Teologi Naturalisme

Dipublikasikan: 8 Desember 2025

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025

Raymond Kelvin Nando — Teologi Naturalisme adalah pendekatan teologis yang menekankan pengalaman dan pengamatan alam sebagai dasar pemahaman tentang Tuhan atau realitas ilahi, tanpa mengandalkan wahyu khusus atau teks suci tertentu. Pendekatan ini melihat alam semesta sebagai manifestasi dari prinsip-prinsip ilahi atau hukum moral yang dapat dipahami melalui akal, pengamatan ilmiah, dan refleksi etis. Naturalisme dalam teologi sering dihubungkan dengan filsafat rasional dan etika alamiah, di mana kebenaran spiritual dapat ditemukan melalui pengalaman dunia nyata dan kehidupan manusia.

Ajaran Teologi Naturalisme

Ajaran Teologi Naturalisme menekankan bahwa Tuhan atau kekuatan ilahi dapat dipahami melalui hukum alam, keteraturan kosmos, dan pengalaman manusia sehari-hari. Pendekatan ini menolak wahyu supranatural sebagai satu-satunya sumber pengetahuan tentang Tuhan dan menekankan akumulasi pengetahuan dari alam dan rasio sebagai sarana memahami kehendak ilahi.

Dalam praktik teologis, naturalisme mendorong penghayatan moral yang selaras dengan hukum alam, refleksi etis, dan pemahaman harmonis antara manusia dan lingkungan. Pendekatan ini sering berinteraksi dengan filsafat humanisme, etika rasional, dan ilmu pengetahuan, serta menekankan bahwa pengamatan, pengalaman, dan pengalaman praktis adalah sarana utama untuk mengenal realitas ilahi.

Sejarah Perkembangan Teologi Naturalisme

Teologi Naturalisme berkembang sejak era filsafat Yunani dan Romawi kuno, ketika filsuf seperti Aristoteles dan Stoik menekankan rasio dan hukum alam sebagai pedoman hidup. Dalam tradisi Kristen, teologi naturalis muncul melalui pemikiran seperti natural law pada Thomas Aquinas, yang menekankan bahwa hukum moral dapat ditemukan melalui akal dan alam ciptaan.

Pada abad ke-17 hingga ke-19, naturalisme dalam teologi semakin diperkuat oleh pemikiran rasionalis dan ilmiah, di mana filsafat pencerahan menekankan akal manusia sebagai sarana utama memahami realitas dan moralitas. Teologi Naturalisme juga memengaruhi gerakan reformasi sosial dan etika, dengan fokus pada pengalaman manusia, tanggung jawab sosial, dan keselarasan dengan alam sebagai refleksi kehendak ilahi.

Orang lain juga membaca :  Sindikalisme

Di era modern, Teologi Naturalisme tetap relevan dalam dialog antara agama dan sains, etika lingkungan, dan pengembangan spiritual yang menekankan kesadaran ekologis, moral praktis, dan pemahaman realitas melalui pengalaman langsung.

Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Teologi Naturalisme

Thomas Aquinas menjadi salah satu tokoh penting dengan konsep natural law, menekankan hukum moral yang dapat diketahui melalui akal. Filsuf seperti Baruch Spinoza melihat alam semesta sebagai manifestasi Tuhan, mengintegrasikan rasio dan pengalaman alam dalam pemahaman ilahi. Tokoh modern termasuk John Dewey dan Albert Schweitzer, yang menekankan etika praktis, moralitas, dan pengalaman manusia sebagai dasar pemahaman spiritual dan sosial.

Referensi

  • Aquinas, T. (2006). Summa Theologica. Christian Classics.
  • Spinoza, B. (1996). Ethics. Penguin Classics.
  • Haught, J. F. (2000). God and the New Atheism: A Critical Response to Dawkins, Harris, and Hitchens. Westminster John Knox Press.
  • Deane-Drummond, C. (2008). The Ethics of Nature: Natural Law and Environmental Responsibility. Ashgate.
  • Rolston, H. (1994). Environmental Ethics: Duties to and Values in the Natural World. Temple University Press.
  • Plantinga, A. (1998). Faith and Rationality: Reason and Belief in God. University of Notre Dame Press.
  • Barbour, I. G. (1997). Religion and Science: Historical and Contemporary Issues. HarperOne.

Citation

Previous Article

Nestorianisme

Next Article

Orfisme

Citation copied!