Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Aiken Code merupakan salah satu metode pengkodean desimal-ke-biner yang dirancang untuk mengatasi kelemahan Binary Coded Decimal (BCD) konvensional, terutama dalam hal deteksi kesalahan dan penyederhanaan rangkaian logika pada sistem komputasi awal. Dengan memanfaatkan struktur pembobotan yang tidak seragam, Aiken Code menawarkan representasi digit desimal ke bentuk biner 4-bit yang lebih efisien dan lebih stabil untuk perhitungan mesin elektromechanical serta komputer generasi pertama.
Daftar Isi
Aiken Code adalah sistem pengkodean berbasis BCD yang menggunakan bobot 2-4-2-1. Berbeda dari BCD biasa yang memakai bobot 8-4-2-1, kode ini dirancang untuk memberikan pola biner yang meminimalkan kemungkinan kesalahan logika pada perangkat keras. Kode ini mengubah setiap digit desimal 0–9 menjadi representasi biner 4-bit dengan distribusi bobot yang disesuaikan agar lebih cocok untuk mesin komputasi awal yang membutuhkan kestabilan dan pengurangan kompleksitas rangkaian.
Aiken Code termasuk dalam self-complementing codes sehingga memudahkan operasi komplementasi 9’s complement pada sistem kalkulasi desimal.
Aiken Code dikembangkan pada era komputer awal oleh Howard Hathaway Aiken, pencipta Harvard Mark Series, sebagai solusi untuk kebutuhan pengkodean desimal yang lebih efisien pada perangkat komputasi elektromechanical. Mesin-mesin generasi tersebut bekerja berdasarkan relai, switch, dan rangkaian logika yang rentan terhadap gangguan dan kesalahan transisi.
Dalam konteks tersebut, Aiken berusaha menciptakan kode desimal yang mudah diproses oleh perangkat keras sekaligus memiliki sifat komplementasi mandiri. Aiken Code pun diadopsi dalam berbagai sistem kalkulasi komputer generasi pertama dan menjadi salah satu rujukan penting dalam perkembangan kode desimal sebelum akhirnya digantikan oleh teknologi transistor dan arsitektur yang lebih canggih.
Prinsip Aiken Code didasarkan pada pembobotan 2-4-2-1. Setiap digit desimal dikonversi menjadi pola biner yang memiliki bobot sebagai berikut:
bit ke-1 = 2
bit ke-2 = 4
bit ke-3 = 2
bit ke-4 = 1
Ciri utama metode ini:
Representasi Aiken Code untuk digit 0–9:
0 → 0000
1 → 0001
2 → 0010
3 → 0011
4 → 0100
5 → 1011
6 → 1100
7 → 1101
8 → 1110
9 → 1111
Contoh konversi angka:
Input: 258
Output Aiken Code:
2 → 0010
5 → 1011
8 → 1110
Hasil akhir: 0010 1011 1110
Contoh sifat self-complementing:
Digit 2 → 0010
Komplement 9 – 2 = 7
7 → 1101
Jika 0010 di-invers semua bit → 1101 (hasil yang benar)
Kelebihan:
Kekurangan:
Aiken Code adalah salah satu metode representasi bilangan biner terkode yang digunakan dalam sistem digital dan komputer. Kode ini termasuk kode BCD (Binary-Coded Decimal), di mana setiap digit desimal direpresentasikan oleh kombinasi biner tertentu.
Fungsi Aiken Code adalah untuk menyederhanakan operasi aritmetika dan mempermudah konversi antara sistem desimal dan biner. Kode ini juga membantu dalam pengolahan data numerik di sistem elektronik dan komputer.
Aiken Code penting karena menjadi salah satu metode standar dalam representasi angka desimal secara biner. Penggunaannya membantu memastikan akurasi dan efisiensi dalam perhitungan digital, serta mempermudah desain sirkuit aritmetika.