Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Dipublikasikan: 8 Desember 2025
Terakhir diperbarui: 8 Desember 2025
Raymond Kelvin Nando — Mithraisme adalah sebuah agama misteri kuno yang berkembang di Kekaisaran Romawi antara abad ke-1 hingga abad ke-4 Masehi, berpusat pada pemujaan dewa Mithras. Agama ini terutama dipraktikkan oleh prajurit Romawi dan dikenal dengan ritus rahasia, ritual inisiasi, dan simbolisme matahari. Mithraisme menekankan konsep kelahiran ilahi, pengorbanan, pertarungan kosmik, dan kehidupan setelah kematian, serta berlangsung di kuil-kuil bawah tanah yang disebut mithraeum.
Daftar Isi
Ajaran Mithraisme berfokus pada dewa Mithras sebagai figur penyelamat yang lahir dari batu (petra genetrix) dan mengalahkan kekuatan kegelapan melalui pengorbanan. Mithraisme menekankan ritus inisiasi bertingkat, di mana pengikut melewati tujuh tingkat untuk memperoleh pengetahuan spiritual dan keselamatan. Agama ini menekankan kesetiaan, keberanian, disiplin, dan solidaritas antaranggota komunitas.
Ritual Mithraisme meliputi perjamuan suci, persembahan, dan pengungkapan simbolik kisah Mithras, termasuk pengorbanan seekor sapi suci (tauroctony), yang diyakini membawa keberkahan dan keselamatan bagi pengikut. Mithraisme juga mengandung unsur astrologi, kosmologi, dan pemahaman etis tentang pertarungan antara cahaya dan kegelapan, serta kehidupan setelah kematian bagi mereka yang setia.
Mithraisme berasal dari kepercayaan kuno Persia tentang dewa Mithra, yang kemudian disesuaikan dan disebarkan di Kekaisaran Romawi. Pada abad ke-1 Masehi, Mithraisme mulai berkembang di kalangan militer Romawi dan menjadi populer di wilayah Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Kuil-kuil Mithra atau mithraeum dibangun di kota-kota Romawi dan digunakan untuk ritual rahasia serta perjamuan komunitas.
Mithraisme berkembang pesat karena sifat eksklusifnya, hierarki inisiasi, dan fokus pada moralitas, keberanian, dan kesetiaan. Namun, agama ini mulai menurun pada abad ke-4 Masehi, terutama karena pengaruh Kristiani yang semakin dominan di Kekaisaran Romawi, yang mempromosikan ibadah terbuka, keselamatan universal, dan penolakan terhadap ritual misterius dan eksklusif. Meskipun demikian, simbolisme dan ritual Mithraisme tetap menarik perhatian sejarawan dan peneliti agama karena pengaruhnya terhadap agama misteri lain dan kemungkinan paralel dengan beberapa praktik Kristen awal.
Karena sifat rahasia dan kolektif dari Mithraisme, tidak banyak tokoh individu yang tercatat secara historis. Pendiri dan figur utama dianggap sebagai dewa Mithras sendiri, yang menjadi pusat devosi dan simbol keselamatan. Pemimpin komunitas lokal di kuil-kuil Mithra berperan dalam membimbing inisiasi, mengatur ritual, dan mengawasi praktik moral serta etika komunitas.