Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Premilenialisme adalah pandangan eskatologis dalam Kekristenan yang menekankan bahwa kedatangan kedua Yesus Kristus akan terjadi sebelum masa seribu tahun kedamaian dan pemerintahan-Nya di bumi (Millennium), seperti yang tercatat dalam Kitab Wahyu 20. Pandangan ini menekankan interpretasi harfiah dari nubuat Alkitab dan percaya bahwa Kristus akan secara fisik memerintah bumi setelah kedatangan-Nya, sebelum tercapainya akhir zaman dan penghakiman terakhir.
Daftar Isi
Ajaran Premilenialisme menekankan bahwa sejarah manusia akan mengalami kemunduran moral dan konflik besar sebelum Kristus kembali secara literal ke bumi. Kedatangan Kristus akan menandai awal pemerintahan seribu tahun (Millennium), di mana keadilan, damai, dan pengaruh ilahi akan memerintah dunia secara langsung. Premilenialisme juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan rohani, iman yang hidup, dan penginjilan aktif sebagai persiapan menghadapi kedatangan Kristus.
Dalam praktik keagamaan, Premilenialisme memengaruhi liturgi, doa, dan pengajaran eskatologis, dengan fokus pada harapan akan penggenapan nubuat Alkitab, peristiwa besar di akhir zaman, dan penghakiman terakhir. Gerakan ini juga sering terkait dengan interpretasi futuris dari Kitab Wahyu, termasuk tanda-tanda sebelum kedatangan Kristus seperti tribulasi, Antikristus, dan kebangkitan orang mati.
Premilenialisme muncul pada abad awal Kekristenan, dengan sejumlah penulis Gereja Awal yang menekankan harapan akan kedatangan Kristus dan pemerintahan seribu tahun secara literal. Pandangan ini sempat mengalami penurunan selama Abad Pertengahan ketika interpretasi alegoris lebih dominan, tetapi mengalami kebangkitan pada abad ke-19 melalui gerakan dispensasionalisme di Inggris dan Amerika Serikat.
Perkembangan Premilenialisme modern sering dikaitkan dengan teologi dispensasional dan popularisasi tafsiran futuris dari Kitab Wahyu. Gerakan ini menjadi pengaruh penting dalam literatur eskatologi, pelayanan penginjilan, dan gerakan konservatif Kristen, menekankan kesiapsiagaan rohani, moral, dan misi global.
John Nelson Darby adalah tokoh kunci dalam pengembangan premilenialisme modern dan dispensasionalisme, yang menekankan rapuhnya sejarah manusia sebelum kedatangan Kristus. C. I. Scofield, melalui Scofield Reference Bible, menyebarkan pandangan premilenial secara luas di Amerika Serikat. Tokoh-tokoh lain termasuk Lewis Sperry Chafer dan ratusan pengkhotbah konservatif yang mempopulerkan tafsiran futuris dan literal terhadap nubuat akhir zaman.