ANSI X9.62 Encoding

Dipublikasikan: 10 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — ANSI X9.62 Encoding merupakan metode pengkodean yang digunakan dalam implementasi Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA) untuk transaksi keuangan dan kriptografi modern. Standar ini distandarisasi oleh ANSI (American National Standards Institute) sebagai bagian dari seri X9 untuk keuangan dan keamanan data. Encoding ini mendefinisikan bagaimana pasangan bilangan elliptic curve (r, s) atau titik publik (x, y) dikonversi menjadi format byte atau bitstream yang konsisten agar dapat diproses, ditransmisikan, dan diverifikasi secara aman.

Pengertian ANSI X9.62 Encoding

ANSI X9.62 Encoding adalah cara representasi elemen-elemen kriptografi elliptic curve dalam bentuk byte atau bitstream. Tujuannya adalah:

  • Menstandarkan format tanda tangan digital ECDSA.
  • Memastikan interoperabilitas antara berbagai sistem keuangan dan perangkat lunak.
  • Menyediakan metode serialisasi titik elliptic curve untuk transmisi atau penyimpanan.

Beberapa format encoding utama dalam standar ini:

  • Uncompressed Format: Titik publik direpresentasikan sebagai 04 || X || Y, di mana X dan Y adalah koordinat titik.
  • Compressed Format: Titik publik direpresentasikan sebagai 02 atau 03 || X, bit pertama menunjukkan paritas Y.
  • Hybrid Format: Menggabungkan informasi X dan Y beserta paritas Y untuk deteksi kesalahan.

Sejarah Perkembangan ANSI X9.62 Encoding

ANSI X9.62 distandarisasi pada tahun 1998 sebagai bagian dari kebutuhan industri keuangan untuk metode tanda tangan digital yang lebih aman dan efisien dibanding RSA klasik. Standar ini mengatur penggunaan elliptic curve untuk ECDSA, dengan penekanan pada interoperabilitas dan konsistensi encoding.

Orang lain juga membaca :  Aiken Code

Sebelum X9.62, berbagai implementasi elliptic curve menggunakan representasi titik yang berbeda, menyebabkan kompatibilitas antar-perangkat sulit. Dengan X9.62, industri perbankan dan sistem pembayaran dapat mengadopsi ECDSA dengan format encoding yang seragam, meminimalkan risiko kesalahan parsing atau interpretasi.

Prinsip Dasar dan Metode ANSI X9.62 Encoding

Encoding ANSI X9.62 berfokus pada representasi titik elliptic curve atau signature ECDSA. Prinsip dasarnya:

  1. Representasi Titik Publik
  • Uncompressed: 04 || X || Y
  • Compressed: 02/03 || X (bit pertama = paritas Y)
  • Hybrid: 06/07 || X || Y (informasi tambahan paritas)
  1. Representasi Tanda Tangan (r, s)
  • Pair integer r dan s dikonversi ke byte array panjang tetap.
  • Digunakan DER (Distinguished Encoding Rules) atau format fixed-length untuk serialisasi.
  1. Pemetaan Koordinat ke Byte Stream
  • X dan Y masing-masing disesuaikan dengan panjang byte yang dibutuhkan berdasarkan kurva (misal 256 bit untuk secp256r1 → 32 byte per koordinat).
  1. Keamanan dan Integritas
  • Format encoding memastikan titik atau tanda tangan tidak ambigu.
  • Memudahkan validasi ECDSA secara kriptografis.
  1. Kompatibilitas
  • Semua implementasi ECDSA mengikuti standar ini agar signature dan titik dapat diverifikasi oleh berbagai sistem.

Contoh Input dan Output ANSI X9.62 Encoding

Contoh sederhana: serialisasi titik publik uncompressed pada kurva 256-bit.

Input Titik Publik:
X = 0x1A2B3C4D5E6F708192A3B4C5D6E7F8091A2B3C4D5E6F708192A3B4C5D6E7F809
Y = 0xABCDEF1234567890ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890

Encoding Uncompressed:
04 || 1A2B3C4D5E6F708192A3B4C5D6E7F8091A2B3C4D5E6F708192A3B4C5D6E7F809 || ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890

Output:
041A2B3C4D5E6F708192A3B4C5D6E7F8091A2B3C4D5E6F708192A3B4C5D6E7F809ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890ABCDEF1234567890

Contoh Tanda Tangan (r, s) 256-bit:
r = 0x1A2B3C4D…
s = 0xABCDEFFF…

Output byte stream fixed-length:
1A2B3C4D… || ABCDEFFF…

Kelebihan & Kekurangan ANSI X9.62 Encoding

Kelebihan:

  • Standar internasional untuk ECDSA sehingga interoperable.
  • Mendukung berbagai format titik publik: uncompressed, compressed, hybrid.
  • Meminimalkan ambiguitas dan kesalahan parsing.
  • Kompatibel dengan kurva elliptic modern (secp256r1, secp384r1, dll).
  • Efisien dalam penyimpanan dan transmisi.

Kekurangan:

  • Titik uncompressed memerlukan ruang lebih besar dibanding compressed.
  • Memerlukan pemahaman kriptografi elliptic curve untuk implementasi benar.
  • Hybrid format jarang digunakan, menambah kompleksitas parsing.
  • Tidak mengatur algoritma tanda tangan itu sendiri, hanya encoding.
  • Salah interpretasi format byte dapat menyebabkan kegagalan verifikasi.
Orang lain juga membaca :  ASN.1 DER

Referensi

  • ANSI X9.62. (1998). Public Key Cryptography for the Financial Services Industry: The Elliptic Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA). ANSI.
  • Hankerson, D., Menezes, A., & Vanstone, S. (2004). Guide to Elliptic Curve Cryptography. Springer.
  • Katz, J., & Lindell, Y. (2014). Introduction to Modern Cryptography. CRC Press.
  • Menezes, A., Vanstone, S., & Oorschot, P. (1996). Handbook of Applied Cryptography. CRC Press.
  • Bernstein, D., Lange, T., & Schwabe, P. (2012). Elliptic Curve Cryptography in Practice. IEEE Security & Privacy.

FAQ

Apa itu ANSI X9.62 Encoding?

ANSI X9.62 Encoding adalah standar yang digunakan untuk digital signature pada kriptografi berbasis Elliptic Curve (ECDSA). Standar ini menetapkan metode representasi bilangan bulat dan titik pada kurva eliptik agar tanda tangan digital dapat dibuat dan diverifikasi secara konsisten.

Apa fungsi ANSI X9.62 Encoding?

Fungsi utamanya adalah menjamin interoperabilitas dan keamanan tanda tangan digital dalam sistem berbasis kurva eliptik. Dengan encoding ini, implementasi ECDSA dapat memastikan bahwa tanda tangan dapat diverifikasi oleh pihak lain sesuai standar yang sama.

Mengapa ANSI X9.62 Encoding penting dalam kriptografi?

ANSI X9.62 Encoding penting karena menjadi dasar keamanan dalam transaksi digital, sertifikat elektronik, dan protokol komunikasi yang memerlukan tanda tangan digital. Standar ini membantu mengurangi kesalahan implementasi dan meningkatkan kepercayaan pada sistem kriptografi modern.

Citation

Previous Article

ANSI Escape Encoding

Next Article

APCO-25 IMBE

Citation copied!