Pietisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Pietisme adalah gerakan reformasi rohani dalam Kekristenan Protestan yang muncul pada akhir abad ke-17 di Jerman. Gerakan ini menekankan pengalaman iman pribadi, kesalehan praktis, dan kehidupan rohani yang intens, sebagai respons terhadap apa yang dianggap keringnya kehidupan gereja institusional dan dogma formal. Pietisme berfokus pada transformasi moral individu, disiplin rohani, dan pengabdian aktif dalam kehidupan sehari-hari, dengan tujuan membawa iman Kristen ke dalam tindakan nyata.

Ajaran Pietisme

Ajaran Pietisme menekankan pentingnya pengalaman pribadi dengan Tuhan melalui doa, pembacaan Alkitab, dan meditasi. Iman bukan hanya tentang keyakinan intelektual atau kepatuhan ritual, tetapi harus menghasilkan perubahan hati dan perilaku. Pietisme mendorong pengikutnya untuk menekankan kehidupan moral yang tinggi, kasih terhadap sesama, pelayanan sosial, dan praktik disiplin rohani yang konsisten.

Dalam praktik sehari-hari, Pietisme menekankan doa pribadi dan komunitas, persekutuan rohani, pengakuan dosa, dan pengajaran etika Kristen. Gerakan ini juga menekankan pendidikan religius yang sistematis, baik bagi anak-anak maupun dewasa, untuk membangun komunitas yang saleh dan berorientasi pada kehidupan rohani yang nyata.

Sejarah Perkembangan Pietisme

Pietisme muncul di Jerman pada akhir abad ke-17, dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Philipp Jakob Spener, yang menekankan perlunya reformasi rohani dalam gereja Lutheran. Spener menulis Pia Desideria (1675), yang menyerukan pembaruan kehidupan Kristen melalui pengajaran Alkitab, pengembangan kelompok doa kecil (collegia pietatis), dan penerapan iman dalam tindakan nyata.

Gerakan ini kemudian menyebar ke Eropa dan Amerika Utara, memengaruhi banyak denominasi Protestan, termasuk Lutheran, Reformed, dan Methodist. Pietisme mendorong pengembangan pendidikan Kristen, misi penginjilan, dan pelayanan sosial. Meskipun kadang-kadang dikritik karena terlalu menekankan pengalaman pribadi dibanding doktrin, Pietisme tetap menjadi pengaruh penting dalam reformasi spiritual, pembentukan komunitas Kristen, dan gerakan misi modern.

Orang lain juga membaca :  Marxisme

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Pietisme

Philipp Jakob Spener dianggap sebagai pendiri gerakan Pietisme dan penulis Pia Desideria, karya penting yang merumuskan prinsip-prinsip gerakan ini. August Hermann Francke adalah tokoh penting lain yang mempraktikkan dan menyebarkan ide Pietisme melalui pendidikan, misi sosial, dan lembaga amal. John Wesley, meskipun lebih dikenal dalam Methodisme, juga dipengaruhi oleh semangat Pietisme dalam menekankan pengalaman iman pribadi dan kehidupan moral yang aktif.

Referensi

  • Spener, P. J. (1675). Pia Desideria.
  • Rapp, C. (1997). Pietism. Routledge.
  • Noll, M. A. (2002). Turning Points: Decisive Moments in the History of Christianity. Baker Academic.
  • Franke, E. (2000). Pietism in Germany and America: Studies in Transatlantic Religious History. Brill.
  • Wesley, J. (1872). The Works of John Wesley. London: John Mason.
  • McIntire, C. T. (1980). Pietism and the American Experience. University Press of America.

Citation

Previous Article

Pelagianisme

Next Article

Premilenialisme

Citation copied!