Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Adaptive Huffman merupakan teknik pengkodean entropi yang memperbarui struktur pohon Huffman secara dinamis berdasarkan frekuensi simbol yang muncul selama proses encoding berlangsung. Tidak seperti Huffman statis yang memerlukan informasi probabilitas sejak awal, metode adaptif mampu membangun dan menyesuaikan pohon tanpa memerlukan pemetaan awal frekuensi simbol. Hal ini menjadikannya lebih fleksibel dan efisien untuk data yang pola distribusinya berubah-ubah. Adaptive Huffman menjadi komponen penting dalam pengembangan kompresi data modern karena struktur adaptifnya memungkinkan proses encoding berlangsung sambil mempelajari pola data secara real-time.
Daftar Isi
Adaptive Huffman adalah teknik kompresi lossless berbasis pohon Huffman yang diperbarui setiap kali simbol baru diproses. Metode ini mengatasi keterbatasan Huffman statis yang membutuhkan distribusi probabilitas simbol terlebih dahulu. Dalam Adaptive Huffman, sistem dimulai dengan model awal yang hampir kosong dan memperbaruinya setiap kali simbol baru diterima, termasuk menyesuaikan frekuensi simbol serta posisi node di pohon.
Setiap simbol diberikan kode biner sesuai posisi node-nya dalam pohon. Karena pohon terus berubah mengikuti frekuensi aktual simbol, kode biner yang dihasilkan dapat terus menjadi lebih efisien seiring dengan semakin dikenalnya pola data. Adaptivitas ini membuat metode sangat cocok untuk data streaming, komunikasi real-time, atau data yang tidak diketahui distribusinya sejak awal.
Meskipun Huffman Coding ditemukan oleh David A. Huffman pada tahun 1952, versi adaptifnya baru berkembang pada era 1970–1980-an. Dua pendekatan utama muncul dalam sejarahnya, yaitu algoritma FGK (Faller–Gallager–Knuth) dan algoritma Vitter (Algorithm V). Kedua metode ini berusaha menciptakan teknik pembaruan pohon Huffman secara efisien tanpa harus membangun ulang pohon dari awal setiap kali frekuensi simbol berubah.
Algoritma FGK memperkenalkan konsep Not Yet Transmitted (NYT), memungkinkan sistem mengirimkan simbol yang belum pernah muncul sebelumnya. Namun, efisiensi pembaruan FGK kemudian disempurnakan oleh Jeffrey S. Vitter pada tahun 1987 yang memperkenalkan metode penomoran dan pengelompokan blok untuk melakukan pembaruan pohon lebih cepat dan lebih optimal.
Adaptive Huffman menjadi populer dalam berbagai aplikasi kompresi teks dan format data awal seperti V.42bis modem compression serta beberapa sistem kompresi file pada era 1980–1990 sebelum digantikan oleh metode yang lebih kuat seperti Arithmetic Coding pada kompresor modern. Meskipun begitu, Adaptive Huffman tetap relevan untuk sistem dengan batasan hardware, aplikasi real-time, dan skenario tanpa buffer.
Adaptive Huffman bekerja berdasarkan beberapa prinsip utama berikut:
Proses dimulai dengan node NYT (Not Yet Transmitted). Ketika simbol baru muncul, simpul baru dibuat sebagai turunan dari NYT.
Setiap simbol yang muncul menyebabkan frekuensinya bertambah. Pohon Huffman diperbarui untuk menjaga sifat prefix-free dan urutan bobot.
Node ditukar sesuai aturan tertentu (tergantung algoritma FGK atau Vitter) untuk memastikan struktur pohon tetap valid dan optimal.
Simbol yang belum pernah muncul dikodekan dengan jalur NYT, lalu ditambah representasi biner simbol tersebut.
Simbol yang sudah memiliki node dikodekan menggunakan jalur pohon Huffman yang sesuai.
Decoder membangun pohon adaptif yang sama menggunakan urutan kode yang diterima sehingga dapat merekonstruksi simbol secara konsisten.
Pendekatan ini memastikan bahwa sistem belajar dari data secara langsung tanpa memerlukan model probabilitas awal.
Contoh berikut adalah ilustrasi konseptual:
A B A C A
NYT + kode(A)
NYT + kode(B)
Kode(A)
NYT + kode(C)
Kode(A)
Output final berupa bitstream adaptif yang mencerminkan pembaruan pohon secara bertahap.
Adaptive Huffman adalah teknik kompresi data yang merupakan varian dari algoritma Huffman. Berbeda dengan Huffman statis, metode ini membangun dan memperbarui pohon kode secara dinamis seiring data dibaca, tanpa memerlukan analisis awal terhadap seluruh data.
Adaptive Huffman bekerja dengan memperbarui frekuensi simbol dan struktur pohon Huffman setiap kali simbol baru diproses. Kode untuk simbol dapat berubah selama proses berlangsung, sehingga algoritma ini cocok untuk data streaming atau data yang distribusinya belum diketahui sebelumnya.
Adaptive Huffman penting karena memungkinkan kompresi dilakukan secara real-time dan efisien tanpa tahap pra-pemrosesan. Metode ini banyak dibahas dalam kajian teori informasi dan kompresi data sebagai pendekatan adaptif terhadap pengkodean simbol.