Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Dipublikasikan: 10 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 27 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Adaptive Arithmetic Coding merupakan teknik kompresi yang mengandalkan pendekatan probabilistik dinamis untuk memodelkan data secara berkelanjutan selama proses encoding berlangsung. Metode ini berbeda dari sistem kompresi tradisional karena bukan hanya membangun model probabilitas di awal, melainkan memperbaruinya setiap kali simbol baru diproses. Hal ini membuat teknik ini mampu beradaptasi dengan pola data yang berubah-ubah sehingga tingkat efisiensinya jauh lebih tinggi pada berbagai jenis konten. Adaptive Arithmetic Coding menjadi bagian penting dari banyak algoritma kompresi modern karena kemampuannya mencapai batas teoritis kompresi menurut informasi Shannon.
Daftar Isi
Adaptive Arithmetic Coding adalah metode kompresi entropi yang mengubah rangkaian simbol menjadi representasi bilangan pecahan dalam interval [0,1). Dalam pendekatan adaptif, probabilitas setiap simbol tidak ditentukan sejak awal, tetapi diperbarui seiring encoding berjalan. Dengan perbaikan model secara dinamis ini, sistem dapat menangkap distribusi simbol yang berubah, menjadikannya sangat efektif untuk data yang tidak memiliki pola tetap.
Berbeda dari Huffman Coding yang menggunakan kode tetap untuk setiap simbol, Arithmetic Coding bekerja dengan memperkecil interval probabilitas secara bertahap berdasarkan urutan simbol yang muncul. Pendekatan ini memberikan keuntungan berupa rasio kompresi yang sangat mendekati entropy limit, terutama ketika probabilitas simbol bersifat tidak stabil atau tidak diketahui sebelumnya.
Adaptive Arithmetic Coding digunakan dalam berbagai aplikasi seperti kompresi citra, audio, dokumen, dan format multimedia, karena fleksibilitasnya yang sangat tinggi serta sifatnya yang lossless dalam tahap entropi.
Konsep dasar Arithmetic Coding mulai berkembang pada 1970-an ketika metode kompresi probabilistik mulai dieksplorasi sebagai alternatif Huffman Coding. J. Rissanen dan G. Langdon dari IBM pada akhir 1970-an memperkenalkan Arithmetic Coding modern, kemudian menyusul penelitian lanjutan yang memperluas kemampuan adaptifnya.
Pada era 1980–1990-an, penelitian intensif menghasilkan versi adaptif yang mampu memperbarui model probabilitas secara real-time. Hal ini menjadi terobosan penting karena menghilangkan kebutuhan memodelkan distribusi simbol terlebih dahulu, membuat metode ini cocok untuk data dinamis seperti citra dan teks.
Adaptive Arithmetic Coding mulai diterapkan secara luas dalam standar-standar kompresi seperti JPEG, JBIG, dan H.263, meskipun implementasinya sering dibatasi oleh faktor paten pada masa itu. Setelah paten utama berkaitan dengan Arithmetic Coding berakhir pada awal 2000-an, metode ini menjadi lebih terbuka untuk penelitian dan digunakan secara bebas dalam algoritma kompresi modern. Kini, teknik ini tetap menjadi pilihan utama pada sistem kompresi yang membutuhkan presisi probabilistik tinggi dan efisiensi maksimal.
Adaptive Arithmetic Coding bekerja dengan prinsip memperkecil interval probabilitas berdasarkan urutan simbol, dengan model yang berubah secara adaptif. Metode utamanya sebagai berikut:
Semua simbol ditempatkan dalam interval awal [0,1). Setiap simbol memiliki sub-interval proporsional dengan probabilitas kemunculannya.
Setiap kali simbol dibaca, interval diperbarui menjadi sub-interval sesuai probabilitas simbol tersebut. Interval semakin kecil seiring bertambahnya simbol.
Frekuensi simbol diperbarui setiap kali simbol muncul. Probabilitas dihitung ulang terus-menerus sehingga sistem beradaptasi dengan pola data.
Pada awalnya, semua simbol diasumsikan memiliki probabilitas yang sama atau pseudo-count. Ketika data diproses, probabilitas menjadi lebih akurat.
Hasil encoding adalah satu nilai dalam interval akhir—yang kemudian direpresentasikan dalam bentuk bitstream.
Decoder gunakan model adaptif yang sama (dimulai dari kondisi awal identik) dan memperbarui probabilitas secara sinkron untuk merekonstruksi simbol tepat dari interval.
Pendekatan adaptif membuat algoritma ini sangat fleksibel, akurat, dan efisien menghadapi distribusi simbol yang berubah atau tidak diketahui.
Contoh berikut hanya bersifat ilustratif untuk menunjukkan pola kerja:
A B A A C
A = 1/3
B = 1/3
C = 1/3
0.347918... (disajikan dalam bitstream sebagai rangkaian bit)
Output sebenarnya berupa bitstream panjang yang merupakan pengkodean dari interval final tersebut.
Adaptive Arithmetic Coding adalah teknik kompresi data yang menggunakan pengkodean aritmetika dengan model probabilitas yang menyesuaikan diri secara dinamis selama proses pengkodean. Berbeda dari metode statis, probabilitas simbol diperbarui berdasarkan data yang telah diproses.
Metode ini merepresentasikan seluruh rangkaian simbol sebagai satu interval bilangan pecahan antara 0 dan 1. Seiring simbol diproses, model probabilitas diperbarui secara adaptif, sehingga interval terus dipersempit sesuai frekuensi kemunculan simbol yang sebenarnya.
Adaptive Arithmetic Coding penting karena mampu mencapai tingkat kompresi yang sangat efisien, terutama ketika distribusi data tidak diketahui sebelumnya atau berubah-ubah. Teknik ini banyak digunakan sebagai dasar atau inspirasi dalam algoritma kompresi modern dan sistem pengolahan data.