Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — AES-CTR Bitstream Encoding merupakan pendekatan pengodean data berbasis mode operasi Counter (CTR) pada algoritma Advanced Encryption Standard (AES) untuk menghasilkan aliran bit terenkripsi yang bersifat stream-like. Berbeda dari mode blok tradisional yang bekerja per blok dengan pola deterministik, CTR mengubah AES menjadi pembangkit keystream yang kemudian di-xor dengan data asli untuk membentuk bitstream terenkripsi yang fleksibel, efisien, dan cocok untuk data berukuran besar maupun aplikasi streaming. Meskipun sering dikaitkan dengan kriptografi, konsep “encoding” di sini merujuk pada bagaimana blok counter, nonce, dan hasil enkripsi disusun menjadi bitstream yang dapat ditransmisikan atau disimpan secara konsisten.
Daftar Isi
AES-CTR Bitstream Encoding adalah teknik yang memanfaatkan AES dalam mode Counter untuk menghasilkan keystream blok AES yang kemudian dikombinasikan dengan plaintext melalui operasi XOR untuk menghasilkan bitstream terenkripsi. Setiap keystream dibentuk dari enkripsi sebuah nilai counter yang unik untuk setiap blok, sehingga struktur bitstream dapat diproses secara paralel dan tidak memiliki pola berulang yang dapat diprediksi.
CTR mode tidak menggunakan chaining seperti CBC, sehingga setiap blok bitstream bersifat independen. Hal ini membuatnya ideal untuk sistem dengan kebutuhan kecepatan tinggi, transmisi data real-time, akses acak, dan kompatibilitas dengan protokol streaming. Bitstream yang dihasilkan hanya merupakan representasi hasil operasi XOR antara plaintext dan keystream, sehingga decoding dilakukan dengan prinsip yang sama menggunakan keystream identik.
Dalam konteks encoding, CTR menentukan bagaimana nilai counter dibentuk, bagaimana blok-blok hasil enkripsi dirangkai, serta bagaimana aliran bit disusun dalam format bitstream yang efisien dan konsisten.
Pada awalnya, mode operasi kriptografi seperti ECB dan CBC mendominasi proses enkripsi blok. Namun kebutuhan untuk menangani data streaming, transmisi jaringan berkecepatan tinggi, dan paralelisasi mulai meningkat pada era 1990-an. National Institute of Standards and Technology (NIST) kemudian menstandarkan beberapa mode operasi, termasuk Counter Mode (CTR), sebagai bagian dari rekomendasi resmi untuk penggunaan AES.
CTR pertama kali muncul dalam literatur kriptografi pada 1970-an namun baru dipopulerkan kembali setelah AES menjadi standar enkripsi yang diadopsi secara internasional pada tahun 2001. Setelah itu, CTR dipandang sebagai mode yang fleksibel karena mudah diimplementasikan untuk membentuk bitstream, tidak memerlukan padding, dan mampu diproses paralel pada perangkat keras modern seperti CPU multi-core dan GPU.
Seiring meningkatnya penggunaan protokol berbasis streaming dan komunikasi persisten seperti VPN, TLS, dan sistem multimedia, CTR menjadi pilihan utama untuk membangun bitstream terenkripsi. Konsep encoding dalam konteks CTR pun berkembang agar dapat menyusun dan mentransmisikan counter, nonce, dan hasil XOR ke dalam format bitstream yang dapat di-decode secara konsisten.
AES-CTR Bitstream Encoding mematuhi prinsip umum berikut:
Setiap counter block dienkripsi menggunakan AES, menghasilkan keystream block.
Keystream tidak bergantung pada plaintext.
Proses XOR antara keystream block dan plaintext block menghasilkan:
cipher_bitstream = plaintext ⊕ keystream
Karena XOR bersifat simetris:
plaintext = cipher_bitstream ⊕ keystream
Setiap blok bitstream dapat diproses secara terpisah, sehingga mendukung paralelisasi.
CTR tidak membutuhkan padding meski ukuran data tidak sejajar dengan blok AES, sehingga bitstream tidak mendapat tambahan bit yang tidak diperlukan.
Encoding menentukan bagaimana:
Metode ini memastikan bitstream dapat ditransmisikan secara konsisten pada jaringan atau media penyimpanan.
Ilustrasi non-kriptografis yang aman secara konseptual:
00010203040506070000000000000000546573742064617461
(“Test data”)
A1B2C3D4E5F60718293A4B5C6D7E8F90
F5D7B0B081A14A7E
Output di atas hanyalah contoh ilustratif non-kriptografis, bukan hasil enkripsi AES yang sebenarnya, karena tujuan di sini hanya menunjukkan pola encoding bitstream.
AES-CTR Bitstream Encoding adalah metode pengamanan data yang menggunakan algoritma kriptografi AES (Advanced Encryption Standard) dalam mode CTR (Counter). Mode ini mengubah AES menjadi pembangkit aliran bit (stream cipher) sehingga data dienkripsi dalam bentuk bitstream yang efisien dan fleksibel.
Dalam AES-CTR, sebuah nilai penghitung (counter) dienkripsi menggunakan AES untuk menghasilkan aliran bit acak (keystream). Keystream ini kemudian digabungkan dengan data asli melalui operasi XOR, menghasilkan data terenkripsi. Proses yang sama digunakan untuk dekripsi, sehingga metode ini cepat dan cocok untuk data berukuran besar atau streaming.
AES-CTR banyak digunakan karena efisien, dapat diproses secara paralel, dan tidak memerlukan padding data. Mode ini cocok untuk aplikasi jaringan, sistem penyimpanan, dan komunikasi real-time, selama pengelolaan counter dilakukan dengan benar untuk menjaga keamanan.