Armor Encoding

Dipublikasikan: 10 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Armor Encoding merupakan metode pengkodean yang digunakan untuk menyandikan data biner menjadi format teks ASCII yang aman untuk transmisi melalui saluran teks, email, atau media yang tidak mendukung byte arbitrer. Teknik ini populer dalam konteks PGP (Pretty Good Privacy), OpenPGP, dan sistem kriptografi lainnya. Dengan Armor Encoding, data sensitif seperti kunci kriptografi, tanda tangan digital, atau file terenkripsi dapat dikirimkan sebagai blok teks yang dapat dibaca, dipindai, dan disisipkan tanpa merusak saluran komunikasi.

Pengertian Armor Encoding

Armor Encoding adalah teknik binary-to-text encoding yang mengubah data biner menjadi representasi teks menggunakan alfabet yang aman, seperti Base64, dan menambahkan header serta footer khusus untuk menandai jenis data. Data yang telah di-“armored” dapat:

  • Dikirim melalui email atau protokol teks murni.
  • Dicek integritasnya melalui checksum atau CRC.
  • Dibaca oleh sistem kriptografi yang kompatibel dengan format tersebut.

Contoh format Armor PGP:
—–BEGIN PGP MESSAGE—–
(base64 data)
—–END PGP MESSAGE—–

Fungsi utama Armor Encoding adalah melindungi data dari kerusakan saat melewati media yang tidak mendukung karakter biner penuh, sekaligus menyediakan identifikasi tipe data dan verifikasi integritas sederhana.

Sejarah Perkembangan Armor Encoding

Armor Encoding dikembangkan bersamaan dengan PGP pada awal 1990-an oleh Phil Zimmermann sebagai solusi untuk mengirimkan kunci dan pesan terenkripsi melalui email yang hanya mendukung teks ASCII. Sebelum adanya metode ini, data biner yang dikirim melalui email sering mengalami kerusakan karena filter karakter atau protokol yang tidak mendukung byte non-ASCII.

Orang lain juga membaca :  ASN.1 DER

Format ini kemudian diadopsi secara luas dalam standar OpenPGP (RFC 4880), menjadikannya cara resmi untuk menyisipkan data kriptografi biner ke dalam media berbasis teks.

Prinsip Dasar dan Metode Armor Encoding

Armor Encoding bekerja berdasarkan prinsip binary-to-text conversion dan framing. Prinsip dasarnya:

  1. Encoding Biner ke Teks
  • Data biner diubah menjadi representasi teks menggunakan Base64 atau metode serupa.
  • Setiap 3 byte biner → 4 karakter ASCII.
  1. Header dan Footer
  • Header mendefinisikan tipe data, misal: PGP PUBLIC KEY BLOCK, PGP MESSAGE.
  • Footer menandai akhir blok data.
  1. Checksum/CRC
  • Biasanya 24-bit CRC ditambahkan di akhir sebelum encoding untuk memeriksa integritas data.
  1. Inline dengan Media Teks
  • Hasil encoded dapat dimasukkan ke email, dokumen, atau protokol yang hanya mendukung karakter teks.
  1. Dekoding
  • Penerima membaca header, menghapus footer, memverifikasi CRC, lalu mendekode Base64 kembali ke biner asli.

Contoh Input dan Output Armor Encoding

Input biner (contoh 8 byte):
11110000 10101010 11001100 00110011 11111111 00001111 01010101 00110011

Encoding Base64 menghasilkan:
+qzsMzz/PDUk=

Armor PGP (contoh format lengkap):
—–BEGIN PGP MESSAGE—–
+qzsMzz/PDUk=
—–END PGP MESSAGE—–

Penerima dapat men-decode teks tersebut kembali menjadi data biner asli.

Kelebihan & Kekurangan Armor Encoding

Kelebihan:

  • Memungkinkan transmisi data biner melalui saluran teks.
  • Standar terbukti dan luas digunakan dalam PGP/OpenPGP.
  • Menyertakan header dan footer untuk identifikasi data.
  • CRC/checksum memudahkan deteksi kesalahan.
  • Mudah diimplementasikan dan portabel lintas platform.

Kekurangan:

  • Membuat ukuran data lebih besar (sekitar 33% overhead untuk Base64).
  • Tidak memberikan enkripsi, hanya konversi format.
  • Memerlukan parsing header/footer sebelum dekoding.
  • Bisa membingungkan jika media atau aplikasi tidak mengenali format Armor.
  • Overhead tambahan untuk CRC/checksum.

Referensi

  • RFC 4880. (2007). OpenPGP Message Format. IETF.
  • Zimmermann, P. (1995). PGP User’s Guide. MIT Press.
  • Callas, J., Donnerhacke, L., Finney, H., & Thayer, R. (2007). OpenPGP Message Format. RFC 4880.
  • Kahn, D. (1996). The Codebreakers. Scribner.
  • Stallings, W. (2017). Cryptography and Network Security. Pearson.
Orang lain juga membaca :  Audio ADPCM

FAQ

Apa itu Armor Encoding?

Armor Encoding adalah metode untuk mengubah data biner menjadi format teks yang aman untuk dikirim melalui media yang hanya mendukung teks, seperti email atau dokumen teks. Teknik ini sering digunakan dalam sistem kriptografi untuk mentransmisikan kunci, sertifikat, atau pesan terenkripsi.

Apa fungsi Armor Encoding?

Fungsi utamanya adalah memastikan data tetap utuh saat dikirim melalui saluran teks. Dengan encoding ini, karakter biner yang mungkin bermasalah dalam teks biasa diubah menjadi representasi alfanumerik dan simbol khusus yang aman untuk transmisi.

Mengapa Armor Encoding penting dalam kriptografi?

Armor Encoding penting karena memungkinkan pertukaran data kriptografi secara aman melalui media teks tanpa merusak atau kehilangan informasi. Contohnya termasuk format ASCII-armored PGP yang digunakan untuk kunci publik dan pesan terenkripsi.

Citation

Previous Article

APCO-25 IMBE

Next Article

Ensiklopedia Encoding & Decoding

Citation copied!