01 05 01 01 FF

Output BER lengkap:
30 06 02 01 05 01 01 FF

Contoh 4: Indefinite Length Encoding

SEQUENCE indefinite:
30 80 … 00 00
Format ini menunjukkan struktural konstruktif yang tidak menentukan panjang value secara langsung.

Kelebihan & Kekurangan ASN.1 BER

Kelebihan:

  • Sangat fleksibel, mendukung struktur data kompleks.
  • Dapat digunakan untuk encoding tipe data dinamika yang tidak memerlukan determinisme ketat.
  • Mendukung panjang variabel dan indefinite length.
  • Cocok untuk protokol lama dan sistem telekomunikasi.
  • Mendukung konstruksi bertingkat dan nested encoding.

Kekurangan:

  • Terlalu fleksibel → banyak representasi valid untuk data yang sama.
  • Parsing lebih kompleks dan rentan kesalahan implementasi.
  • Tidak ideal untuk sistem kriptografi modern yang membutuhkan konsistensi absolut.
  • Ukuran encoding bisa lebih besar.
  • Digantikan oleh DER pada banyak aplikasi keamanan.

Referensi

  • ITU-T. (2015). X.690: ASN.1 Encoding Rules.
  • ISO/IEC. (2015). ASN.1: Specification of Basic Encoding Rules (BER).
  • Stallings, W. (2017). Cryptography and Network Security. Pearson.
  • Kaliski, B. (1993). ASN.1: A Gentle Introduction. RSA Laboratories.
  • Nevill, J. (2012). Understanding ASN.1. Computer Security Journal.

Citation

Previous Article

ASCII

Next Article

ASN.1 CER

Citation copied!